Melihat dari Dekat Proyek Jembatan Jonasan Solo yang Tak Kunjung Kelar

Pelaksana proyek pembangunan Jembatan Jonasan di Jl Juanda, Jebres, Solo, berjanji menyelesaikan proyek itu pada 18 Desember 2021.

 Pekerja merakit besi pada proyek revitalisasi Jembatan Jonasan, Jl Ir Juanda, Jagalan, Jebres, Solo, Selasa (7/12/2021). (Solopos/Nicolous Irawan)

SOLOPOS.COM - Pekerja merakit besi pada proyek revitalisasi Jembatan Jonasan, Jl Ir Juanda, Jagalan, Jebres, Solo, Selasa (7/12/2021). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO  — Proyek pembangunan jembatan Jonasan di Jl Juanda, Jebres, Solo, sudah sepekan molor dari target penyelesaian, 30 November 2021.

Faktanya, sampai Selasa (7/12/2021), pembangunan jembatan itu belum juga selesai. Masih ada seperempat bagian jembatan yang belum dicor beton dan pekerjaan lainnya yang dijanjikan selesai pada 18 Desember.

Sejumlah pekerja menggali lubang di sisi barat utara jembatan. Beberapa kendaraan berat terparkir di dekat situ. Sementara aktivitas bengkel motor yang hanya berjarak sekian meter dari proyek itu terlihat tidak terganggu.

Jembatan Jonasan diperlebar dari 6 meteran menjadi 9 meter. Sedangkan panjang atau bentang jembatannya masih sama, yakni sekitar 7,5 meter dan dikerjakan selama empat bulan. Pengerjaan jembatan ini membuat arus lalu lintas di Jl Juanda terganggu.

Baca Juga: Dipakai Bandul Kalung Gibran, Cerita Canthik Rajamala Bikin Merinding

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Solo, Nur Basuki, mengatakan pelaksana proyek jembatan Jonasan dipastikan terkena penalti lantaran melewati tenggat waktu. Nilai penaltinya bisa sampai puluhan juta rupiah mengingat dikalikan hari molornya pekerjaan.

Pelaksana berjanji merampungkan Jembatan Jonasan pada 18 Desember. “Kalau lebih cepat selesai ya dendanya lebih ringan. Tapi mereka janjinya tanggal itu bisa selesai. Sehingga, saat arus Natal dan Tahun Baru, jembatan sudah bisa dilalui,” kata Nur Basuki kepada Solopos.com, Senin (6/12/2021).

Menyisakan Pekerjaan Ringan

Basuki menyebut proyek saat ini menyisakan pekerjaan-pekerjaan ringan, seperti pemasangan railing dan pembuatan jalur pedestrian. Ia optimistis proyek selesai tepat pada batas yang dijanjikan dan tak ada pekerjaan saat arus lalu lintas kembali dibuka.

“Siap enggak siap, ya mereka harus merampungkan di tanggal itu. Tinggal pekerjaan kecil saja,” imbuh Basuki.

Baca Juga: Riset Baterai Kendaraan Listrik, UNS Solo Dapat Saran Ini dari Moeldoko

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, mengaku sudah menerima laporan mengenai keterlambatan proyek jembatan Jonasan itu. Namun belum meninjau kondisi riil di lapangan.

“Nanti kami kejar maksimal tanggal tenggatnya. Saya akan cek ke sana. Mereka sudah pasti kena penalti. Ya, mekanismenya kalau sampai tanggal itu tidak selesai juga, kami putus kontrak. Tapi kami cek lokasi dulu,” tuturnya.

Pembangunan jembatan membuat arus lalu lintas yang melewati Jl Juanda dialihkan sementara. Banyak pengendara yang akhirnya masuk jalan-jalan kampung. Beban yang tak biasanya membuat jalan-jalan itu mengalami kerusakan.

Salah seorang warga Kelurahan Jagalan, Kecamatan Jebres, Ichsanur Roshid, mengatakan jalan di depan rumahnya baru saja diperbaiki beberapa waktu lalu. Akibat pengalihan arus dan menjadi jalur alternatif, jalan itu kembali rusak.

Baca Juga: Begini Pengaturan Lalu Lintas Kawasan Pasar Legi Solo Seusai Penempatan

Kerusakan Jalan

“Harapannya segera selesai, biar normal kembali. Jalan kampung yang cuma tiga meter jadi harus gantian kalau mobil melintas, ya, mengganggu sekali. Jalan yang baru diperbaiki, jadi rusak lagi kalau jembatannya tidak selesai-selesai,” katanya.

Truk besar yang biasa melintas di Jl Juanda jadi lewat Jl Surya, sehingga kerusakan di ruas jalan itu tak terhindarkan. “Ya, sebenarnya Jl Juanda bukan rute harian, tapi jalan depan rumah saya yang juga dekat dengan Jl Surya jadi laluan alternatif,” ucap Roshid, Selasa.

Kasi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Mudo Prayitno, mengatakan Jl Juanda merupakan salah satu jalan dengan fungsi konektor primer yang strategis menghubungkan Kota Solo dengan wilayah sisi timur seperti Karanganyar dan Sragen.

Saat pembangunan Jembatan Jonasan, beban lalu lintas sebagian besar dialihkan ke Jl Ir Sutami, sehingga persimpangan di jalan tersebut menjadi sangat padat. Mudo berharap saat momen Nataru ruas Jl Juanda sudah bisa dilalui sehingga aksesibilitas masyarakat bisa lebih baik di samping mengurangi beban di Jl Ir Sutami.

Berita Terkait

Espos Plus

Drone Makin Dibutuhkan, Pengembangan Teknologi Pesat

+ PLUS Drone Makin Dibutuhkan, Pengembangan Teknologi Pesat

Teknologi drone berkembang pesat. Kegunaan drone makin beragam di banyak sektor. Perusahaan-perusahaan drone mengembangkan pasar berbasis kebutuhan dan manfaat.

Berita Terkini

Mengintip Tempat Pembuatan Lampion Imlek di Kepatihan Wetan Solo

Tidak hanya melayani pesanan lokal, tempat usaha pembuatan lampion Imlek milik Marbeno di Kepatihan Wetan, Jebres, Solo, telah merambah pasar online melalui medsos.

Jembatan Girpasang Dibangun Pusat, Sri Mulyani: Klaten Mampu, tapi...

Pemerintah Kabupaten Klaten sebenarnya mampu membangun jembatan  gantung Girpasang, namun terbentur aturan soal larangan bangunan permanen di kawasan rawan bencana (KRB).

Resmikan Jembatan Gantung Girpasang, Puan Maharani: Wujud Negara Hadir

Puan Maharani  mengatakan jembatan sepanjang 120 meter itu menjadi simbol komitmen dari negara untuk membantu akses warga yang tinggal di daerah terisolasi.

20 Jebakan Tikus Listrik Dibongkar Tim Gabungan di Sragen

Polres Sragen bersama aparat TNI, Pemkab Sragen terus menertibkan jebakan tikus listrik di sawah yang masih saja ditemukan meski dilarang.

Ini Fakta-Fakta Menarik Di Balik Pembangunan Masjid Agung Karanganyar

Masjid Agung Karanganyar ternyata menyimpat fakta menarik, salah satunya arsitek perancangnya berasal dari Semarang.

Awas Baper! Makan di Warung Bu Menel Solo, Bonusnya Dipanggil Sayang

Ibu penjual di Warung Bu Menel Solo memiliki cara unik saat menyambut pembeli, yakni dengan memanggil sayang.

Seberangi Jembatan Gantung, Puan Maharani Temui Sesepuh Girpasang

Puan menyempatkan diri menyeberangi jembatan gantung dan mengunjungi perkampungan di Girpasang di bawah guyuran gerimis.

Banjir - Susah Sinyal, Ini Sederet PR Pasar Legi Solo setelah Peresmian

Pasar Legi Solo masih menyimpan sejumlah persoalan yang menjadi pekerjaan rumah PR setelah peresmian oleh Ketua DPR Puan Maharani, Kamis (20/1/2022).

Operasi Rasaka Cartenz, Warga Papua Belajar Ternak Ayam ke Karanganyar

Karanganyar dipilih menjadi role model Operai Rasaka Cartenz 2022 oleh Mabes Polri. Operasi ini berupa pemberian pelatihan beternak ayam petelur kepada warga papua.

Banyak Pemdes di Karanganyar Tak Paham Aturan Pemanfaatan Tanah Desa

Banyak tanah kas desa di Karanganyar yang pemanfaatannya tidak sesuai aturan karena pemerintah desanya yang tidak paham regulasi.

Hari Bhakti Imigrasi, Kantor Imigrasi Surakarta Gelar Pendonoran Darah

Menjelang Hari Bhakti Imigrasi ke-72, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Solo menggelar sejumlah kegiatan sosial. Salah satunya kegiatan pendonoran darah.

Vaksinasi Booster Sukoharjo Kini Sasar Pelayan Publik & Masyarakat Umum

Efek samping Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) setiap orang berbeda-beda, tapi hanya bersifat sementara setelah menerima vaksin booster.

Minyak Goreng Satu Harga Rp14.000, Warga Klaten Jangan Panic Buying

Di Klaten, minyak goreng Rp14.000 per liter saat ini baru bisa dibeli di toko modern berjejaring.

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Rudapaksa Wanita Boyolali

Kepolisian Daerah Jawa Tengah atau Polda Jateng mengaku telah mengantongi identitas dan rekaman CCTV terduga pelaku pemerkosaan R, wanita asal Boyolali.

Soal Capres 2024, Bambang Pacul: Lihat Rekam Jejak, Bukan Hasil Survei

Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Pacul Wuryanto mengomentari hasil survei sejumlah lembaga yang mengunggulkan Ganjar Pranowo dalam bursa capres 2024.