Kasat Reskrim Polres Madiun, AKP Logis Bintoro. (Madiunpos.com-Abdul Jalil)

Solopos.com, MADIUN -- Mayat seorang pria itu ditemukan petugas Jalan Tol pada Minggu (7/7/2019) dini hari. Pria itu teridentifikasi bernama Amsari, 37, warga Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Amsari ditemukan meninggal tak jauh dari truk berpelat nomor AA 1828 DB.

Kasat Reskrim Polres Madiun, AKP Logis Bintoro, mengatakan Amsari merupakan sopir truk asal Magelang. Mayatnya ditemukan petugas Jalan Tol di dekat truknya yang diparkir di pinggir lokasi.

Logos menuturkan Amsari ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernapas dengan luka menganga di bagian belakang leher sepanjang sekitar 6 cm. Selain itu, bagian punggungnya juga melepuh karena terlalu lama berada di air.

"Lukanya saat ini masih menunggu autopsi yang dilakukan dokter di RSUD dr. Soedono. Kami menunggu hasil itu untuk proses penyelidikan," kata Logos di ruangannya, Selasa (9/7/2019).

Dari keterangan petugas jalan tol, kata Logos, petugas tersebut saat itu sedang berpatroli dan melihat sesosok pria sedang berada di belakang truk. Petugas berpikir Amsari sedang kencing dan petugas pun melanjutkan patroli.

Namun, kecurigaan muncul setelah berpatroli hampir sekitar tiga jam ternyata truk tersebut masih terparkir di lokasi yang sama. Akhirnya diketahui pria itu sudah tergeletak menjadi mayat di pinggir Jalan Tol Ngawi-Kertosono.

Logos menyampaikan keterangan dari keluarga dan temannya, saat itu Amsari baru saja mengirim sayur-sayuran dari wilayah Jawa Tengah ke empat lokasi pasar di Mojokerto.

Setelah mengirim sayuran itu, Amsari membawa barang untuk dibawa ke Jateng. Pada hari kejadian, Amsari membawa kertas dan kardus bekas yang akan dikirim ke Jateng.

"Amsari ini mengemudikan truk itu sendirian. Korban memang saat bekerja sendirian, tidak membawa kernet. Saat ditemukan meninggal itu, korban hendak pulang ke Magelang dengan membawa barang berupa kardus bekas," jelas Logos.

Saat ditemukan meninggal di jalan tol, ada SIM milik seorang pria asal Bondowoso, Jawa Timur, dan tertinggal di dalam truk. Polisi masih berusaha mencari alamat pria tersebut untuk memintai keterangannya.

"Barang milik korban semuanya masih utuh. Termasuk uang tunai Rp9 juta, HP, dan dokumen seperti SIM juga masih ada," jelasnya.

Polisi membagi tiga tim untuk menyelidiki kasus tersebut. Logos menyampaikan ada kecurigaan pria yang seorang duda itu merupakan korban pembunuhan. Untuk itu, pemeriksaan sejumlah teman korban terus dilakukan.

"Kami juga masih mencari tahu apakah pemilik SIM di dalam truk ada hubungannya dengan kasus ini atau tidak," jelasnya.

Logos menuturkan semua bukti dan keterangan para saksi akan digunakan untuk membuktikan Amsari merupakan koban kecelakaan, pelaku bunuh diri, atau bisa saja korban pembunuhan.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten