Melonjak, Sukoharjo Catat 6 Kasus Kematian Pasien Positif Covid-19 Dalam Sepekan
Poster Pemakaman Pasien Covid-19 (Detik.com)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Angka kematian atau mortality rate pada pasien konfirmasi positif Covid-19 Sukoharjo meningkat dalam sepekan terakhir, 16-23 Oktober. Ada enam pasien positif yang meninggal dunia pada periode itu.

Informasi yang Solopos.com himpun, Jumat (23/10/2020), jumlah total pasien positif yang meninggal dunia per 16 Oktober masih 43 orang. Sedangkan pada 23 Oktober, jumlah pasien positif corona yang meninggal meningkat jadi 49 orang.

Ada sejumlah kecamatan dengan angka kematian pasien positif Covid-19 melampaui batas standar World Health Organisation (WHO) lima persen. Tingginya angka kematian menjadi salah satu faktor naiknya status risiko penularan Covid-19 dari tadinya sedang atau zona oranye menjadi risiko tinggi atau zona merah.

Pilkada Sukoharjo: Tim Kampanye EA Demo Protes Kinerja Bawaslu, Kenapa?

Tingginya angka kematian pasien positif Covid-19 Sukoharjo ini menjadi sorotan prioritas dalam penanganan pasien positif Covid-19.

“Angka kematian atau mortality rate meningkat dalam sepekan terakhir. Ada tambahan enam orang pasien positif dalam sepekan,” kata Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, kepada Solopos.com melalui telepon, Jumat.

Gugus tugas bakal berkoordinasi dengan delapan rumah sakit rujukan Covid-19 Sukoharjo. Para pasien positif dengan gejala bakal menjalani terapi pengobatan pada rumah sakit rujukan.

Tega Banget! Pembuang Bayi Dalam Tas Ransel Madiun Ikut Berkerumun di Lokasi Penemuan

Langkah ini untuk menekan angka kematian pasien positif Covid-19 dengan gejala yang dirawat di rumah sakit Sukoharjo. Cakupan uji swab dengan metode polymerase chain reaction (PCR) dengan sasaran kontak erat lini pertama pasien positif juga gencar.

Deteksi Awal

Setiap puskesmas wilayah Kabupaten Sukoharjo telah melayani uji swab bagi masyarakat. Jumlah spesimen yang telah menjalani uji lab lebih dari 9.000 spesimen.

“Kami ingin meningkatkan deteksi awal dan menemukan pasien positif sedini mungkin. Ini salah satu upaya untuk menekan angka kematian pasien positif,” ujarnya.

Tertangkap! Ini Sosok Terduga Pembunuh Yulia Yang Terbakar Dalam Mobil Sukoharjo

Kepala DKK Sukoharjo ini juga menyampaikan akan mengevaluasi penanganan pasien positif Covid-19 dengan gejala pada rumah sakit untuk menekan angka kematian.

DKK akan melakukan perbaikan manajemen rumah sakit untuk meningkatkan tata laksana penanganan Covid-19. Upaya meningkatkan angka kesembuhan atau recovery rate dan menurunkan mortality rate itu harus dari hulu sampai hilir.

Kunci paling efektif dan efisien untuk memutus mata rantai penularan pandemi Covid-19 yakni protokol kesehatan. “Masyarakat jangan mengabaikan memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Ini paling efektif dalam penanganan Covid-19,” katanya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom