Komunitas kreasi sampah ekonomi kota (Kresek) melakukan aksi membersihkan sampah yang ada di Jl. Slamet Riyadi, Solo saat acara car free day (CFD) Minggu (24/2/2019). (Solopos-Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO - Komunitas kreasi sampah ekonomi kota (Kresek) melakukan aksi membersihkan sampah yang ada di Jl. Slamet Riyadi, Solo pada gelaran car free day (CFD) Minggu (24/2/2019). Kegiatan bersih sampah tersebut sebagai salah satu aksi untuk memperingati hari sampah dunia.

Ketua Komunitas Kresek Rois Rizal Nugroho mengatakan bahwa aksi bersih sampah tersebut diikuti oleh sekitar 30 orang. Mereka terdiri dari anggota komunitas kebersihan lain dan pelajar yang memiliki kepedulian terhadap sampah di-komentari-tarif-parkir-solo-dikasih-rp2.000-enggak-ada-kembalian" title="Netizen Komentari Tarif Parkir Solo: Dikasih Rp2.000 Enggak Ada Kembalian"> Solo.

“Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh anggota komunitas kresek saja, tapi juga diikuti oleh anggota komunitas lain dan pelajar di Solo. Ada sekitar 30 orang yang berpartisipasi. Untuk 10 sampai 15 orang nanti bertugas untuk berkeliling menyusuri Jl. Slamet Riyadi untuk memungut sampah,” terangnya saat ditemui reporter Solopos.com.

Alasan dilakukannya aksi tersebut menurut Rois sebagai salah satu bentuk kepedulian mereka terhadap sampah. Selain itu, pihaknya juga mengedukasi masyarakat untuk sadar akan pentingnya meminimalisasi produksi sampah, khususnya sampah plastik.

“Ini bentuk kepedulian kami dan aksi nyata kami terhadap lingkungan agar bersih dari sampah. Kami meihat juga masyaraat Solo kurang peduli tentang isu sampah. Jadi kami juga bertugas untuk mengedukasi masyarakat tentang sampah. Tentu juga sekaligus untuk memperingati hari Sampah Dunia. Walaupun sudah kemarin, namun kami sengaja melakukan aksi saat Minggu di-free-day-solo-keasyikan-menikmati-cfd-jl-slamet-riyadi-terganggu-gara-gara-kotoran-kuda" title="CAR FREE DAY SOLO : Keasyikan Menikmati CFD Jl. Slamet Riyadi Terganggu Gara-Gara Kotoran Kuda"> CFD karena pasti akan ada banyak sampah yang berceceran di sini [CFD],” lanjutnya.

Menurut Rois, nantinya sampah yang dikumpulkan akan dibagi menjadi dua yaitu sampah basah dan kering. Sampah basah akan dikumpulkan untuk dibuang di tempat yang sudah disediakan. Sedangkan untuk sampah kering akan dikumpulkan untuk didistribusikan ke bank sampah agar diolah menjadi suatu produk kreatif.

“Untuk sampah kering akan kami kumpulkan untuk nantinya diolah kembali. Bisa menjadi bahan kreasi yang memunculkan produk kreatif berbahan dasar sampah,” bebernya.

Salah satu pengunjung CFD, Dwi Astuti, 23, mengatakan bahwa kampanye kepada masyarakat terkait sampah sangat penting khususnya milenial. Hal ini lantaran generasi milenial adalah generasi masa depan yang harus menjaga lingkungan dari sampah.

“Penanaman pentingnya menjaga lingkungan dari -kamera-pengintai-akan-merekam-pembuang-sampah-ke-sungai-solo" title="Awas, Kamera Pengintai akan Merekam Pembuang Sampah ke Sungai Solo">sampah sangat penting khususnya milenial. Karena milenial adalah generasi masa depan yang akan merasakan dampaknya jika tidak sadar akan pentingnya menjaga lingkungan. Edukasi juga harus sesuai dengan sasaran. Harus menarik dan mudah dipahami agar para milenial tertarik,” ujarnya.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten