Mayat Orok Tertimbun di Tol Soker Ngemplak Boyolali Baru Berusia 4 Bulan, Diduga Digugurkan
Ilustrasi bayi (JIBI/Dok)

Sesosok mayat bayi ditemukan dalam kondisi tertimbun tanah uruk di Tol Soker dan nyaris terlindas buldoser.

Solopos.com, BOYOLALI -- Penemuan sesosok mayat bayi yang tertimbun tanah uruk Tol Solo-Kertosono (Soker), tepatnya di Desa Sawahan, Ngemplak, Boyolali, benar-benar membuat miris. Pasalnya, bentuk jenazah bayi tersebut belum sempurna berwujud bayi yang lahir pada usia normal.

Apalagi, jenazah orok tak berdosa itu dalam kondisi memprihatinkan lantaran nyaris terlindas alat berat buldoser proyek tol. Setelah dilihat bersama-sama, para pekerja proyek kaget bukan main melihat jenazah bayi yang belum sempurna itu. Bayi itu terbungkus kain mori dan telah memiliki anggota tubuh sepanjang 15 cm meski belum sempurna. Dugaan sementara, jenis kelamin bayi itu laki-laki.

Kapolsek Ngemplak, AKP Ahmad Nadiri, ketika dimintai keterangan mengatakan pembuangan bayi itu diperkirakan 2-3 hari lalu. Hal itu terlihat dari kondisi bayi yang sudah berbau busuk. Selain itu, menurut keterangan pekerja tol, tanah uruk juga baru didatangkan tiga hari lalu. “Bayi langsung dibawa ke Puskesmas Ngemplak. Usia orok dalam kandungan diperkirakan 4-5 bulan,” terangnya.

Saat ini, polisi masih terus melakukan penyelidikan. Sejumlah saksi dari warga dan pekerja tol dimintai keterangan, termasuk kemungkinan orang-orang di sekitar lokasi yang sempat memeriksakan kehamilannya. “Kami akan sebar anggota ke desa untuk menelusuri rumah sakit, puskesmas, bidan, dan kawasan yang kami curigai. Semoga bisa terungkap tak lama,” ujarnya di sela-sela olah TKP.

Petugas belum bisa menyebutkan apakah orok itu korban pengguguran dengan sengaja atau keguguran tak sengaja. Namun dugaan kuat, orok itu sengaja digugurkan lalu dibuang di tanah uruk tol untuk menghilangkan jejak. “Dugaan kuat mengarah pada pengguguran paksa hasil hubungan gelap,” tambahnya. Baca: Mayat Orok Ditimbun di Tol Soker, Nyaris Terlindas Buldoser.

Data yang dihimpun Solopos.com di lokasi, Selasa (6/9/2016) malam, mayat bayi itu ditemukan kali pertama oleh Anam, 21, sopir buldoser proyek tol, Selasa (6/9/2016) sore menjelang magrib di Dusun Sawahan RT 006/ RW 001 Desa Sawahan, Ngemplak, Boyolali.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom