Melonjak! Jumlah ODP Corona di Solo 2.795, 56 Dikarantina
Ilustrasi virus corona (Freepik)

Solopos.com, SOLO – Berdasarkan data terbaru per Senin (23/3/2020) pagi, ada 2.795 ODP terkait corona di Kota Solo. Sebanyak 56 di antara mereka menjalani karantina.

Informasi tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo, Siti wahyuningsih, lewat laporannya kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Laporan jumlah ODP Solo terkait corona itu disampaikan dalam rapat yang digelar melalui teleconference bersama 36 kabupaten/kota se Jawa Tengah bersama Gebernur.

Gubernur Jateng Apresiasi APD Bikinan RSUD dr. Moewardi Solo

Jumlah ODP Solo itu diperoleh berdasarkan laporan dari Fasilitas Kesehatan (Faskes) tingkat I dan pengisian formulir oleh pasien.

Seperti diketahui, data yang diunggah di laman Corona.Jatengprov.go.id , Senin pagi sekitar pukul 09.00 WIB data ODP corona di Kota Solo berjumlah lima orang.

Apa Sih Herd Immunity yang Diklaim Ampuh Perlambat Pandemi Corona?

Sementara jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) ada 22 orang. Sedangkan jumlah pasien positif terinfeksi virus corona di Kota Solo berjumlah 6 orang.

Sementara total orang dalam pemantauan (ODP) terbanyak sebelumnya berada di Kota Semarang dengan total 700 orang. Namun dengan data terbaru ini kemungkinan besar jumlah ODP di Kota Solo menjadi yang terbanyak se-Jawa Tengah.

RS Rujukan Corona di Solo

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Solo bertambah. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menjadikan rumah sakit tersebut sebagai lini kedua.

Muda, Sehat, dan Rajin Olahraga Bisa Kena Corona, Ini Pesan Andrea Dian

Perinciannya, RSUD Ngipang Kota Solo, RSU PKU Muhammadiyah, RS Kasih Ibu Solo, RS dr. Oen Kandangsapi, dan RST Slamet Riyadi Solo. Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengatakan Surat Keputusan (SK) terkait rumah sakit rujukan lini kedua itu telah diterimanya, Sabtu (21/3/2020).

RSUD Ngipang menyiapkan empat ruang isolasi untuk pemeriksaan pasien termasuk ODP Corona di Solo. Rumah sakit tersebut menjadi alternatif kedua saat ruang isolasi di rumah sakit rujukan pertama sudah penuh.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah, dr. Yulianto Prabowo, mengatakan kapasitas ruang isolasi di RSUD dr. Moewardi berjumlah delapan. Rumah sakit lini kedua bisa digunakan untuk merawat saat rumah sakit rujukan pertama penuh.

Yulianto menyampaikan rumah sakit di Jateng berjumlah 298 unit. Dari jumlah itu, 12 rumah sakit menjadi rujukan dengan Surat Keputusan (SK) Menteri Kesehatan. Sedangkan rumah sakit lini kedua ditetapkan lewat SK Gubernur.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho