Melihat Kesiapan Tes Ulang PCR Covid-19 di Bandara Soetta

Seorang pelaku perjalanan internasional, Agus Rakasiwi, mengeluhkan penanganan tes ulang PCR di Bandara Internasional Soekarno Hatta Tangerang Banten Minggu (28/11/2021).

 Suasana di Pintu Kedatangan Internasional Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Minggu (28/11/2021) malam, di mana penumpang terlihat menumpuk tak teratur saat mengantre untuk tes PCR Covid-19. (Liputan6.com)

SOLOPOS.COM - Suasana di Pintu Kedatangan Internasional Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Minggu (28/11/2021) malam, di mana penumpang terlihat menumpuk tak teratur saat mengantre untuk tes PCR Covid-19. (Liputan6.com)

Solopos.com, JAKARTA — Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menerbitkan Surat Edaran (SE) No.23/2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi Covid-19.

Promosi64% Pria di Solo Habiskan Waktu Lebih dari 41 Jam/Pekan untuk Bekerja

SE berlaku efektif mulai Selasa (30/11/2021) sampai batas waktu yang ditentukan kemudian. Aturan ini mewajibkan pelaku perjalanan internasional menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR di negara/wilayah asal.

Sampel tes diambil kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan. Hasil RT-PCR dilampirkan saat pemeriksaan kesehatan atau e-HAC Internasional Indonesia.

Baca Juga : Legenda Syekh Subakir & Asale Gunung Tidar Pakunya Tanah Jawa

Pelaku perjalanan internasional kembali melakukan tes ulang RT-PCR pada saat kedatangan. Selain itu, mereka diwajibkan menjalani karantina selama 7 x 24 jam.

Dilansir Liputan6.com, Bandara Internasional Soekarno Hatta Tangerang Banten diduga belum siap melaksanakan SE tersebut, terutama terkait pelayanan penumpang yang hendak melakukan tes ulang RT-PCR. Seperti dituturkan salah satu penumpang Turkish Airlines, Agus Rakasiwi.

Cerita Pelaku Perjalanan Internasional

Agus mengaku kesal begitu tiba di Pintu Kedatangan Internasional Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta Tangerang Banten, Minggu (28/11/2021) pukul 17.50 WIB. Dia menempuh perjalanan sekitar 12 jam dari Istanbul, Turki.

Baca Juga : 3 Pemuda Boyolali Hendak Basmi Klitih Bak Hero, Malah Begini Nasibnya

Agus kesal karena harus menunggu selama 4 jam untuk melakukan tes ulang RT-PCR Covid-19 begitu tiba di pintu kedatangan. Itu peraturan baru Satgas Penanganan Covid-19. Pelaku perjalanan internasional diwajibkan melalukan tes ulang RT-PCR saat kedatangan dan menjalani karantina selama 7 x 24 jam.

Agus menceritakan petugas bandara tak memberikan informasi jelas terkait mekanisme tes ulang PCR sehingga membuat kondisi bandara sempat kacau. Ratusan penumpang yang baru turun dari pesawat kebingungan karena tak mendapatkan penjelasan dari petugas.

“Kami baru turun pesawat sekitar 17.50-an WIB ya. Lalu mau menuju Imigrasi ternyata dicegat untuk tes PCR. Tapi jumlah [penumpang] ratusan sekali datang. Numplek bleg deh orang ya. Enggak ada informasi apa, bagaimana, enggak ada line antrean jelas. Malah si petugas teriak-teriak,” kata Agus seperti dilansier Liputan6.com, Selasa (30/11/2021).

Baca Juga : Perampok & Pembunuh Satpam Gudang Rokok di Solo Peragakan 69 Adegan

Banyak pelaku perjalanan internasional menunggu di pintu kedatangan dan tak ada antrean jelas. Jalur penumpang prioritas, seperti anak-anak, ibu hamil, hingga lansia pun tak ada.

Para penumpang terlihat kebingungan dan menunggu informasi dari petugas. Kondisi itu membuat pintu kedatangan padat sehingga tak ada lagi social distancing atau menjaga jarak.

Kurang Persiapan

Menurut dia, tak semua penumpang mengetahui alasan dicegat di pintu kedatangan internasional. Beberapa penumpang mengira akan tes ulang PCR di hotel atau wisma tempat karantina.

Baca Juga : Pengemudi Mercy Tabrakan di Tol JORR Jadi Tersangka, Gimana Nasibnya?

“Nah ini karena petugas lapangan enggak jelas juga kasih informasi. Ya udah kami siapin semua dokumen ya, boarding pass, pasport, hasil PCR dari negara berangkat, sertifikat vaksin Covid-19,” jelasnya.

Agus bersama penumpang lain menjalani tes ulang PCR Covid-19 di bandara setelah menunggu selama tiga jam. Parahnya, kata dia, penumpang tak diberikan air minum selama menunggu.

“Ada anak kecil butuh air untuk bikin susu. Lama sekali petugas memutuskan. Sampai orang tuanya harus nada keras dulu. Air minum baru ada setelah kami maksa dan jumlahnya sedikit. Jadi setelah 3 jam kami baru minum,” tuturnya.

Baca Juga : Miris! Warga di Bali Ini Tarik Air Danau Demi Bisa Minum & MCK

Selesai menjalani tes ulang PCR dan menyelesaikan proses di imigrasi, Agus bersama pelaku perjalanan internasional lain berhasil keluar dari pintu kedatangan bandara. Agus menunggu di lorong pintu kedatangan hampir 4 jam.

“Jam 23.00 WIB lah kami ada di teras bandara menunggu bus yang antar ke lokasi karantina,” katanya.

Agus berharap petugas lebih siap mengatur pelaku perjalanan internasional dan memberikan informasi jelas terkait aturan baru sehingga tak perlu menunggu waktu lama. “Solusi menurutku, kasih line [jalur], kasih air minum. Jelaskan dengan ramah jangan kaya panitia ospek [pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru].”

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Dari 11.070 Jaksa Hanya 345 yang Perempuan

Burhanuddin menjelaskan beberapa jaksa perempuan itu berhasil menunjukkan prestasi dan mengisi jabatan tertentu di seluruh Kejaksaan di Indonesia.

Klaim Legawa Dikritik, Anies: Itu Penting Bagi Pemerintah

Anies Baswedan termasuk kepala daerah yang sering dihujani kritik setiap ada permasalahan di Ibu Kota.

Kasus Kerangkeng Bupati Langkat Belum Jelas, Ini Kata Kapolda Sumut

Kasus penemuan kerangkeng manusia di kompleks rumah pribadi Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangin Angin, di Desa Tengah, Kabupaten Langkat belum menemukan titik terang.

+ PLUS Pelegalan Ganja di Thailand, Antara Blunder dan Solusi Kesehatan

Upaya Dewan Narkotika Thailand mempersilakan warganya menanam ganja di rumah bisa jadi blunder bila tidak dibarengi penegakan aturan hukum secara optimal.

Kisah Veronika Andrews, Alumnus FISIP UNS yang Berkarier di Boeing

Veronika mengawali kariernya di Boeing pada tahun 2007. Waktu itu Vero diterima sebagai Data Management Specialist Boeing dengan sistem kontrak.

Terkini Soal Bentrok Sorong Papua, Tim DVI Polri Identifikasi 17 Korban

Tim DVI Mabes Polri mulai mengidentifikasi 17 jenazah korban pembakaran karaoke Double O Sorong saat pertikaian dua kelompok warga di Kota Solo pada Selasa (25/1/2022).

Irjen Kemendagri Minta APIP Daerah Kawal Penyusunan LPPD

Bimbingan teknis Reviu Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) ini ditujukan bagi Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Daerah.

Pak Harto Trending Topik, Netizen Kenang Zaman Dulu Serba Murah

Pak Harto menjadi trending topic di Twitter pada Kamis (27/1/2022) atau tepat 14 tahun peringatan hari dia wafat.

Hadiri Kuliah Tamu, Alumnus Ajak Mahasiswa UNS Kerja di Boeing

Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo menjalin kerja sama dengan perusahaan penerbangan internasional Boeing untuk mengadakan kuliah tamu.

Update! Teror KSB di Pos Gome Papua, 3 Prajurit Yonif 408/SBH Gugur

Danrem 173/PVB, Brigjen TNI Taufan Gestoro, menyampaikan tiga prajurit TNI gugur dalam baku tembak di Distrik Gome, Kabupaten Puncak, Papua, Kamis (27/1/2022).

+ PLUS Food Estate Rawan Menjadi Cultuurstelsel Baru

Proyek food estate sebagai upaya mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional berdampak proletarisasi petani meluas dan rawan menjadi tanam paksa jenis baru.

Rusia Berpotensi Invasi Ukraina, Inggris Siap Kerahkan Pasukan

Inggris sedang mempertimbangkan untuk mengerahkan ratusan tentara ke kawasan Eropa Timur dalam menghadapi kemungkinan invasi Rusia ke Ukraina.

+ PLUS Kekuatan Super Netizen Indonesia yang Jatuhkan Mental Garuda Pertiwi

Skuat Garuda Pertiwi merasakan keganasan komentar netizen Indonesia hingga membuat mental mereka jatuh sebelum bertanding di Piala Asia Wanita.

Pos Gome Papua Diserang KSB, Dua Prajurit TNI Meninggal

Sebanyak dua prajurit TNI meninggal dampak serangan KSB ke Pos TNI di Bukit Tepuk, Kampung Jenggernok, Distrik Gome, Kabupaten Puncak, Papua pada Kamis (27/1/2022) pagi.

Terkini, Kata Warga Soal Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat

Ratusan warga mendatangi kerangkeng di rumah pribadi Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangin Angin, di Desa Raja Tengah, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut).