Mau Suvenir Andalan dari Solo? 13 Outlet UKM Ini Buka di Bandara Adi Soemarmo
Bandara Adi Soemarmo (Burhan AN/JIBI/Solopos)

Sovenir andalan Kota Solo bisa didapat di Bandara Adi Soemarmo.

Solopos.com, SOLO—Dinas Koperasi dan UMKM (Dinkop UMKM) Solo mengajak 13 pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) mengisi outlet promosi produk UKM di Bandara Adi Soemarmo Solo. Outlet UKM Binaan Dinkop UMKM Solo resmi dibuka, Rabu (7/3/2018).

Beragam produk kerajinan seperti handicraft, batik, aneka bentuk suvenir, oleh-oleh khas Solo, dan kaus, dipajang di outlet tersebut.

“Dua hari ini transaksi dan respons pengunjung bandara luar biasa,” kata Kepala Dinkop dan UMKM Solo, Nur Haryani, saat berbincang dengan Solopos.com, Kamis (8/3/2018).

Outlet dibuka di dekat pintu keberangkatan. Dengan demikian outlet itu kemungkinan besar dikunjungi calon penumpang yang akan ke luar kota atau luar negeri. Produk yang ditampilkan sangat cocok sebagai oleh-oleh atau suvenir. (baca juga: Kian Diminati, Layanan Hospitality di Bandara Adi Soemarmo Ditarget Rp220 Juta)

Tak setiap UKM punya kesempatan memamerkan produk mereka di pintu masuk dan keluar bandara itu. Nur berharap 13 UKM binaan yang berkesempatan memamerkan produk mereka memanfaatkan semaksimal mungkin media tersebut untuk menambah pelanggan.

Outlet ini kami buka untuk memperluar akses pemasaran produk UKM. Kami berharap UKM bisa berinteraksi dengan para pengunjung terutama calon penumpang dari luar kota agar wawasan mereka tentang pasar bisa bertambah,” kata Nur.

Mereka juga bisa semakin memahami selera pasar.

“Yang jelas kami tempatkan di bandara agar UKM ini juga punya kepercayaan diri dalam menjaring segmen pasar yang lebih luas lagi,” ujar dia.

Nur berharap cara ini efektif sebagai ajang promosi sehingga UKM Solo bisa naik kelas. Dalam waktu dekat pihaknya akan bekerja sama dengan salah satu mal di Solo untuk membuka outlet UKM di mal tersebut.

Pemilik usaha kami dan jilbab lukis Nasfara, Yani Mardiyanto, berharap outlet di Bandara Adi Soemarmo menjadi pintu masuk untuk menjaring pelanggan yang lebih luas. Yani memproduksi jilbab, payung, dan tas lukis.

“Kebetulan hari pertama buka, pas ada tamu dari Kementerian Kelautan, mereka mau naik pesawat mampir sebentar di outlet. Beberapa pengunjung membeli produk kami karena kebetulan produk yang kami pajang di outlet cocok sekali untuk oleh-oleh,” kata Yani.

Yani tidak menargetkan nilai transaksi di outlet itu tapi lebih fokus kepada promosi. Setiap pengunjung bisa mengambil kartu nama atau brosur tentang produk milik pelaku UKM yang diminati.

“Dari situlah kami berharap ada pesanan yang lebih besar lagi, kalau di outlet kan hanya ritel,” paparnya.

Pemilik Safitri Batik & Craft, Endang Safitri, memajang boneka batik berwujud aneka satwa dengan harga Rp35.000-Rp175.000/biji. Dia yang memulai usahanya dari sarung bantal batik, kemudian tas batik, kini lebih fokus pada boneka batik karena peminatnya cukup tinggi dan belum banyak pesaing. Setiap ikut pameran di Jakarta, boneka batiknya k diminati warga asing yang berkunjung terutama asal Jepang.

“Dengan hadir di outlet UKM di bandara harapannya bisa dapat pelanggan yang lebih banyak lagi, khususnya yang dari luar kota, terutama luar Jawa. Kalau selama ini sudah banyak sebenarnya order dari Jakarta dan Bali,” ujar dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho