Tutup Iklan
Mau Operasi di Solo, Pria Lumpuh Asal Gemolong Sragen Ketahuan Positif Covid-19, Ketularan Siapa?
Ilustrasi Corona (Solopos/Whisnupaksa)

Solopos.com, SRAGEN – Seorang pria lumpuh warga Ngembatpadas, Gemolong, Sragen, terkonfirmasi positif Covid-19, Sabtu (11/7/2020). Pria berinisial S, 41, itu dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil swab test di RSUD dr. Moewardi Solo.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, dr. Hargiyanto, mengatakan pasien baru dari Gemolong itu diketahui mengalami kelumpuhan selama empat tahun. Jadi, dia tidak bisa bepergian karena sakit.

Wadaw! Petugas Tiket Bus Sumber Group Jurusan Surabaya-Jogja Positif Covid-19 

Pria lumpuh di Gemolong, Sragen, yang positif Covid-19 itu hanya bisa berbaring di tempat tidur karena cedera di tulang belakang.

“Warga Gemolong yang positif Covid-19 itu empat tahun tidak bisa ke mana-mana karena sakit. Warga tersebut hanya bisa terbaring di tempat tidur karena sakit di tulang belakang yang berakibat lumpuh. Laki-laki itu sempat menjalani operasi tulang belakang. Kemungkinan sebelumnya cedera hingga selama proses penyembuhan pasien jatuh dan akhirnya lumpuh selama empat tahun dan kondisi kakinya kebas,” ujar Hargiyanto.

Ambyarrr… Thathit Paksi Penabuh Gendang Dory Harsa Nikah Gaes 

Hargiyanto menerangkan pria tersebut hendak menjalani operasi pada salah satu kakinya di RSUD dr. Moewardi Solo. Sebelum menjalani operasi, S menjalani rapid test dan hasilnya reaktif.

Kemudian S menjalani pemeriksaan lanjutan berupa swab test dan hasilnya terkonfirmasi positif Covid-19. Sampai saat ini tim Gugus Tugas Covid-19 Sragen masih mencari tahu riwayat penularan Covid-19 pada pria lumpuh asal Gemolong itu.

“Riwayat pasien masih dicari. Tim DKK melakukan tracing pada Sabtu sore,” jelas Hargiyanto.

Dia belum berani menyimpulkan indikasi penularan lewat transmisi lokal atau tidak. Dia masih menyelidiki riwayatnya selama proses tracing.

Kenalkan, Ini Daniella Si Bakul Hik Cantik di Klaten, Pelanggan Dijamin Auto-Modus 

Kontrol

Kabid Pencegahan dan Perlindungan Penyakit (P2P) DKK Sragen, dr. Sri Subekti, menambahkan S mengalami penyempitan pembuluh darah selama lima tahun terakhir.

Selama itu pula, S sering kali kontrol ke RS Assalam Gemolong, RSUD Ngipang, dan masuk RSUD dr. Moewardi Solo pada Minggu (5/7/2020) lalu karena hendak menjalani operasi amputasi salah satu kaki.

“Kami masih menyelidiki riwayat pasien lewat tracing,” ujar dia.

PSHT Sukoharjo: Pemukulan kepada Remaja Pesilat Gatak Murni Penganiayaan, Bukan Latihan

Dengan tambahan satu kasus tersebut, kasus Covid-19 di Bumi Sukowati menjadi 51 kasus. Sebanyak 41 orang di antaranya sembuh, satu orang meninggal dunia, dan sembilan orang masih dalam perawatan.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho