Mayat Perempuan Tak Dikenal Terapung di Kali Dengkeng Bayat

Kali pertama jenazah tersebut diketahui oleh seorang anak berumur 11 tahun yang bermain di pinggir sungai.

 Jenazah yang ditemukan tersangkut di Kali Dengkeng, Desa Kebon, Kecamatan Bayat, Klaten, dievakuasi ke tepian sungai, Senin (29/11/2021). (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Jenazah yang ditemukan tersangkut di Kali Dengkeng, Desa Kebon, Kecamatan Bayat, Klaten, dievakuasi ke tepian sungai, Senin (29/11/2021). (Istimewa)

Solopos.com, KLATEN – Sesosok jenazah ditemukan mengapung di alur Kali Dengkeng, Desa Kebon, Kecamatan Bayat, Klaten, Senin (29/11/2021) siang. Belum diketahui identitas jenazah tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jenazah ditemukan sekitar pukul 13.00 WIB. Kali pertama jenazah tersebut diketahui oleh seorang anak berumur 11 tahun yang bermain di pinggir sungai.

PromosiWaduk Gajah Mungkur Tenggelamkan Rel Kereta Api Wonogiri-Baturetno

Melihat sosok jenazah yang tersangkut pada rumpun bambu, anak itu lantas berlari dan mendatangi warga setempat. Warga kemudian melaporkan temuan jenazah tersebut ke Mapolsek Bayat.

Baca Juga: Misterius, Makam di Brajan Boyolali Dulu Sering untuk Tirakatan

Belum diketahui identitas jenazah. Saat ditemukan, jenazah dalam posisi telungkup dan diselimuti lumpur. Untuk proses evakuasi, polisi melibatkan tim SAR dan kelompok sukarelawan lainnya.

Proses evakuasi rampung sekitar pukul 15.00 WIB. Sementara, jenazah tersebut dibawa ke RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten untuk proses identifikasi.

Kapolres Klaten, AKBP Eko Prasetyo, melalui Kapolsek Bayat, AKP Tri Harni, mengatakan jenazah mengenakan pakaian perempuan dan berambut panjang. Hanya, dia belum bisa memperkirakan umur maupun ciri-ciri lainnya dari jenazah tersebut. Seusai dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke rumah sakit.

Baca Juga: Ada Makam Misterius di Brajan Boyolali, Kisahnya Bikin Miris

“Untuk baju dan lainnya warnanya tidak kelihatan karena sudah bercampur lumpur,” kata Kapolsek saat dihubungi Solopos.com, Senin.

Wakil Komandan Operasi SAR Klaten, Affan Airun, mengatakan proses evakuasi melibatkan empat orang dari SAR Klaten dibantu sukarelawan lainnya seperti dari sukarelawan Pandanaran Bayat. “Kalau kendala tidak ada. Tadi jenazah harus diseberangkan ke sisi sungai di seberangnya, karena lokasi yang dekat dengan ditemukan jenazah itu susah aksesnya,” kata Affan.

Dia juga menuturkan posisi jenazah telungkup dan tersangkut pada rumpun bambu. Diperkirakan, jenazah berjenis kelamin perempuan itu sudah meninggal dunia lebih dari tiga hari.

Baca Juga: Atap Bocor, Eternit Gedung Balai Sidang Mahesa Boyolali Bolong-Bolong

“Kondisi jenazah tertutup lumpur dengan ciri-ciri berambut panjang,” kata dia.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Pemilihan Presiden 2024, Elektabilitas Lebih Penting daripada Platform

+ PLUS Pemilihan Presiden 2024, Elektabilitas Lebih Penting daripada Platform

Platform atau program kerja kandidat presiden tampak tidak begitu penting menuju pemilihan presiden 2024. Prioritas menuju pemilihan presiden 2024 adalah elektabilitas kandidat setinggi-tingginya.

Berita Terkini

Pura-Pura Mau Beli, Warga Karangnongko Klaten Gondol Motor Showroom

Pelaku penipuan dan penggelapan sepeda motor di showroom yang berada di Desa Jambeyan, Kecamatan Karanganom, Kabupaten, Klaten, Jawa Tengah, akhirnya ditangkap polisi.

Joss! Pelajar SMA di Teras Boyolali Diterima di 7 Kampus Luar Negeri

Kisah inspiratif kali ini tentang seorang pelajar SMA asal Teras, Boyolali, diterima di tujuh kampus luar negeri.

Misteri Jembatan Jurug Solo: Bunga Tabur, Onggo-Inggi & Gundul Pringis

Jembatan Jurug Lama di Kota Solo konon menyimpan segudang kisah misteri.

Waduh! Pemuda Wonogiri Emoh Jadi Petani

Generasi muda di Wonogiri, Jawa Tengah, enggan belajar di bidang pertanian.

Sekolah di Sragen Siap PTM 100%,

Sekolah di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, sudah siap menggelar PTM secara penuh.

Ini Alasan Kemenparekraf Bangun Kampus Rp400 Miliar di Gemolong Sragen

Keberadaan kampus Politeknik Pariwisata senilai Rp400 miliar yang akan dibangun Kemenparekraf di Gemolong, Sragen, diyakini akan membawa multiplier effects bagi warga setempat.

Wah! TPA Sampah Putri Cempo Solo Disiapkan Jadi Tempat Wisata Edukasi

Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Sampah Putri Cempo di Mojosongo, Solo, diproyeksikan menjadi tempat wisata edukasi.

Curhatan Ibu-Ibu Solo Pengguna Sepur Kelinci: Dulu Senang, Kini Waswas

Sejumlah ibu-ibu yang kerap naik sepur kelinci untuk hiburan bersama anak-anak mereka di wilayah Solo mengaku kini takut naik kendaraan tersebut setelah peristiwa kecelakaan di Boyolali.

Tak Hanya Ganjar dan Rudy, Gibran Juga Absen Halalbihalal PDIP Jateng

Selain Ganjar Pranowo yang tak diundang, FX Hadi Rudyatmo dan Gibran Rakabuming Raka yang diundang juga tak menghadiri halalbihalal DPD PDIP Jateng.

TPA Putri Cempo Solo Bakal Impor Sampah, Dari Mana?

TPA Putri Cempo di Mojosongo, Solo, akan impor sampah untuk memenuhi kebutuhan operasional PLTSa beberapa tahun ke depan.

Kereta Kelinci di Klaten hanya Diperbolehkan Beroperasi di Area Wisata

Jajaran Polres Klaten mengimbau ke pemilik/pengelola kereta kelinci tidak mengoperasikan kendaraan tersebut di jalan raya di Kabupaten Bersinar.

Dulu Penuh Sampah, Lahan di Mojayan Klaten Kini Jadi Tempat Berkuda

Ada tempat berkuda yang terhitung baru di Klaten. Namanya de Christo Equine Park.

Agrowisata Tani Manunggal Selogiri Wonogiri Ajak Anak Muda Bertani

Agrowisata Barro Tani Manunggal berdiri di Desa Jaten, Kecamatan Selogiri. Agrowisata tersebut menjadi tempat bagi siapa pun yang ingin belajar bercocok tanam dengan benar.

Wow! Politeknik Pariwisata Sragen Dilengkapi Hotel Internasional Lur

Kampus Politeknik Pariwisata yang akan dibangun Kemenparekraf di Gemolong, Sragen, akan dilengkapi sejumlah fasilitas pembelajaran mewah hotel berkelas internasional.

Basarnas Pos SAR Surakarta Bertemu Perwakilan Sukarelawan se-Soloraya

Basarnas Pos SAR Surakarta menyelenggarakan halalbihalal di kantor Basarnas Pos SAR Surakarta Jl. Tentara Pelajar, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, pada Sabtu (14/5/2022).