Tutup Iklan
Meledak! Kasus Covid-19 di Klaten Tambah 20 Sehari
Ilustrasi hasil tes Covid-19. (Freepik)

Solopos.com, KLATEN — Kasus Covid-19 di Kabupaten Klaten kembali meledak, Rabu (15/7/2020). Kali ini, penambahan pasien positif Covid-19 mencapai 20 orang dengan satu pasien meninggal dunia.

Dengan penambahan 20 orang tersebut, jumlah pasien positif Covid-19 di Klaten mencapai 89 orang. Dari total itu, sebanyak 47 orang di antaranya dinyatakan sudah sembuh.

Sebanyak 37 orang masih dirawat di Rumah Sakit (RS) di Klaten. Sebanyak lima pasien positif Covid-19 meninggal dunia.

Penambahan 20 pasien positif Covid-19 itu berasal dari tiga kecamatan, masing-masing Kecamatan Tulung (12 orang), Kecamatan Polanharjo (3 orang), dan Kecamatan Klaten Utara (5 orang).

Seorang pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia berasal dari Kecamatan Tulung. Sebelum meninggal dunia, pasien positif Covid-19 yang memiliki penyakit penyerta itu sempat berstatus pasien dalam pengawasan (PDP).

Meski sudah meninggal dunia beberapa waktu lalu, hasil swab positif Covid-19 baru diketahui Gusgas PP Covid-19, Rabu (15/7/2020).

Sebanyak 18 pasien positif Covid-19 dari tiga kecamatan itu dirawat di berbagai rumah sakit (RS) di Klaten.

Masing-masing dirawat di Rumah Sakit Daerah (RSD) Bagas Waras (enam orang), Rumah Sakit Umum Pusat Soeradji Tirtonegoro (RSST) Klaten (lima orang), PKU Muhammadiyah Delanggu (tiga orang), dan Rumah Sakit Islam (RSI) Klaten (sebanyak lima orang).

Seorang pasien positif Covid-19 dirawat di RS Kudus. Sedangkan seorang pasien positif Covid-19 asal Tulung meninggal dunia.

Kudus

Kasus positif Covid-19 di Klaten yang meledak 20 dalam sehari tak lepas dari dua orang yang bekerja di Kudus. Sehari-harinya, kedua orang tersebut merupakan karyawan swasta di Kudus. Meski bekerja di Kudus, kedua pasien itu bekerja di tempat berbeda.

Salah seorang karyawan swasta asal Kudus sempat dalam kondisi sehat namun sering pulang ke rumahnya di Klaten dalam waktu satu pekan sekali. Sedangkan karyawan swasta lainnya yang bekerja di Kudus sempat balik ke rumahnya di Klaten karena sakit.

"Kami meminta ke warga di Klaten agar tetap tenang dan tidak boleh panik. Tetap disiplin dalam menaati protokol pencegaham Covid-19. Dengan adanya penambahan 20 pasien positif Covid-19 ini, kami kaget. Makanya saya langsung mengadakan rapat terbatas dengan seluruh Gusgas PP Covid-19 tingkat kecamatan di ruang B2 kompleks Setda Klaten sore ini," kata Bupati Klaten, Sri Mulyani, saat ditemui wartawan di kompleks Setda Klaten, Rabu (15/7/2020).

Sri Mulyani mengakui jumlah pasien positif Covid-19 di Klaten mengalami peningkatan pasca-Lebaran 2020. Hal itu tak terlepas dari semakin tingginya mobilitas warga di tengah pandemi Covid-19.

Di samping itu, aktivitas warga yang sering mondar-mandir, yakni yang bekerja di luar Klaten tapi sering pulang ke Klaten.

"Saya berharap kedisiplinan warga tetap terjaga [dalam menaati protokol Covid-19]. Kejujuran juga menjadi hal penting agar Klaten tidak jebol lagi. Hasil swab itu biasanya menunggu 5-6 hari. Selama menunggu hasilnya itu, ya jangan melakukan aktivitas seperti biasa [isolasi mandiri selama 14 hari]. Saat sakit, tidak boleh dibesuk siapa pun. Ini perlu dilakukan agar tak jadi bencana," katanya.

Hati-Hati

Sri Mulyani mengatakan pertambahan 20 pasien positif Covid-19 mengakibatkan Pemkab Klaten semakin berhati-hati dalam mengambil keputusan.

Pemkab Klaten tak akan membuka objek wisata dan tetap mewajibkan para pelajar menjalankan kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan sistem online alias dalam jaringan (daring).

"Tempat ibadah kami minta tetap taati standar operasional prosedur (SOP). Bagi perusahaan atau pun pusat perbelanjaan tetap siapkan tempat cuci tangan pakai sabun, alat pengukur suhu, dan lainnya [termasuk kewajiban pakai masker dan jaga jarak]," kata Sri Mulyani yang juga sebagai ketua Gusgas PP Covid-19 Klaten.

Jubir PP Covid-19 Klaten sekaligus Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten, Cahyono Widodo, mengatakan petugas Dinkes membuka peluang melakukan perluasan pelacakan pascaterpaparnya 20 warga Klaten terpapar virus corona.

Meski beberapa pasien positif Covid-19 diduga terpapar di Kudus, sebanyak 20 orang tersebut diketahui berstatus positif Covid-19 saat berada di Kabupaten Bersinar.

"Diketahuinya 20 pasien positif Covid-19 itu hasil tracking kami. Tak menutup kemungkinan, akan diperluas lagi pelacakannya. Apakah nanti dibutuhkan karantina skala dukuh atau desa, perlu dilihat lagi ke depannya," katanya.

Zona Apa?

Disinggung tentang status zona Covid-19 di Klaten yang meledak, Cahyono Widodo mengatakan Kabupaten Bersinar masih berzona oranye. Hal itu berdasarkan penilaian dari belasan indikator satu pekan sebelumnya.

"Klaten sempat zona kuning pekan lalu. Di pekan ini, zona oranye. Penambahan 20 orang ini belum dimasukkan ke indikator penilaian [dimasukkan pekan depan]. Soalnya, penilaian seperti itu kan dilakukan setiap pekan," katanya.

Saat Solopos.com menghubungi Camat Tulung, Suyamto dan Camat Klaten Utara, Widayatna, keduanya tak menjawab pesan singkat via WhatsApp (WA). Hal senada juga dilakukan Camat Polanharjo, Joko Handoyo. "Saya masih di Klaten," kata Joko Handoyo singkat.

Sebelum "digoncang" ledakan jumlah pasien mencapai 20 orang dalam satu hari, Kabupaten Klaten sempat "digoncang" penambahan pasien positif Covid-19 mencapai 15 orang dalam satu hari. Lonjakan hingga 15 pasien positif Covid-19 itu terjadi, Kamis (18/6/2020).

Tambahan 15 pasien positif Covid-19 itu terdiri dari tujuh orang di Kecamatan Bayat (laki-laki SP, 60; perempuan SK, 54; perempuan ST, 70; perempuan NH, 41; perempuan HAP, 10; laki-laki TWN, 17; perempuan SM, 38). Selanjutnya, dua orang dari Kecamatan Kebonarum (laki-laki RD, 75 dan laki-laki BA,33). Berikutnya, masing-masing satu orang di Kecamatan Pedan (perempuan S, 54/meninggal dunia); Kecamatan Cawas (perempuan JPS, 76); Kecamatan Tulung (laki-laki S, 55); Kecamatan Karangnongko (laki-laki P, 62); Kecamatan Wedi (laki-laki, AGA, 30); dan Kecamatan Trucuk (laki-laki, WM, 72).


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho