Mau Jalan-Jalan? Yuk, Berburu Tiket Promo di Mega Travel Fair Solo Paragon Mall

Mau Jalan-Jalan? Yuk, Berburu Tiket Promo di Mega Travel Fair Solo Paragon Mall

SOLOPOS.COM - Ilustrasi perjalanan dunia (uqabtravels.com)

Ada Mega Travel Fair di Solo Paragon Mall, Kamis-Minggu (22-25/2/2018).

Solopos.com, SOLO—Bagi pehobi jalan-jalan bisa langsung mengunjungi pameran Travel Fair yang digelar di Solo Paragon Mall selama empat hari, Kamis-Minggu (22-25/2/2018). Di Travel Fair ini banyak ditawarkan berbagai promo paket wisata.

Acara bertajuk Mega Travel Fair tersebut digelar oleh Bank Mega dan Antavaya Tours and travel. Mega Travel Fair diklaim sebagai salah satu pameran terbesar di bidang tour and travel. Sedangkan pelaksanaan Mega Travel Fair di Solo Paragon Mall tersebut merupakan Mega Travel Fair pertama yang digelar di Solo.

Pameran ini menawarkan paket wisata termasuk tiket pesawat dan hotel dengan harga kompetitif ke berbagai destinasi. Sedangkan destinasi wisata yang ditawarkan mulai dari dalam negeri hingga luar negeri. (baca: SilkAir Gelar Travel Fair dan Virtual Travel Fair di 9 Kota, Salah Satunya Jogja)

Menurut CCPL Deputy Regional Head PT Bank Mega Tbk., Kartika Ratna Dewi, mengatakan pelaksanaan Mega Travel Fair di Solo dilatarbelakangi dengan animo masyarakat yang semakin tinggi terkait pariwisata.

"Kami kan juga menggelar di Yogyakarta dan Semarang beberapa waktu lalu. Kami melihat animonya tinggi. Ada juga yang dari Solo. Maka kami mencoba untuk melirik Solo," terang dia kepada wartawan di Solo Paragon Mall, Kamis.

Selain Solo ada dua daerah lain yang menjadi lokasi tambahan pelaksanaan Mega Travel Fair,  yaitu Malang dan Tangerang dengan jadwal yang berbeda. Saat ini total ada 12 daerah yang menjadi lokasi pelaksanaan acara tersebut.

Untuk pemegang kartu kredit Bank Mega disediakan harga khusus selama pameran berlangsung. Pihaknya menargetkan sekitar Rp10 miliar untuk volume sales dengan akuasisi kartu kredit sekitar 1.000 kartu.

Asisten Vice President Antavaya Leisure, Yudhi Ferdianus, mengatakan saat ini animo masyarakat untuk melakukan perjalanan wisata terus meningkat. Baik dengan tujuan dalam negeri maupun luar negeri.

"Kalau untuk perbandingannya antara tujuan luar negeri dengan dalam negeri sekitar 70:30 %," kata dia.

Terkait tujuan wisata yang paling digemari saat ini untuk luar negeri adalah Korea, Jepang, Eropa dan Turki. Kalau untuk dalam negeri ada Labohan Bajo, Raja Ampat, Bali, Lombok dan sebagainya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Kisah ABG Klaten Terobos Penyekatan: Niat Beli Makan Ke Jogja, Pulang Jadi Tersangka

ABG Klaten yang nekat terobos penyekatan pemudik di Pospam Prambanan niatnya pergi ke Jogja untuk beli makan buat buka puasa.

Dikhawatirkan Picu Kerumunan, Pasar Tiban di Pekalongan Dibubarkan

Meningkatnya aktivitas warga menjelang Lebaran, terutama di Alun-alun Kota Pekalongan rawan memicu penyebaran virus corona.

Jadwal Imsak dan Magrib di Solo Hari Ini, Selasa 11 Mei 2021

Di bawah ini ada jadwal imsak dan magrib Kota Solo di Jawa Tengah hari ini, Selasa, 11 Mei 2021 dari Kementerian Agama atau Kemenag.

Warga di 12 Padukuhan di Sleman Dilarang Salat Id Berjamaah

Kalau sudah zona merah, salat Idulfitri baik di masjid maupun lapangan tidak dibolehkan.

Kemenag Jateng Sebut Sudah 300 Ulama Meninggal Akibat Covid-19

Data dari Kementerian Agama pusat ada 300 ulama yang meninggal akibat terpapar Covid-19 se-Indonesia.

Kemenhub Ungkap Potensi Warga Mudik Besok

Kemenhub memperkirakan aktivitas mudik bakal terjadi lagi, Selasa (11/5/2021) besok dan Rabu (12/5/2021) lusa.

Tambang Emas Longsor di Sumbar, 4 Meninggal

Asnedi mengatakan longsor di lokasi tambang itu bukan sekali ini terjadi. Sebelumnya, menurut Asnedi, lokasi tambang itu pernah longsor Januari lalu.

Ustaz Tengku Zulkarnain Meninggal, Dinkes Tracing Safari Dakwah

Dinkes Riau meminta puskesmas yang wilayahnya ketempatan safari dakwah Ustaz Tengku Zulkarnain segera melalukan tracing kontak fisik.

Mudik Dilarang, Pedagang di Madiun Ngeluh Pasar Sepi Jelang Lebaran

Jika dibandingkan dengan momen Lebaran tahun-tahun sebelumnya, tahun ini kondisi pasar menjadi paling sepi.

Usulan Liga 1 Tanpa Degradasi, Presiden Pasoepati: Ini Kompetisi atau Tarkam?

Presiden Pasoepati, Maryadi Gondrong, menyayangkan munculnya gagasan kompetisi tanpa degradasi di Liga 1 maupun Liga 2. Menurut Gondrong, liga tanpa degradasi sama saja mengebiri ruh kompetisi.

Dishub Semarang Catat 8 Titik Kemacetan Jelang Lebaran

Larangan mudik tak menyebabkan Semarang bebas macet, bahkan Dishub Kota Semarang mendeteksi adanya delapan titik kemacetan di kota ini.