Melchias Mekeng Mengaku Dicecar KPK Soal Dugaan Uang Suap PLTU Riau-1 ke Golkar
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Bisnis-Abdullah Azzam)

Solopos.com, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Ketua Fraksi Partai Golkar, Melchias Markus Mekeng, soal dugaan aliran suap PLTU Riau-1 ke partai itu. Mekeng pun mengakui dicecar tim penyidik KPK soal dugaan aliran uang suap itu, namun dia menyatakan tak ada hubungannya dengan Partai Golkar.

"Ya ditanyakan [soal dugaan aliran suap PLTU Riau-1 ke Partai Golkar]. Cuma saya bilang enggak ada urusannya sama Munaslub sama Eni," kata Mekeng seusai diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Idrus Marham di Gedung Merah Putih KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (19/9/2018), dilansir Okezone.com.

Ketua Komisi XI DPR tersebut juga menyatakan diklarifikasi penyidik soal pengangkatan Eni Maulani Saragih di Komisi VII DPR. Kata Mekeng, ada 10 pertanyaan lebih yang diajukan penyidik kepada dirinya soal tugas Eni dan Idrus Marham di kasus ini.

"Ada sepuluh pertanyaan, lebih banyak kepada tugasnya Eni, terus penunjukkan Eni sama Idrus sebagai apa, lalu fungsinya Eni di munaslub," terangnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengungkapkan, pemeriksaan terhadap politikus Partai Golkar Melchias Mekeng untuk mengumpulkan bukti-bukti aliran suap PLTU Riau-1 ke Partai Golkar. ‎Sebab, sejak awal KPK sudah mengantongi adanya dugaan aliran dana tersebut.

‎"Dari awal saya sudah katakan prediksi [aliran suap PLTU Riau-1  ke Partai Golkar] itu ada, tapi sampai sekarang kita belum bisa membuktikan‎. Tapi prediksi itu ada," kata Basaria.

Menurut Basaria, pihaknya memang masih kekurangan cukup bukti untuk mengusut aliran dana suap PLTU-1 ke Partai Golkar. Oleh karenanya, salah satu pertanyaan yang digali penyidik dalam pemeriksaan Melchias Mekeng hari ini adalah dugaan aliran suap PLTU Riau-1 ke Partai Golkar.

"Itu yang saya katakan tadi, informasi itu sudah ada, prediksi kita sudah ada ke situ, tapi pembuktian itu belum dapat," terangnya.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, menjelaskan pihaknya memang sudah mengidentifikasi adanya aliran dana suap PLTU Riau-1 untuk Partai Golkar. Hal itu diperkuat setelah adanya pengembalian sebesar Rp700 juta dari pengurus Partai Golkar, beberapa waktu lalu.

"Dugaan aliran dana untuk pembiayaan kegiatan Partai Golkar itu sudah diidentifikasi, memang kami sudah mendapatkan beberapa petunjuk, ya ada dugaan aliran dana untuk pembiayaan kegiatan itu yang kemarin ketika kami melakukan pemeriksaan terhadap pengurus Partai Golkar," beber Febri.

"Ada pengembalian Rp700 juta tersebut itu yang baru diakui oleh pengurus salah satu pengurus Partai Golkar uang yang diduga diterima dari tersangka [Eni Maulani Saragih]," sambung Febri di kantornya.

KPK memanggil Mekeng bersama dua orang lainnya sebagai saksi untuk tersangka mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Eni Maulani Saragih (EMS). "Kami masih fokus pada pengetahuan para saksi terkait dengan salah satunya terkait dengan aliran dana pada pihak-pihak tertentu di PLTU Riau-1 ini, masih belum bisa disampaikan secara rinci aliran dananya dari siapa ke siapa," kata Febri dilansir Antara.

Selain Mekeng, dua saksi yang dipanggil untuk diperiksa itu antara lain staf khusus DPR Tahta Maharaya dan Herwin Tanuwidjaja dari unsur swasta. "Tentu yang jadi fokus saat ini, pertama adalah dugaan aliran dana pada tersangka apakah bagian dari Rp4,8 miliar yang sudah kami identifikasi untuk tersangka EMS atau dugaan penerimaan yang lain itu masih terus kami dalam lebih lanjut," kata Febri.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom