Tutup Iklan
Melonjak! Pasien Positif Covid-19 Wonogiri Bertambah 6 Orang
Bupati Wonogiri, Joko Sutopo. (Solopos/M. Aris Munandar)

Solopos.com, WONOGIRI -- Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Wonogiri bertambah enam orang, Jumat (10/7/2020). Enam pasien tersebut tertular Covid-19 setelah melakukan kontak erat dengan salah satu pasien positif Covid-19 di Wonogiri.

Dengan bertambahnya enam kasus tersebut, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Wonogiri menjadi 26 orang. Perinciannya adalah sembilan orang masih dirawat, 14 orang dinyatakan sembuh, dan tiga orang dinyatakan meninggal dunia.

PT Menara Santosa Berharap Pemdes Blulukan Karanganyar Patuhi Putusan Pengadilan Soal Ganti Rugi TPS

Keenam pasien baru itu ternyata memiliki kontak erat dengan pasien sebelumnya laki-laki berinisial Z, 50. Pasien Z adalah pimpinan pondok pesantren di Kecamatan Jatisrono. Ia dinyatakan positif Covid-19 pada Minggu (5/7/2020).

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wonogiri, Joko Sutopo (Jekek), mengatakan enam pasien tersebut diketahui terjangkit Covid-19 setelah gugus tugas melakukan tracing.

Kemenristek Adakan Lomba Doodle Art Science & Photography Untuk Anak, Begini Cara Ikutnya

"Semua yang berkontak erat dan sedang dengan Z dilakukan rapid test. Kemudian yang reaktif langsung diswab. Hasilnya enam orang terjangkit," kata pria yang juga Bupati Wonogiri itu kepada wartawan di ruang kerjanya.

Kontak Erat

Enam orang yang dinyatakan positif, menurut dia, merupakan orang yang berkontak erat dengan pasien. Kini enam pasien tersebut diisolasi di dalam pondok pesantren.

Hal itu sudah ada kesepakatan antara gugus tugas dengan pasien yang terpapar. Enam pasien hingga saat ini belum merasakan gejala. Selain itu umur dari enam pasien masih produktif.

Giman Pria di Ngawi Pindahkan Rumah Sendirian Dalam Semalam, Ini Kesaksian Para Tetangga

Jekek menegaskan, bahwa kasus semacam itu baru kali pertama terjadi. Maka hal ini menjadi perhatian khusus. Penanganan dan pengawasan lebih diperketat. Sebagai bentuk antisipsi, lanjut dia, orang yang pernah berkontak dengan pasien Z langsung dites swab, tidak hanya rapid test.

"Kami berharap masyarakat lebih meningkatkan protokol kesehatan di setiap menjalankan aktivitas," tegas Jekek.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho