Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Tengah Hutan Wuryantoro Wonogiri

Mayat laki-laki tua yang tak diketahui identitasnya ditemukan warga di kawasan hutan rakyat Sumber Gayam RT 001/RW 009, Genukharjo, Wuryantoro, Wonogiri, Sabtu (10/8/2019) pukul 09.00 WIB. 

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Tengah Hutan Wuryantoro Wonogiri

SOLOPOS.COM - Petugas mengevakuasi mayat laki-laki tua tanpa identitas di hutan rakyat Sumber Gayam, Genukharjo, Wuryantoro, Wonogiri, Sabtu (10/8/2019). (Istimewa/Humas Polres Wonogiri)

Solopos.com, WONOGIRI — Mayat laki-laki tua yang tak diketahui identitasnya ditemukan warga di kawasan hutan rakyat Sumber Gayam RT 001/RW 009, Genukharjo, Wuryantoro, Wonogiri, Sabtu (10/8/2019) pukul 09.00 WIB. 

Hingga petang identitas mayat yang saat ditemukan sudah dalam kondisi mengering itu belum diketahui. Kasubbag Humas Polres Wonogiri, Iptu Suwondo, kepada wartawan, Sabtu petang, menyampaikan mayat kali pertama ditemukan Sumaryono, 60, warga setempat yang saat itu sedang mencari kayu di hutan. 

Saat sampai di hutan dia mencium bau busuk. Lalu dia mencari sumber bau itu. Tak lama kemudian dia menemukannya. Awalnya dia mengira sumber bau itu adalah bangkai kera. 

Namun, setelah Sumaryono menyingkirkan semak belukar yang menutup bangkai ternyata di baliknya ada mayat laki-laki yang kepalanya berambut putih. Saat ditemukan mayat dalam keadaan telanjang.

“Mayat tanpa identitas. Berdasar pemeriksaan, mayat adalah seorang laki-laki tua. Diperkirakan mayat ada di lokasi sejak lima bulan lalu,” kata Suwondo mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati.

Dia meminta warga yang merasa kehilangan anggota keluarga dapat melapor ke Polsek atau Polres. Saat ini mayat pria tua itu sudah dibawa ke RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. 

Mayat pria itu memiliki ciri-ciri kurus dan tinggi lebih kurang 144 cm. Di mayat ditemukan baju dan celana yang diduga pakaiannya sebelum meninggal. Pakaian itu terdiri atas baju lengan panjang biru dan celana training biru panjang yang dipotong. 

Berita Terkait

Berita Terkini

Seluruh Wilayah di Yogyakarta Masuk PPKM Level 4

Kegiatan nonesensial masih diwajibkan berlangsung secara virtual, aktivitas esensial diperbolehkan beroperasi sampai 50 persen.

Tekan Kematian Covid-19, Dinkes Jateng Sarankan Isolasi Terpusat

Dinkes Jateng meminta pasien Covid-19 untuk melakukan karantina di tempat-tempat isolasi terpusat yang sudah disediakan pemerintah.

Pasien Covid-19 Kini Lebih Cepat Meninggal, Ini Penyebabnya

Pasien sering terlambat dibawa ke rumah sakit hingga berujung meninggal dunia.

Serapan Anggaran Penanganan Covid-19 Plupuh dan Miri Sragen Rendah, Kenapa Ya?

Anggaran penanganan Covid-19 di dua kecamatan Sragen yakni Miri dan Plupuh, masih rendah, kurang dari 30 persen hingga awal Agustus ini.

Waduh, Tingkat Keterisian Bed RS Rujukan Covid-19 Klaten Masih Tinggi Lur!

Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) RS rujukan Covid-19 Kabupaten Klaten hingga awal pekan ini masih tinggi.

Kena Prank Keluarga Akidi Tio, Kapolda Sumsel Memilih Berpikir Positif

Ada atau tidaknya dana Rp2 triliun tidak menyurutkan ikhtiar Polda Sumsel menanggulangi Covid-19.

Pasien Positif Corona Tanpa Gejala Sukoharjo Didorong Isolasi di 2 Tempat Ini

Pasien positif terpapar virus corona tanpa gejala atau bergejala ringan di Kabupaten Sukoharjo didorong menjalani isolasi di tempat khusus.

Ahli IPB: Harimau Tak Bisa Tularkan Corona ke Manusia

Kejadian penyakit pada hewan di berbagai belahan dunia sangat identik, yakni hewan tersebut tertular dari pemiliknya.

Pelayanan Kantor Kecamatan Jebres Solo Buka Lagi setelah Tutup karena 10 Pegawai Positif Corona

Pelayanan kantor Kecamatan Jebres, Solo, sudah kembali dibuka setelah sempat tutup beberapa hari karena sejumah pegawai terpapar Covid-19.

Kasus Covid-19 Tambah 22.404, Jateng Penyumbang Terbanyak

Dari kasus Covid-19 di Indonesia sebanyak 22.404 hari ini, Jateng berkontribusi 3.218.

Lima Makanan dan Minuman Ini Mampu Atasi Dehidrasi

Jangan abaikan rasa haus apalagi di musim kemarau, karena itu salah satu sinyal bahwa tubuh Anda sedang mengalami dehidrasi.

12 Daerah di Jawa-Bali Naik ke PPKM Level 4, Ini Daftarnya

Sebanyak 12 daerah naik ke PPKM Level 4, sembilan daerah turun ke PPKM Level 3, dan satu daerah turun ke PPKM Level 2.