Memaknai Acara Bur-Buran Ayam Nadaran Pada Tradisi Mondosiyo

Acara bur-buran ayam nadaran atau melepas ayam dalam tradisi Mondosiyo memiliki makna filosofis bagi warga Pancot, Tawangmangu, Karanganyar yang menggelarnya.

 Warga di sekitar Lingkungan Pancot, Kelurahan Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar memanjat atap pendapa lingkungan setempat untuk mengambil ayam dalam tradisi Mondosiyo, Selasa (28/6/2022). (Solopos.com/Akhmad Ludiyanto)

SOLOPOS.COM - Warga di sekitar Lingkungan Pancot, Kelurahan Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar memanjat atap pendapa lingkungan setempat untuk mengambil ayam dalam tradisi Mondosiyo, Selasa (28/6/2022). (Solopos.com/Akhmad Ludiyanto)

Solopos.com, KARANGANYAR — Salah satu bagian dari tradisi mondosiyo di Lingkungan Pancot, Kelurahan Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar adalah bur-buran ayam nadaran (pelepasan ayam nazar). Pelepasan ayam ini ditempatkan di penghujung acara. Ini menjadi bagian paling seru dan ditunggu-tunggu dalam setiap kegiatan mondosiyo.

Pada saat itu, ayam-ayam kampung yang sudah disiapkan dilepas ke atap pendapa lingkungan setempat. Di sekeliling pendapa itu ada puluhan warga yang bersiap menangkap ayam-ayam yang turun.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Akan butuh waktu lama menunggu ayam-ayam itu turun dengan sendirinya. Oleh karenanya, warga biasanya membuat ayam-ayam itu takut dengan cara menggedor atap pendapa atau digiring menggunakan bilah bambu agar ayam segera turun dari atap.

Saat ayam turun, warga di bawah akan saling berebut. Di sini keseruannya. Masing-masing warga berusaha sekuat tenaga agar menjadi yang paling cepat menangkap ayam tersebut saat masih berada di udara. Seringkali terjadi benturan badan antar warga saat berebut ayam itu.

Baca Juga: Mondosiyo Sudah Jadi WBTB, Warga Karanganyar Minta Dukungan Pemerintah

Bagi yang akhirnya beruntung merebut ayam itu, mereka bisa membawanya pulang untuk dipelihara atau dimasak.

Ayam-ayam itu sebenarnya berasal dari warga setempat yang secara khusus menyumbang untuk acara Mondosiyo. Biasanya mereka yang menyumbang ayam itu memiliki nazar yang harus dipenuhi. Melepaskan ayam di Mondosiyo itu menjadi pemenuhan nazar atas hajat yang sudah terlaksana. Makanya disebut bur-buran ayam nadaran.

Salah satu penyumbang ayam itu adalah Bebet Suparto, 28, warga setempat. Tak tanggung-tanggung, ia menyumbang 10 ekor ayam telah hajatnya membangun rumah terlaksanakan dengan baik. “Ada beberapa nazar saya, salah satunya selesai membangun rumah,” ujarnya di sela-sela acara.

Meski demikian, ada juga warga lain yang menyumbang tidak untuk memenuhi nazar, melainkan untuk meramaikan acara. Salah satunya adalah Camat Tawangmangu, Eko Joko Widodo. Dalam Mondosiyo Pancot ini ia menyumbang dua ekor ayam.

Baca Juga: Meriah, Ada Yang Beda Pada Tradisi Mondosiyo di Tawangmangu Kali Ini

“Supaya tambah ramai dan tambah seru acaranya,” ujarnya.

Sementara itu, rangkaian persiapan Mondosiyo biasanya sudah dilakukan sejak hari-hari sebelumnya. Salah satu tokoh masyarakat setempat, Sulardi mengatakan sebelum pelaksanaan Mondosiyo warga sudah membuat tape yang akan diambil airnya untuk menyiram Watu Gilang.

“Rangkaian dimulai Rabu pekan lalu dengan buat tape yang kita ambil airnya untuk menyiram Watu Gilang,” ujarnya.

Acara rangkaian lainnya adalah pembuatan sesaji dan tabuh gending untuk mengundang para leluhur untuk menyaksikan Mondosiyo.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Antiklimaks Penuntasan Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

      + PLUS Antiklimaks Penuntasan Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

      Penerbitan Keputusan Presiden tentang Pembentukan Tim Penyelesaian Nonyudisial Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu bisa menjadi antiklimaks penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM berat pada masa lalu.

      Berita Terkini

      Pengusutan Jual Beli Lahan Bong Mojo Solo Lanjut, Ada Tersangka Lain?

      Meski sudah menetapkan dua tersangka, penyidik Polresta Solo memastikan penyidikan kasus jual beli lahan makam Bong Mojo masih terus berlanjut.

      Soal Sriwedari Solo, Gibran Disarankan Konsultasi ke Kementerian Ini

      Pemkot Solo disarankan untuk berkonsultasi ke pemerintah pusat sebelum melakukan upaya penataan di lahan kawasan Sriwedari.

      Banyak Ditemukan di Wonogiri Bagian Selatan, Ini Manfaat Tanaman Sorgum

      Wonogiri bagian selatan dinilai menjadi sentra produksi tanaman sorgum.

      Murah dan Segar Soto Kuah Rempah Budhe Djiman di Nogosari Boyolali

      Menikmati kuliner legendaris yakni Warung Soto Budhe Djiman milik Jiman yang berdiri sejak 1991 di Dusun Nogosari Baru, Desa Glonggong, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali.

      Tersangka Ungkap Alasannya Nekat Jual Lahan Makam Bong Mojo Solo

      Dua tersangka, S dan G, mengungkapkan alasannya nekat jual lahan Bong Mojo yang merupakan aset Pemkot Solo.

      Produktivitas Kedelai Lebihi Target, Cawas Dilirik Jadi Soybean Village

      Kecamatan Cawas digadang-gadang menjadi soybean village, perkampungan yang mengembangkan kedelai dari hulu hingga hilir.

      Asal Usul Kenapa Kaki Gunung Lawu di Karanganyar Dinamakan Tawangmangu

      Asal usul kenapa wilayah kaki Gunung Lawu di Karanganyar dinamakan Tawangmangu tak lepas dari sejarah tentang Raden Mas Said alias Pangeran Sambernyawa.

      Ditetapkan, Ini 2 Tersangka Kasus Jual Beli Lahan Makam Bong Mojo Solo

      Polresta Solo menetapkan dua orang berinisial S dan G sebagai tersangka dalam kasus jual beli lahan makam Bong Mojo, Jebres, Solo.

      Produksi Sorgum di Wonogiri Menurun, Kini Tak Sampai 1.000 Ton/Tahun

      Produksi tanaman sorgum di Wonogiri cenderung turun dari tahun ke tahun.

      Diduga Karena PKH Mau Cair, Harga Telur di Karanganyar Naik Lagi

      Harga telur di Pasar Jungke, Karanganyar, naik terus dalam sepekan ini. Diduga hal ini ada kaitannya dengan rencana pemerintah mencairkan bantuan program keluarga harapan (PKH).

      Wah! 86 Lokasi Dibor untuk Fondasi Pilar Jembatan Rel Layang Joglo Solo

      Pembangunan rel layang di Simpang Joglo, Solo, memasuki tahap II di mana pelaksana mulai mengebor 86 lokasi untuk fondasi pilar jembatan.

      Air Umbul Manten Klaten untuk Budi Daya Ikan, Hasilnya Mengejutkan

      Umbul Manten terletak di Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten.

      Owah Gerr Band Solo Meriahkan Pasar Kaget Putat Boyolali, Ini Jadwalnya

      Pemuda Dukuh Putat, Desa Keyongan, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk menggelar Pasar Kaget Putat 2022.

      Abah Lala Bareng Nella Kharisma Siap Goyang Karanganyar Besok Malam

      Bupati Karanganyar memastikan Abah Lala akan ikut tampil bersama Nella Kharisma dalam konser dangdut yang digelar di Alun-alun Karanganyar, Jumat (19/8/2022) malam.

      Panitia Masjid Sriwedari Solo Punya Utang Rp86 M, Wawali: Kecil Lah Itu

      Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa menyatakan siap menggantikan Achmad Purnomo sebagai Ketua Panitia Pembangunan Masjid Taman Sriwedari yang mangkrak dua tahun.