Mbah Minto yang Tebas Pencuri Ikan Dituntut 2 Tahun Penjara

Pengacara Mbah Minto menilai tuntutan JPU tak mempertimbangkan hukum sebab akibat. Apalagi usia Mbah Minto sudah sepuh.

 Mbah Minto, kakek penjaga kolam di Demak yang ditahan seusai bacok pencuri. (suara.com/Instagram)

SOLOPOS.COM - Mbah Minto, kakek penjaga kolam di Demak yang ditahan seusai bacok pencuri. (suara.com/Instagram)

Solopos.com, DEMAK — Seorang pria lanjut usia asal Demak, Jawa Tengah, Kasmito alias Mbah Minto, 74. Aksinya membela diri melawan seorang pencuri justru berbuntut kasus hukum. Ia dituntut dua tahun penjara oleh jaksa penuntut umum dalam sidang yang digelar di PN Demak, Senin (29/11/2021).

Melansir suara.com,  kuasa hukum Mbah Minto, Haryanto, mengatakan tim kuasa hukum merasa keberatan terhadap tuntutan dua tahun oleh JPU. “Melihat kondisi Mbah Minto yang lanjut usia dan Mbah Minto melakukan itu kan adanya hukum sebab akibat. Ada pencurian akhirnya ada penganiayaan itu,” jelasnya saat dihubungi, Selasa (30/11/2021).

Untuk itu, dia meminta agar majelis hakim mempertimbangkan hal tersebut. Menurutnya, jika tak ada pencarian makan tak ada penganiayaan tersebut.

“Kalau melihat asas keadilan, ini kan keadilannya di mana, dia kan menjaga kolam ikan,” katanya.

Baca Juga: Begini Kabar Terbaru Mbah Minto, Kakek di Demak yang Bacok Pencuri

Selain itu, kalau melihat asas manfaat, kalau mempidana Mbah Minto di usia lanjut melanggar HAM. Menurutnya, soal kepastian hukum Mbah Minto pada posisi melakukan penganiayaan namun bisa dilihat dari sudut pandang yang lain.

“Harus dicari faktor penyebabnya itu apa Mbah Minta melakukan itu,” ucapnya.

Ke depannya, untuk sidang yang akan datang pihaknya akan melakukan pembelaan secara hukum. Dia meminta agar majelis hakim dapat melihat secara adil dalam kasus tersebut. “Saat ini Mbah Minto masih ditahan di rutan,” paparnya.

Kronologi

Seperti diberitakan, dalam sidang perdana yang digelar secara daring pada Senin (25/10/2021), JPU mendakwa Mbah Minto dengan pasal penganiayaan yang menimbulkan luka berat. Peristiwa penganiayaan itu terjadi di Desa Pasir, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, Selasa (7/9/2021) sekitar pukul 19.00 WIB.

“Bahwa pada hari Selasa, tanggal 7 September 2021, sekitar pukul 18.00 WIB saksi korban Marjani berangkat dari rumah menggunakan sepeda motor untuk menyetrum ikan menuju Desa Pasir, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak. Setelah sampai di lokasi kolam ikan yang berada di kebun jambu, saksi korban merangkai alat setrum ikan dan bersiap untuk memasuki area kolam ikan. Setelah selesai melakukan persiapan, kemudian saksi korban turun ke dalam kolam ikan,” kata JPU saat sidang di Pengadilan Negeri (PN) Demak, dikutip dari Detik.com, Senin (25/10/2021).

Baca Juga: Duh, Penangguhan Penahanan Ditolak, Mbah Minto Demak Tetap Dibui

“Bahwa semua kegiatan yang dilakukan oleh saksi korban tersebut di sekitar lokasi kolam ikan yang berada di kebun jambu sudah dipantau dan diamati oleh terdakwa Kasmito dari jauh secara bersembunyi dan mengendap-endap,” sambungnya.

Handi menyebut Mbah Minto yang telah menyaksikan perbuatan korban yang menyetrum ikan itu lalu menyabetkan celurit. Jaksa menyebut korban sempat meminta ampun, tapi Mbah Minto tetap mengayunkan celurit tersebut.

“Saksi korban sempat berbalik dan meminta maaf dengan berkata ‘kula melu urip mbah’ [saya masih ingin hidup mbah]. Namun tidak dihiraukan oleh terdakwa, kemudian terdakwa kembali menyabetkan celuritnya ke arah tubuh saksi korban,” imbuh Handi.

Jaksa menyebut korban lalu melarikan diri ke luar kolam menuju ke arah sepeda motornya. Korban yang belakangan dilaporkan sebagai pencuri ikan di kolam tersebut lalu kabur meninggalkan lokasi.

“Namun karena luka yang dialami cukup parah dan banyak mengeluarkan darah, saksi korban meminta pertolongan oleh orang warung pinggir jalan, sehingga dibawa ke RSUD Sunan Kalijaga Demak,” terang Handi.

Jaksa menyebut dari hasil visum pada 13 September 2021, korban dinyatakan mengalami luka berat yang bisa mendatangkan maut. Visum ini dilakukan oleh dokter dari RSUD Sunan Kalijaga Demak. Atas perbuatannya, Mbah Minto didakwa melanggar Pasal 363 ayat (2) KUHP.

Berita Terkait

Espos Plus

Jaksa Ajukan Banding, Jurnalis Tempo Masih Dilindungi LPSK

+ PLUS Jaksa Ajukan Banding, Jurnalis Tempo Masih Dilindungi LPSK

Jurnalis Tempo di Kota Surabaya, Jawa Timur, Nurhadi, hingga kini masih dalam perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Jaksa penuntut umum mengajukan banding atas vonis terhadap dua polisi penganiaya Nurhadi.

Berita Terkini

+ PLUS Pranata Mangsa dalam Jejak Ilmu Astronomi di Balik Kemegahan Borobudur

Pembangunan Candi Borobudur disebut menunjukkan Matematika kuno dan telah mempertimbangkan ilmu Astronomi.

Hendak Salip Truk, Pengendara Motor di Pati Meninggal

Kecelakaan maut menimpa seorang pengendara motor di Kabupaten Pati yang terlindas truk saat berusaha menyalip truk dari sisi kiri.

Mahasiswa UKSW Ikuti MBKM, 4 Bulan Dampingi 13 Sekolah di Kupang

UKSW menyerahkan langsung ke-13 mahasiswa yang ikut MBKM kepada Bupati Kabupaten Kupang di Kantor Bupati Kabupaten Kupang, Selasa (11/01/2022).

Gunung Srandil di Cilacap Menjadi Pepunden Tertua di Tanah Jawa

Gunung Srandil tidak hanya terdapat petilasan leluhur, tetapi juga termasuk pepunden tertua di Tanah Jawa.

Asale Gunung Srandil Cilacap, Ada Petilasan Ki Semar Leluhur Tanah Jawa

Inilah asal mula nama Gunung Srandil Cilacap yang terdapat petilasan leluhur tanah Jawa, Ki Semar.

Hadirkan Semangat UMKM Lokal di Semarang, Ini Promo dari ShopeePay

ShopeePay, selaku penyedia layanan pembayaran digital menghadirkan program Semangat UMKM Lokal di Semarang dengan menawarkan promo diskon berbelanja di sentra UMKM.

Pria Tanpa Busana Meninggal di Kamar Hotel Kudus, Polisi Temukan Ini

Penemuan mayat pria tanpa busana di sebuah hotel di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng), membuat warga geger.

Goa Jatijajar, Wisata Hits Kebumen Sejak Era Kolonial

Di dalam dinding Goa Jatijajar Kebumen, Jawa Tengah, ditemukan banyak coretan nama orang dari aspal cair.

Misteri Sosok Ki Semar Disebut Leluhur Tanah Jawa

Asal usul tentang Semar yang diyakini sebagai leluhur tanah Jawa masih menjadi misteri yang belum terpecahkan.

Mahasiswa Fisikom UKSW Terbitkan Buku Sepak Terjang Organisasi Wanita Salatiga

Penerbitan buku ini merupakan salah satu output penyelenggaraan Pembelajaran Lapangan Terpadu (PLT) yang diadakan Fisikom UKSW tahun 2021.

Unik, Soto Tamanwinangun Khas Kebumen Gak Pakai Ayam & Sapi

Berbeda dengan soto pada umumnya yang menggunakan daging ayam, Soto Tamanwinangun khas Kebumen ini justru menggunakan daging entok sebagai daging suwirannya.

Polisi Tangkap 2 Wanita Bos Arisan Online di Jateng, Tipu Korban Rp4 M

Aparat Ditreskrimsus Polda Jateng menangkap dua wanita yang menjadi bandar arisan online di Semarang dan Demak.

Gua Semar, Pertapaan Soeharto Cari Wangsit untuk Jadi Presiden

Gua Semar menjadi salah satu pertapaan yang dikunjungi almarhum Soeharto sebelum naik menjadi Presiden Indonesia.

Siapa Ki Semar Leluhur Tanah Jawa? Inikah Jawabannya?

Sosok Ki Semar yang dianggap sebagai leluhur tanah Jawa memiliki beragam versi tentang asal-usulnya.

Jelajah Goa Jatijajar, Surga Perut Bumi

Goa Jatijajar di Kebumen, Jawa Tengah, disebut sebagai surga perut Bumi karena menyimpan keindahan stalaktit dan stalagmit yang luar biasa.