Tutup Iklan

Mega Korupsi Jiwa Sraya, 1.200 Aset Belum Laku!

PT Jiwasraya bahkan tercatat memiliki aset gedung di pengujung utara Indonesia, yakni di Pulau Sangihe yang berbatasan dengan Filipina.

 Infografis Skandal Jiwasraya & Asabri (Solopos/Whisnupaksa)

SOLOPOS.COM - Infografis Skandal Jiwasraya & Asabri (Solopos/Whisnupaksa)

Solopos.com, JAKARTA — Mega korupsi di PT Asuransi Jiwasraya memang mencengangkan. Ada 1.200 aset hasil korupsi yang akan dilelang oleh negara.

Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan saat ini proses lelang masih berlangsung dan berjalan secara appraisal dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengakui pelelangan aset Jiwasraya membutuhkan waktu karena aset yang akan dilelang terletak di berbagai daerah.

Pernyataan itu diungkapkan untuk menanggapi kabar yang menyebutkan Kejagung baru menyetor Rp11,697 miliar ke kas negara dalam kasus korupsi yang merugikan negara triliunan rupiah tersebut.

“Ini juga terkait waktu dan anggaran pelaksanaan eksekusi,” jelas Leonard dikutip Bisnis, Jumat (22/10/2021).

Kejagung mengakui pihaknya baru menyetorkan uang sebesar Rp11,697 miliar dari total kerugian negara dalam kasus tindak pidana korupsi PT Asuransi Jiwasraya sebesar Rp16,8 triliun ke kas negara.

Baru 11,6 Miliar

Leonard Eben Ezer mengemukakan masih ada 1.200 item aset yang belum berhasil terjual pada lelang perkara tindak pidana korupsi Asuransi Jiwasraya.

Alhasil sejauh ini, menurut Leonard, aset yang sudah terjual baru mencapai Rp11,697 miliar dan uang tersebut diklaim sudah disetor ke kas negara.

PT Asuransi Jiwasraya (Persero) tercatat memiliki aset properti yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Bahkan Jiwasraya punya aset di pulau yang berbatasan dengan Filipina.

Akan tetapi, aset-aset senilai Rp6,7 triliun itu tak kunjung menemukan pembeli. Padahal, aset tersebut semestinya bisa digunakan untuk menyehatkan keuangan Jiwasraya.

Baca Juga: Ternyata Aset Properti Jiwasraya Di Mana-Mana, Sampai Pulau Perbatasan Filipina 

Direktur Utama Jiwasraya Hexana Tri Sasongko menjelaskan perseroan memiliki “senjata cadangan” yang bisa digunakan untuk penyehatan keuangan, yakni aset properti.

Sebagai perusahaan asuransi tertua di Indonesia, aset properti Jiwasraya tersebar di mana-mana.

Hampir di setiap wilayah ada kantor Jiwasraya yang bertempat di gedungnya sendiri. Gedung kantor berukuran besar bahkan dapat ditemukan di sejumlah kota besar.

Dia menjabarkan aset-aset properti Jiwasraya misalnya berada di Bandung, Jogja, Jember, Surabaya, Banyuwangi, Denpasar, Medan, dan Makassar.

Meskipun gedung-gedung itu berukuran besar, tetapi justru disayangkan keberadaannya oleh Hexana karena “tidak ditempati oleh orang”.

Baca Juga: Opsi Jiwasraya Disuntik Negara Rp15 Triliun, Uang Dijejer Bisa Setengah Keliling Bumi 

Menurutnya, kantor-kantor besar itu tidak menunjang operasional bisnis asuransi pada masa kini, yang dapat memanfaatkan berbagai layanan digital.

Selain itu, operasional bisnis Jiwasraya pun dipusatkan ke Jakarta, salah satunya karena perseroan menghadapi masalah keuangan yang genting.

“Wuh, [kantor] gede-gede enggak ada orangnya. Mau aku jual, tapi siapa mau beli? Asuransi itu enggak butuh banyak orang di daerah. Orang itu cuma menunggu kalau ada nasabah mau bertanya atau apa,” ujar Hexana dalam wawancara khusus bersama Bisnis, beberapa waktu lalu.

Aset di Filipina

Jiwasraya bahkan tercatat memiliki aset gedung di pengujung utara Indonesia, yakni di Pulau Sangihe yang berbatasan dengan Filipina.

Menurut Hexana, gedung yang terletak di Jl. Malahasa tersebut merupakan salah satu warisan pemerintahan kolonial Belanda saat mendirikan Jiwasraya.

Menurutnya, sebagai perusahaan tertua di Indonesia, sejak pertama didirikan manajemen fokus mengembangkan aset dengan membeli tanah dan membangun gedung.

Hal tersebut dilakukan karena keterbatasan instrumen investasi kala itu.

Baca Juga: Masih Beroperasi, Ini Profil 13 Manajer Investasi yang Terjerat Kasus Jiwasraya 

Saat ini, total aset properti Jiwasraya memiliki nilai Rp6,7 triliun. Dalam kondisi keuangan yang kritis karena adanya utang klaim senilai Rp18 triliun, aset properti itu menjadi harapan sumber dana perseroan.

Hexana menjelaskan bahwa meskipun jumlahnya besar, aset properti sangat sulit dijual dalam kondisi perekonomian yang penuh tekanan akibat pandemi Covid-19.

Dana yang diperoleh perseroan dari penjualan aset properti Jiwasraya pun tidak akan langsung digunakan untuk pembayaran klaim.

Menurut Hexana, sumber dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan portofolio investasi keuangan.

Dalam kondisi tunggakan klaim yang menggunung, perseroan harus memiliki aset yang likuid, bukan seperti properti.


Berita Terkait

Berita Terkini

Kisah Wanita 74 Tahun Menikah dengan Sapi, Ternyata Ini Alasannya

Seorang perempuan berusia 74 tahun secara mengejutkan menikahi seekor sapi yang telah menciumnya.

Dirilis! Ini Daftar Lengkap UMK Kota dan Kabupaten se-Jawa Tengah 2022

Berikut ini terdapat daftar upah minimum kabupaten/kota (UMK) se-Jawa Tengah 2022 yang ditetapkan Gubernur Ganjar Pranowo.

Solopos Hari Ini: UMK Tak Jauh dari UMP

Di Solo, Wali Kota Gibran Rakabuming Raka akhirnya menandatangani UMK 2022 yang hanya naik sekitar Rp21.000 dari tahun sebelumnya.

Sejarah Hari Ini : 1 Desember 1941, Jepang Putuskan Perang Lawan AS

Keputusan Jepang berperang melawan Amerika Serikat dalam Perang Dunia II menjadi salah satu peristiwa yang terangkum dalam Sejarah Hari Ini, 1 Desember.

Catat! Objek wisata Kawasan Gunung Rinjani Tutup Sampai Maret 2022

Objek wisata alam di kawasan Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat, ditutup dari 29 November 2021 sampai 31 Maret 2022.

Jambret Dibekuk Berkat Aksi Berani Pemotor Nabrak dari Belakang

Pengendara sepeda motor itu menabrak kendaraan kedua pelaku yang baru saja merampas handphone milik seorang pelajar yang berjalan ke sekolah.

Tragedi Bekasi: Dendam lalu Memutilasi Teman Jadi 10 Bagian

Kepolisian mengungkapkan kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap seorang pria berinisial RS yang jasadnya dibuang di Kabupaten Bekasi, bermotif dendam.

Peredaran Sabu-Sabu 100 Kilogram Digagalkan Polda Aceh

Peredaran narkoba jenis sabu-sabu dengan berat mencapai 100 kilogram digagalkan Direktorat Reserse Narkoba Polda Aceh.

Sopir Melawan Arus di Tol Alami Demensia, Ini Penjelasannya

Demensia disebabkan oleh rusaknya sel saraf dan hubungan antar saraf pada otak.

Jadi Tersangka, Sopir Pikun yang Melawan Arah di Tol Tak Ditahan

Sopir Mercy tersebut tidak ditahan dikarenakan yang bersangkutan mengidap demensia atau penurunan daya ingat alias pikun.

Korban Penembakan Ipda OS di Exit Tol Bintaro Mengaku Wartawan

Namun, Zulpan belum bisa menjelaskan lebih lanjut mengenai pengakuan korban soal status wartawan tersebut.

Terbelit Utang, Keluarga Polisi Diusir Puluhan Preman

Pengusiran yang terjadi pada awal Oktober 2021 itu membuat R dan keluarganya harus berpindah-pindah tempat tinggal.

Melindungi Orang yang Terancam, Polisi Tembak Mati Pengganggu

Satu orang yang ditembak bernama Poltak Pasaribu meninggal dunia saat menjalani perawatan di RS Kramat Jati, Minggu (28/11/2021) sedangkan satu lainnya menderita luka dan dalam perawatan.

Dinilai Luwes, Partai Nasdem Masuk 3 Besar Parpol

Survei yang dilakukan oleh New Indonesia Research & Consulting menunjukkan Partai Nasdem berhasil masuk ke barisan tiga besar partai politik di Tanah Air dengan elektabilitas mencapai 9,3 persen.

Giliran Mahasiswi Unsri Ngaku Dilecehkan Dosen Skripsi

Selain korban DR tersebut, Masnoni membenarkan ada dua orang mahasiswi lain yang menjadi korban pelecehan seksual dari oknum dosen di kampusnya.

Covid-19 Reda, Kepuasan Publik kepada Jokowi Meningkat

Menurut dia, naiknya tingkat kepuasan menunjukkan kebijakan pengendalian Covid-19 yang dipilih pemerintah efektif dalam menekan lonjakan kasus serta berdampak pada pelonggaran kegiatan ekonomi masyarakat.