Pohon jambu air yang tersebar di Desa Pranan, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo, Minggu (20/1/2019). (Solopos-Indah Septiyaning W.)

Solopos.com, SUKOHARJO--Memasuki Desa Pranan, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo ada pemandangan berbeda  di halaman rumah penduduk setempat. Di hampir setiap rumah penduduk  terdapat pohon jambu air yang tumbuh rimbun di pekarangan.

Selain di pekarangan rumah, sebagian warga juga mengembangkan budidaya tanaman jambu air di areal lahan pertaniannya. Jambu air ini menjadi salah satu produk andalan dan penyokong perekomian warga di Desa Pranan. Kepala Desa (Kades) Pranan Jigong Sarjanto  mengatakan warga mulai mengembangkan budidaya jambu air sejak lima hingga 10 tahun yang lalu. Saat ini warga menikmati hasil dari setiap panen jambu air tersebut.  

"Untuk satu tanaman jambu air saja sekali panen bisa dua hingga tiga kuintal," katanya ketika berbincang dengan Solopos.com, Minggu (20/1/2019).

Padahal tanaman jambu air yang tersebar di wilayah Pranan jumlahnya mencapai dua ribu pohon. Untuk harga satu kilogram (kg) jambu air ini pun dijual senilai Rp10.000. Jambu air dari Pranan mampu menyuplai kebutuhan buah-buahan di wilayah Soloraya dan sejumlah daerah lain di Jawa Tengah. 

"Dengan budidaya jambu air ini menjadi potensi bagi Desa Pranan. Kami bahkan menyandang desa buah," kata dia.

Hampir mayoritas penduduk di Desa Pranan selain bertani padi, juga pedagang buah-buahan sebagai mata pencaharian warga setempat. Tak hanya mengembangkan budidaya tanaman jambu air, warga kini mulai mengembangkan tanaman buah lain seperti melon. Hal ini guna mendukung perekonomian warga dan label Desa Pranan sebagai Desa Buah. 

"Jadi tidak hanya petani buah, warga sini juga menjadi pengepul buah mangga di daerah-daerah lain. Profesinya sini memang sebagian besar adalah petani dan pedagang buah," katanya. 

Selain Pranan, pengembangan budi daya tanaman jambu air juga dikembangkan di wilayah Demak. Produksi dari Demak menjadi salah satu kompetitor tersendiri bagi petani buah jambu air di Pranan.

Salah satu warga Pranan, Raharjo mengatakan pengembangan jambu air terus dilakukan warga sebagai penyokong ekonomi penduduk. Hasil panen yang diterima cukup memuaskan dan mampu meningkatkan pendapatan warga. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten