Melati Suryodarmo Sajikan Butter Dance di Hari Jadi Museum MACAN

Dalam jumpa pers virtual, Melati Suryodarmo mengatakan pameran tunggalnya kali ini merupakan sebuah ujian mental.

Newswire
Kamis, 21 Oktober 2021 - 17:35 WIB

SOLOPOS.COM - Melati Suryodarmo. (Dewan Kesenian Jakarta)

Solopos.com, SOLO-Seniman asal Solo, Melati Suryodarmo, bakal menggelar pertunjukan spesial di hari jadi Museum MACAN yang keempat. Perayaan itu digelar bersamaan dengan pameran tunggal Why the Let Chicken Run? yang masih berlangsung sejak Februari 2020.

Dalam jumpa pers virtual, Melati Suryodarmo mengatakan pameran tunggalnya kali ini merupakan sebuah ujian mental. “Pameran ini sudah dibuka sejak akhir Februari 2020 dan masih berlangsung di Oktober sampai November 2021. Jadi sudah 1,5 tahun lebih pameran ini berlangsung dengan tanda petik ya,” ujar Melati Suryodarmo, Kamis (21/10/2021).

Pameran tunggal Melati Suryodarmo adalah salah satu yang terkena imbas pandemi. Setelah dibuka selama sekitar dua minggu, eksibisinya langsung ditutup karena kasus Covid-19 di Indonesia meningkat tajam.

Baca Juga: Jadi Artis Muda Terkaya, Ini Sumber Kekayaan Stefan William

“Tentunya masa pandemi ini membuat banyak hal terombang-ambing. Banyak rekanan seniman lainnya yang juga teruji mentalnya dalam menghadapi pandemi,” sambung Melati seperti dikutip dari Detik.com, Kamis (21/10/2021).

Dia merasakan karya seni instalasi yang dipajang di Museum MACAN turut bermeditasi. Melati menyebutnya sebagai ‘penunggu MACAN’ terlama. “Tidak meninggalkan MACAN selama 1,5 tahun,” tambahnya.

Mulai akhir bulan ini sampai pertengahan November 2021, Melati Suryodarmo bakal menggelar performans yang sudah dijanjikannya kepada publik. “Kali ini saya mau memenuhi janji saya untuk performans karya yang bagi saya penting untuk ditampilkan atau disajikan penonton Indonesia,” kata Melati.

Baca Juga: BTS Jadi Nomine Empat Kategori MTV Europe Music Awards 2021

Salah satu performans yang bakal disajikan adalah Butter Dance. Karya tersebut diakui Melati sebagai karya terlama sekaligus yang membuat dirinya melanglang buana. Performance art Butter Dance kali pertama ditampilkan di Goethe-Institut pada 2006. “Ini performans kedua yang dilakukan di Jakarta dan di atas usia saya yang menginjak di atas 50 tahun dengan sepenuh hati di akhir pameran,” bebernya.

Melati Suryodarmo telah melahirkan banyak karya antara lain Rindu, Bubble Jam, Tarung, The Promise, Boundaries That Lie, The Black Ball, The Seed, dan masih banyak lainnya. Karya-karya ini telah ditampilkan di sejumlah negara antara lain Jerman, Inggris, Singapura, dan sebagainya.

 

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif