Satai kambing (Pictagram)

Solopos.com, SOLO – Konsumsi daging kambing beberapa hari setelah perayaan Iduladha cenderung meningkat. Namun, bagi beberapa orang yang menderita hipertensi cenderung membatasi atau bahkan menghindari konsumsi daging kambing.

Seperti diketahui, selama ini daging kambing dipercaya meningkatkan tekanan darah. Itulah sebabnya orang yang tekanan darahnya rendah disarankan mengonsumsi daging kambing. Sebaliknya, penderita hipertensi dianjurkan tidak terlalu banyak mengonsumsi daging kambing.

Sejumlah hasil penelitian seperti dilansir Boldsky, Selasa (14/8/2019) menyebut konsumsi daging kambing berpotensi meningkatkan tekanan darah dalam waktu singkat. Hal ini terjadi lantaran daging kambing kaya akan zat besi yang sangat baik untuk darah.

Kandungan zat besi yang cukup tinggi pada daging kambing itu semestinya diwaspadai oleh penderita hipertensi. Sebab, mengonsumsi daging kambing berpotensi meningkatkan tekanan darah secara mendadak.

Daging kambing berpotensi meningkatkan tekanan darah secara mendadak ketimbang jenis daging lainnya,” terang dokter spesialis saraf Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Amanda Tiksnadi, seperti dikutip dari Liputan 6, Rabu (14/8/2019).

Meski demikian, daging kambiing bukan satu-satunya pemicu lonjakan tekanan darah. Berbagai bahan yang dimasukkan ke dalam olahan daging kambing juga meningkatkan risiko lonjakan tekanan darah. Salah satunya adalah garam yang juga menjadi penyebab strok hingga serangan jantung.




Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten