FX. Hadi Rudyatmo (Istimewa)

Solopos.com, SOLO -- Ketua DPC PDIP Solo, F.X. Hadi Rudyatmo (Rudy), mengaku tidak tahu siapa yang dimaksud Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, ihwal calon kepala daerah (cakada) yang main atau lewat pintu belakang untuk mendapatkan rekomendasi.

Yang pasti, Rudy mengaku tidak pernah main belakang dalam setiap pertemuan politik dengan Megawati.

Lah sapa sik lewat pintu mburi? Aku lewat pintu ngarep terus. Pintu ngarep gedhe kae [Siapa yang lewat pintu belakang? Saya lewat depan terus. Pintu depan besar itu],” ujar dia saat diwawancara Solopos.com dan awak media lain, Selasa (21/1/2020).

Wali Kota Solo itu menilai mestinya awak media menanyakan hal tersebut langsung kepada Megawati Soekarnoputri secara langsung.

Tragis, Pria Ditemukan Tewas Tengkurap di Atas Istri Tertimpa Kandang Ayam

“Ya kalau Bu Mega yang menyampaikan seperti itu tanya langsung kepada Ketua Umum. Masak takok aku [Masa tanya saya],” sambung dia tersenyum.

Menurut Rudy, Megawati merupakan sosok yang bijaksana. Tapi dia mengingatkan agar jangan pernah ada yang mendahului apa yang belum diputuskan.

Beli Rumah? Ajukan KPR Online di Sini, Gampang Banget!

Dia mengaku sedih saat ada orang-orang yang tega membohongi Megawati Soekarnoputri.

“Ketum saya ini orangnya bijaksana. Yang kedua jangan didahului dan yang paling saya sedih dibohongi. Dengan adanya kasus kemarin kan tidak mungkin Ketum cek Si A, Si B, Si C, urutan berapa. Jangan dibohongi, juga jangan didahului,” tutur dia.

Driver Ojol Cantik Ini Melawan saat Dipepet Penumpang Laki-laki Nakal

Rudy menilai Megawati adalah sosok yang belum sejahtera lahir dan batin. Sebab selama ini Megawati kerap dijadikan kambing hitam dalam berbagai persoalan.

“Kalau benar-benar kader PDIP tentunya tidak mau melakukan hal itu,” imbuh dia.

Patut Dicoba! Tips Agar Tak Mendengkur saat Tidur

Sebelumnya, dalam perayaan Natal keluarga besar PDIP di Manado, Sulawesi Utara, beberapa waktu lalu, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyindir calon kepala daerah yang meminta rekomendasinya lewat "pintu belakang".

PDIP menyebut peristiwa itu terjadi pada saat Rakernas I PDIP.

Mulai Juli 2020, Beli Elpiji 3 Kg Pakai Aplikasi Scan Barcode

Mega saat itu mengungkapkan adanya calon pemimpin yang ingin maju dalam pilkada dan meminta langsung rekomendasi kepadanya.

Ketua Bidang Pemenangan Pemilu PDIP Bambang Wuryanto menjelaskan maksud Megawati itu.

Biar Bisa Capai Orgasme, Ini Cara Stimulasi Payudara Wanita

"Begini, itu orang mungkin merasa kenal sama Ibu Ketum, sementara di PDIP kita tahu kekuasaan di Ibu Ketum, kemudian orang itu nyelonong minta rekomendasi. Karena merasa sudah dekat," kata Bambang kepada wartawan, Senin (20/1/2020), dilansir Detik.com.

Mahasiswi Cantik UNS Solo Sukses Jualan Sari Lemon Beromzet Ratusan Juta

"Kalau tidak salah peristiwa itu terjadi pada saat Rakernas, nah itu kan tidak benar. Meski kita itu hierarkinya komando, tetapi setiap proses ada prosedurnya," sambung Bambang.

Heboh Virus Corona, Kenali Gejalanya & Pahami Pencegahannya!

Menurut Bambang, calon kepala daerah seharusnya mengikuti prosedur yang ditetapkan PDIP. Sebab, prosedur tersebut juga untuk edukasi politik bagi calon kepala daerah.

Lowongan Kerja Terbaru, Klik di Sini!

Menanggapi pernyataan Megawati, salah satu bakal calon Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, juga telah menegaskan dirinya tak pernah main belakang.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten