Ilustrasi calon haji. (Solopos/Nadia Lutfiana Mawarni)

Semarangpos.com, KUDUS - Mayoritas calon haji dari Kabupaten Kudus berisiko mengalami gangguan kesehatan. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus menyebutkan dari 1.069 calon haji, hanya sekitar 378 orang yang dinyatakan kondisi kesehatannya bagus, sementara sisanya memiliki penyakit bawaan.

"Dari 1.069 calon haji, tercatat calon haji yang dinyatakan sehat murni dan boleh berangkat sebanyak 378 orang, sedangkan selebihnya calon haji dinyatakan boleh berangkat dengan pendampingan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Joko Dwi Putranto, melalui Kasi Survelen, Aniq Fuad, Selasa (9/7/2019).

Pendampingan yang dimaksudkan, kata dia, calon haji tersebut harus mengonsumsi obat-obatan selama menjalani ibadah haji, menggunakan alat bantu, serta mendapat pendampingan dari petugas.

Aniq menambahkan semua calon haji di Kudus menjalani pemeriksaan kesehatan sebanyak dua kali. Tahap pertama dilakukan pada November 2018, kemudian tahap kedua dilaksanakan Februari-Maret 2019.

Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara menyeluruh terkait kondisi kesehatan masing-masing calon haji, di antaranya pengecekan darah, urine, dan rontgen untuk memastikan diagnosis yang akurat.

"Semua bentuk pemeriksaan kesehatan sudah ada ketentuan dan standarnya dalam petunjuk teknis Peraturan Menteri Kesehatan nomor 15/2016 tentang Istitah Kesehatan Jemaah Haji," imbuhnya.

Hasil pengecekan kesehatan, tercatat ada calon haji dengan usia lebih dari 60 tahun dengan penyakit, usia kurang dari 60 tahun dengan penyakit, serta usia kurang dari 60 tahun tanpa penyakit.

Jenis penyakit yang terdeteksi dari para calon haji Kudus itu, rata-rata mengidap hipertensi, diabetes melitus, kolesterol, dan asam urat.

Selain itu, ada pula calon haji yang diduga menderita tuberkulosis BTA. Dari tiga yang dicurigai, dua dinyatakan negatif.

"Jika hasil pengecekan ulang terhadap satu calon haji ternyata positif, keberangkatannya terpaksa ditunda," ujarnya.

Ia menyarankan semua calon haji untuk menjaga kesehatan dan menerapkan pola hidup sehat selama menjalankan ibadah di Tanah Suci Makkah. Hal itu penting mengingat ibadah haji merupakan ibadah fisik yang membutuhkan kesiapan stamina dan kebugaran tubuh.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten