Mega Tampilkan Prananda, Potensi Muncul Kubu-Kubuan di Internal PDIP

Umam khawatir kemunculan Prananda berimbas buruk bagi PDIP sendiri. Bukan tak mungkin kehadiran Prananda membuka potensi kubu-kubuan di kalangan internal PDIP.

 Megawati dan Prananda Prabowo. Foto diambil sebelum pandemi Covid-19. (dok/PDIP)

SOLOPOS.COM - Megawati dan Prananda Prabowo. Foto diambil sebelum pandemi Covid-19. (dok/PDIP)

Solopos.com, JAKARTA - Sosok putra Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri, Prananda Prabowo, muncul dalam acara peresmian patung Presiden ke-1 Sukarno di Kementerian Pertahanan (Kemenhan) pekan lalu. Prananda mendampingi Megawati bersama Menhan, Prabowo Subianto, meresmikan patung Sukarno.

Kehadiran Prananda mendampingi Megawati mencuri perhatian. Sebab, Prananda diketahui jarang tampil di publik. Dan biasanya Puan Maharani-lah yang mendampingi Megawati dalam berbagai acara.

"Belakangan ini, Mega berusaha menampilkan peran Prananda, yang selama ini berada di balik layar. Mega ingin kehadiran Prananda di ruang publik bisa memperkuat level pengenalan publik," kata Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs, Ahmad Khoirul Umam, kepada wartawan, Selasa (8/6/2021).

Pekan Ini, Arab Saudi Umumkan Kepastian Ibadah Haji 2021

Umam khawatir kemunculan Prananda berimbas buruk bagi PDIP sendiri. Bukan tak mungkin kehadiran Prananda membuka potensi kubu-kubuan di kalangan internal PDIP.

"Tapi memang kehadiran Prananda ini dikhawatirkan membuka potensi faksionalisme dan berhadapan dengan kekuatan Puan. Karena itu, stabilitas internal PDIP ke depan akan sangat bergantung pada sikap Megawati," sebut Umam.

Lebih lanjut Umam mengingatkan potensi saling sikut antara kubu Prananda dan Puan harus diantisipasi oleh PDIP. Potensi benturan antarkubu itu bahkan sangat terbuka untuk terjadi jika peran Megawati melemah.

Dana Haji Capai Rp150 Triliun, BPKH Jamin Tidak untuk Infrastruktur

 

Peresmian Patung

"Di sinilah yang harus diantisipasi. Jika peran Mega mulai melemah, PDIP berpotensi rentan mengalami benturan antarkepentingan dan kelompok internalnya," ucap Umam.

Seperti diketahui, Prananda merupakan salah seorang elite PDIP yang mendampingi Megawati dalam peresmian patung Sukarno di kantor Kemenhan. Selain Prananda, Megawati didampingi Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, dan Ketua DPP PDIP, Yasonna H. Laoly.

Dalam acara peresmian, Prananda juga mendampingi Megawati saat hendak memberikan sambutan. Prananda mengantarkan Megawati menuju podium untuk memberikan sambutan.

Pekan Ini, Arab Saudi Umumkan Kepastian Ibadah Haji 2021

Prananda jarang tampil sendiri. Penampilan Ketua Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Ekonomi Digital DPP PDIP itu ke publik lebih sering karena mendampingi sang ibunda.

Prananda kerap mendampingi Megawati saat di Kongres maupun rakernas PDIP. Dia juga sering terlihat menemani Presiden ke-5 RI itu menerima gelar honoris causa, di Indonesia, Jepang, hingga Tiongkok.

Berita Terkait

Espos Premium

Akhirnya Indonesia Pilih Kapal Perang Baru Desain Inggris

Akhirnya Indonesia Pilih Kapal Perang Baru Desain Inggris

Indonesia membeli lisensi desain kapal perang jenis frigat yang akan dibuat oleh PT PAL di Surabaya. Desain yang dipilih adalah Arrowhead 140 dari Babcock, Inggris, yang berbobot lebih dari 5.000 ton dan akan menjadi kapal frigat terbesar Indonesia.

Berita Terkini

118,36 Juta Dosis Telah Disuntikkan, Pemerintah Terus Upayakan Akselerasi Vaksinasi

Akselerasi vaksinasi baik dalam hal distribusi maupun pelaksanaannya terus dilakukan Pemerintah.

Akhirnya Indonesia Pilih Kapal Perang Baru Desain Inggris

Indonesia membeli lisensi desain kapal perang jenis frigat yang akan dibuat oleh PT PAL di Surabaya. Desain yang dipilih adalah Arrowhead 140 dari Babcock, Inggris, yang berbobot lebih dari 5.000 ton dan akan menjadi kapal frigat terbesar Indonesia.

Buntut Buka-Bukaan Soal Gaji, Krisdayanti Dipanggil Fraksi PDIP, Diberi Sanksi?

Krisdayanti dipanggil Fraksi PDIP DPR RI untuk dimintai klarifikasi terkait pernyataannya soal gaji DPR yang membuat heboh.

Kapal Pengayoman IV Milik Kemenkum HAM Terbalik di Cilacap, 2 Meninggal 5 Selamat

Kapal Pengayoman IV milik Kemenkum HAM terbalik di Cilacapn karena embusan angin kencang yang membuat kapal terbalik.

KPK Rilis Barang Bukti dan Tersangka OTT Kalimatan Selatan

Barang bukti uang senilai Rp345 juta

Guru Besar IPB Sebut Sapi Bisa Memicu Pemanasan Global, Kok?

Sapi dianggap bisa berdampak pada terjadinya pemanasan global akibat gas metana yang hewan ini keluarkan saat bersendawa.

Relawan Kawan Sandi Mulai Bergerak, Dukung Sandiaga Uno Nyapres

Relawan Kawan Sandi dideklarasikan kemarin, Kamis (16/9/2021) sejatinya untuk memperjuangkan nasib rakyat kecil di tengah pandemi.

Samudra Biru Penjara

Keahlian kunci merehabilitasi narapidana ternyata berada di luar ranah kementerian yang bertanggung jawab atas eksistensi dan pengelolaan penjara.

Closing Ceremony of 2nd AP IEOM 2021: IEOM Society Awards Universitas Sebelas Maret

Universitas Sebelas Maret was successful as host of the Second Asia Pacific Conference on Industrial Engineering and Operations Management (2nd APIEOM), September 13-16, 2021.

Round Up: JoMan Kasih Dukungan Nyapres, Ganjar Ngaku Sibuk Mikir Covid-19

Dua kelompok sukarelawan, Ganjarist dan Jokowi Mania (JoMan) kini menyatakan dukungannya kepada Ganjar Pranowo untuk nyapres. Namun, sejauh ini Ganjar masih acuh dengan dukungan itu.

10 Berita Terpopuler : Jejak Istana Konglomerat Pertama Asia Tenggara di Semarang - Bupati Sragen Dilaporkan ke Polisi

Kisah istana peninggalan konglomerat di Semarang hingga Bupati Sragen dilaporkan ke polisi masuk daftar 10 berita terpopuler Solopos.com pagi ini.

Kamu Vaksin di Luar Negeri? Ini Cara Dapat Sertifikat Vaksinasi di Aplikasi Pedulilindungi

Berikut ini terdapat cara memperoleh sertifikat vaksinasi di aplikasi Pedulilindungi bagi kamu yang melakukan vaksin di luar negeri.

Solopos Hari Ini: Tarik Menarik Mesin Sukarelawan, Menyayangkan Dinginnya Sikap Presiden

Dukungan JoMan kepada Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, untuk maju menjadi capres 2024 menjadi ulasan utama Koran Solopos hari ini.

Wartawan Ditemukan Mengapung di Sungai

Belum diketahui apa penyebab yang membuat korban meninggal dunia karena masih dilakukan penyelidikan.

IDI: Sesuai Konvensi Jenewa, Nakes Harus Dilindungi dari Siapapun

Sesuai Konvensi Jenewa 1949, nakes harus dilindungi.

Ya Tuhan, Jenazah Nakes Korban KKB Papua Belum Bisa Dievakuasi

Jenazah korban berada di kedalaman sekitar 500 meter sehingga cukup sulit untuk dievakuasi dengan peralatan seadanya