Mau Investasi Emas? Simak Dulu Prediksi Harga Emas dari Ekonom Ini
Ilustrasi emas batangan Antam. (Paulus Tandi Bone/JIBI/Bisnis)

Solopos.com, JAKARTA -- Emas menjadi investasi pilihan selama enam bulan masa pandemi Covid-19. Lalu, bagaimana prediksi harga emas satu atau dua tahun mendatang?

Masihkan emas menarik untuk dikoleksi? Berdasarkan data Bloomberg yang dikutip Bisnis.com, Rabu (2/9/2020) pukul 12.02 WIB, harga emas di pasar spot terpantau turun menjadi US$1.963,18 per troy ounce atau melemah 0,36 persen.

Kendati demikian selama enam bulan belakangan, harga emas sudah menanjak 23,51 persen. Sementara, harga emas berjangka untuk kontrak Desember 2020 di bursa Comex menunjukkan tren penguatan dengan kenaikan 23,44 persen.

Kuliner Legendaris Solo: Es Dawet Telasih Bu Dermi, Dulu Dijual Cuma Rp250

Hal itu menjadi pertimbangan mengapa investasi emas dipilih. Apalagi, penguatan harga emas juga terjadi pada harga emas batangan buatan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) atau emas Antam.

Berdasarkan situs logammulia.com, harga emas Antam sudah menguat Rp214.000 atau 26,42 persen dari level perdagangannya enam bulan lalu.

Ekonom Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan tren harga emas cukup positif selama masa pandemi.

Anak Kembar Albino di Wonogiri Viral, Banyak yang Datang ke Rumah Untuk Foto

Didukung Resesi Global

Faktor yang mendukung penguatan tersebut adalah resesi secara global. Dengan demikian, investasi emas menjadi buruan investor. Emas dianggap sebagai safe haven atau aset lindung nilai.

“Ketidakpastian prospek pemulihan ekonomi dunia hingga 2021 dan ancaman resesi di Indonesia pada kuartal ketiga juga mendorong percepatan kenaikan demand emas,” ungkap Bhima kepada Bisnis.com, Rabu.

Perburuan emas juga dilakukan oleh bank sentral di berbagai negara yang akhirnya membuat permintaan emas secara global akan terus naik.

Terungkap, 2 Korban dari Pelaku Pembajakan WA Bupati Karanganyar Tinggal di Rembang

Dia memperkirakan emas masih menjadi pilihan investasi. “Jadi dalam 2-3 tahun kedepan selama tren pemulihan ekonomi tidak pasti, emas jadi idola dari investor global maupun domestik,” ujar dia.

Di sisi lain, menurutnya, dolar AS tidak menjadi safe haven favorit pada masa pandemi tahun ini dikarenakan kondisi internal politik AS yang semakin berisiko jelang pemilihan presiden November mendatang.

Hal ini diperburuk dengan situasi ekonomi negara adidaya tersebut yang juga mengalami tekanan akibat pandemi dan perang dagang. Daripada dolar AS pemilik dana diperkirakan akan lebih memilih investasi emas.

Sumber: Bisnis.com



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom