Median Jalan Depan Wika Boyolali Dibuka Kembali Pascakecelakaan Tewaskan 7 Orang
Truk keluar masuk kawasan pertigaan Wika, Mojosongo, Boyolali, Rabu (24/10/2018). (Solopos-Akhmad Ludiyanto)

Solopos.com, BOYOLALI -- Bukaan median jalan di kawasan pertigaan Wika, Mojosongo, Boyolali, yang sempat ditutup setelah kecelakaan merenggut tujuh nyawa pada Sabtu (13/10/2018) lalu segera dibuka kembali.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Boyolali Untung Raharjo mengatakan telah menggelar rapat koordinasi dengan pihak-pihak terkait di Mapolres Boyolali beberapa waktu lalu untuk membahas pembukaan median jalan di jalur Solo-Semarang ini.

Koordinasi itu melibatkan Balai Besar Jalan Nasional, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR), Bina Marga Provinsi Jateng, Polres Boyolali, dan lainnya. “Hasilnya, median jalan di pertigaan Wika ini akan dibuka,“ ujarnya, Rabu (24/10/2018).

Meski demikian, ada beberapa kondisi yang harus dipenuhi terkait pembukaan median jalan itu. Pertama, harus ada petugas yang mengatur lalu lintas di kawasan itu.

Tujuannya agar risiko kecelakaan akibat aktivitas penyeberangan di kawasan itu bisa diminimalkan. Namun dia tidak menjelaskan petugas dari pihak mana yang akan ditugaskan menjaga lokasi itu.

Kedua, lanjut Untung, di kawasan itu harus dipasang rambu peringatan agar pengguna jalan lebih waspada. Selain itu pita kejut juga harus dipasang di titik sebelum dan sesudah pertigaan.

“Pita kejut sangat penting untuk mengingatkan pengguna jalan agar mengurangi kecepatan kendaraan mereka,” kata Untung.

Sementara itu, median jalan perlu direnovasi, khususnya penambahan ketinggian dari yang ada sekarang yakni sekitar 30 cm. Dengan median yang tinggi di sekitar pertigaan itu diharapkan tak ada lagi kasus kecelakaan kendaraan yang melompati median jalan.

Sebelumnya, Dishub Boyolali berencana menutup permanen bukaan median jalan di pertigaan tersebut. Dengan penutupan median jalan di pertigaan Wika ini, nantinya yang bisa keluar masuk pertigaan hanya pengguna jalan di lajur utara atau lajur arah Semarang-Solo.

Sedangkan kendaraan dari arah selatan atau arah Solo menuju Semarang yang akan masuk ke pertigaan harus berbelok di bukaan median di tempat lain, yakni di depan Mapolres Boyolali yang berjarak sekitar 1 km di sebelah barat dan perempatan Randusari yang berjarak sekitar 1 km di sebelah timur.

Dishub menyadari pertigaan tersebut cukup vital karena digunakan truk-truk besar keluar masuk ke PT Wijaya Karya Beton yang berada sekitar 500 meter di utara pertigaan. Belum lagi ribuan orang di Mojosongo dan Boyolali Kota setiap hari mengakses pertigaan tersebut. Karenanya rencana penutupan median perlu kajian mendalam.

Avatar
Editor:
Suharsih


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom