Tutup Iklan

Maxpower Diduga Suap Pejabat Indonesia, KPK Temui FBI

Maxpower Diduga Suap Pejabat Indonesia, KPK Temui FBI

SOLOPOS.COM - Ilustrasi (Dok/JIBI/Solopos/Antara)

Maxpower diduga memberi suap ke pejabat Indonesia. KPK dan FBI akan melakukan investigasi bersama.

Solopos.com, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan bekerja sama dengan The Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat untuk melakukan investigasi bersama kasus dugaan suap PT Maxpower Indonesia ke sejumlah pejabat negara.

Wakil ketua KPK Laode M. Syarif mengatakan dua orang pimpinan KPK akan mengunjungi negeri paman sam untuk bertemu dengan pihak FBI. “Mungkin dua pekan yang akan datang Pak Agus [Rahardjo] dan Pak Saut [Situmorang] insya Allah akan ke FBI dalam rangka mempererat hubungan kerja sama. Karena korupsi itu kan jarang yang enggak lintas negara,” ujar Laode di Pascasarjana Hukum Universitas Indonesia, Salemba, Kamis (6/10/2016).

Dalam kesempatan tersebut, Laode mengungkapkan jika pihaknya telah menerima informasi dari otoritas AS terkait kasus tersebut. Lebih lanjut, dari informasi itu, diduga ada pejabat negara di Indonesia menerima suap dari perusahaan yang saham terbesarnya dimiliki oleh Standard Chartered Bank itu.

Pada 2012, bank asal Inggris itu membeli saham Maxpower senilai US$60 juta. Dilansir dari situs maxpowergroup.com, sejak 2012 hingga 2015 perusahaan yang menjadi mitra kerja Perusahaan Listrik Negara (PLN) itu memenangi sejumlah proyek listrik di Indonesia. Sementara itu, Laode menyebutkan jika suap yang dilakukan oleh Maxpower merupakan suap dalam jumlah besar.

“Kan kami belum teliti, tapi info yang kami dapatkan dari otoritas Amerika itu adalah melibatkan penyelenggara publik dan nilainya besar, dan itu jadi kewenangan KPK,” kata Laode.

Di sisi lain, Wall Street Journal menyebutkan bahwa hasil dari audit internal Maxpower group membenarkan adanya suap tersebut. Tak hanya itu, Departemen Kehakiman di Amerika Serikat pun melakukan pemeriksaan apakah Standard Chartered dianggap bersalah karena kelalaiannya sehingga terjadi suap tersebut.

Berita Terkait

Berita Terkini

Lockdown Total Malaysia Diperpanjang 2 Pekan

Aturan lockdown total atau kontrol gerakan Malaysia yang dikenal sebagai MCO 3.0, diperpanjang dua pekan lagi, 15 Juni hingga 28 Juni 2021.

Begini Menag Sikapi Keputusan Haji 2021 Arab Saudi

Menteri Agama Yaqaut Cholil Qoumas menyatakan pemerintah tidak lagi fokus pada penyelenggaraan ibadah haji 2021 setelah keputusan Arab Saudi.

Angka Kematian Akibat Covid-19 di India Diragukan

Angka kematian resmi akibat virus corona di India semakin diragukan, seperti di Bihar yang temuan ribuan kasus Covid-19 tidak dilaporkan.

15 Anggota KKB Papua Dilumpuhkan, 4 Tewas Ditembak

Satgas Nemangkawi menundukkan kelompok kriminal bersenjata atau KKB yang diklasifikasikan teroris di Papua.

Film Hong Kong Bakal Dikekang UU Keamanan Nasional

Hong Kong menginstruksikan sensor film apa pun yang dinilai bertentangan dengan UU Keamanan Nasional yang diberlakukan oleh China tahun lalu.

Songsong Pilkada 2024, Puan Maharani Konsolidasikan PDIP di Jatim

Baliho bergambar Ketua DPR Puan Maharani bermunculan di Jawa Timur menjelang Pemilihan Presiden 2024 dan Pilkada 2024.

Ditinjau Menteri PUPR, Proyek Pintu Air Demangan Baru Capai 60%

Selain kondisi pintu air Demangan lama yang sudah mengkhawatirkan, terjadinya perubahan iklim turut mengubah debit air sungai.

Kim Jong-un Sebut K-Pop Seperti Kanker Ganas

Pimpinan tertinggi Korea Utara Kim Jong-un menyebut hallyu atau Korean wave bagaikan kanker ganas yang merusak anak muda Korea Utara.

Asyik, Wisata Kuliner Pasar Doplang Wonogiri Mulai Buka

Wisata Pasar Doplang Wonogiri khusus menyajikan kuliner/penganan tradisional dengan mengadopsi konsep transaksi zaman dahulu.

Teken MoU dengan LSPPO, FP UNS Bekali Lulusan dengan Kompetensi Pertanian Organik

FP UNS bakal menjadi tempat uji kompetensi dan membekali lulusan dengan sertifikat kompetensi bidang pertanian organik.

Kediri Canangkan Gempur Rokok Ilegal

Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur menggandeng Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai untuk mencanangkan kampanye Gempur Rokok Ilegal.

Waduh, Ada Titik Api Baru di Pembatas Tangki Pertamina Cilacap

Pihak Pertamina Cilacap menjelaskan ada titik api baru di area 39 yang menjadi lokasi kebakaran tangki di kawasan kilang Jumat malam.