Mau Dihapus, Tenaga Honorer di Pemkab Wonogiri Pasrah

Menpan RB, Tjahjo Kumolo, meminta instansi pemerintah harus menyelesaikan masalah tenaga honorer pada 2023.

 Menpan RB Tjahjo Kumolo (Antara)

SOLOPOS.COM - Menpan RB Tjahjo Kumolo (Antara)

Solopos.com, WONOGIRI—Sejumlah tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri mengaku pasrah setelah mengetahui aturan tentang penghapusan tenaga honorer di instansi pemerintah pada 2023. Mereka sudah mulai memikirkan mencari pekerjaan lain.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Selasa (25/1/2022), tenaga honorer terdapat di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), dari Sekretariat Daerah (Setda), dinas, hingga kantor kecamatan. Mereka direkrut oleh kepala OPD dengan izin Bupati.

PromosiJake Daniels dan Para Pesepak Bola Gay dalam Pusaran Liga Inggris

Mereka dipekerjakan di urusan administrasi, seperti di kantor-kantor dan urusan teknis, seperti pemadam kebakaran, personel lapangan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), petugas kebersihan, sopir, dan lainnya.

Baca Juga: Tenaga Honorer di Instansi Pemerintah Dihapus pada 2023, Ini Alasannya

Salah satu pekerja kebersihan berstatus honorer di Setda, Darso, 41, mengaku mengetahui kabar rencana penghapusan tenaga kontrak di instansi pemerintah dari berita yang disiarkan di televisi. Bapak dua anak warga Lingkungan Jatirejo, Kelurahan Wonoboyo, Kecamatan Wonogiri itu mengaku kaget sekaligus bingung.

Dia kaget karena tiba-tiba ada wacana penghapusan tenaga honorer. Dia tak menyangka bakal kehilangan pekerjaan utamanya.

“Saya menjadi tenaga honorer sejak 2016. Ini [menjadi petugas kebersihan] pekerjaan utama saya untuk menghidupi istri dan dua anak. Alhamdulillah meski pendapatan tak besar, tetapi sudah cukup bagi kami. Tahu-tahu ada kabar tenaga honorer mau dihapus pada 2023. Kalau nanti benar-benar tidak dipekerjakan lagi saya mau jadi mitra ojek online saja. Semoga saja berita itu [tentang tenaga honorer akan dihapus] tidak benar,” kata Darso.

Baca Juga: Gubernur Ganjar Tak Setuju Tenaga Honorer Dihapus, Ini Dalihnya

Dia mendengar kabar petugas kebersihan berstatus tenaga honorer akan diganti pekerja alih daya atau outsourcing (pihak ketiga). Meski demikian, Darso tetap berharap ada solusi lain agar para tenaga honorer tetap bisa dipekerjakan.

Tenaga honorer lainnya di Setda, Alfian, 28, mengaku baru mengetahui kabar tenaga honorer akan dihapus pada, Senin (24/1/2022). Pemuda warga Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri itu mengaku pasrah jika nanti dirinya tak dipekerjakan lagi.

Dia berencana akan bekerja di pabrik untuk mengumpulkan dana. Jika dana sudah terkumpul dia akan membuka warung kelontong atau warung makan di dekat tempat wisata Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri.

Baca Juga: Bakal Dihapus, Nasib 4.700-an Tenaga Honorer di Sragen Terancam

“Saya bekerja sebagai petugas soundsystem sejak 2017. Sebetulnya saya sudah krasan bekerja di Setda ini. Saya menunggu kebijakan resmi dulu saja. Siapa tahu nanti ada solusi lain yang membuat para tenaga honorer tetap bisa dipekerjakan,” ujar Alfian.

Sebagai informasi, Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB), Tjahjo Kumolo, sebagaimana dikutip berbagai media, meminta instansi pemerintah harus menyelesaikan masalah tenaga honorer pada 2023. Masalah tenaga honorer hingga kini tak berkesudahan karena instansi pemerintah terus merekrut tenaga honorer.

Menurut Tjahjo, perekrutan tenaga honorer mengacaukan penghitungan kebutuhan aparatur sipil negara (ASN). Berdasar Peraturan Pemerintah (PP) No. 48/2005 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), instansi pemerintah dilarang merekrut tenaga honorer.

Baca Juga: Tenaga Honorer Dihapus, Instansi Boleh Rekrut Tenaga Outsourcing

Sementara, sesuai PP No. 49/2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), tenaga honorer hanya bisa bekerja hingga 2023.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Aspal Meleleh, Krisis Iklim Perburuk Gelombang Panas India-Pakistan

+ PLUS Aspal Meleleh, Krisis Iklim Perburuk Gelombang Panas India-Pakistan

Gelombang panas ekstrim menghantam India dan Pakistan dengan cuaca bertemperatur tinggi hingga 50 derajat celcius yang membuat aspal meleleh dan diprediksi bakal lebih buruk akibat krisis iklim.

Berita Terkini

Pandemi Covid-19! Penangkar Jalak di Bayat Klaten Tetap Untung

Peternak jalak di Kampung Jalak, Dukuh Nglebak, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, masih merasakan keuntungan di tengah pandemi Covid019.

PPPK Klaten Geruduk BKPSDM Klaten PascaPeroleh SK, Ada Apa?

Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang pekan lalu baru menerima surat keputusan (SK) menggeruduk Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Klaten, Rabu (25/5/2022).

Gibran Dan Menhub Jajal KRL Solo Balapan-Palur, Sudah Siap Beroperasi?

Menhub Budi Karya Sumadi dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menjajal jalur KRL Solo Balapan-Palur, Kamis (26/5/2022).

PMK Belum Pengaruhi Harga Daging Sapi di Wonogiri, Benarkah?

Merebaknya kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) dinilai belum mempengaruhi harga daging sapi di Wonogiri.

PMK Mulai Serang Sapi Lokal Wonogiri, Ini Persebarannya?

Sebanyak lima ekor sapi lokal di Wonogiri mulai terserang penyakit mulut dan kuku (PMK), Selasa (24/5/2022).

Serangan Jantung, Warga Karanganyar Meninggal di Pertapaan Pringgodani

Seorang pengunjung kawasan wisata religi pertapaan Pringgodani di Desa Blumbang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Boyolali Hari Ini: 26 Mei 2015, Dirazia! Anak Punk Pamer Tato Doraemon

Tujuh tahun lalu, tepatnya 26 Mei 2015, Polres Boyolali menangkap enam anak punk lewat operasi cipta kondisi di sepanjang Jalan Raya Ampel sampai Sunggingan Boyolali Kota.

PMK & Penutupan Pasar Hewan Tak Pengaruhi Harga Daging Sapi Sukoharjo

Harga daging sapi di Pasar Ir Soekarno Sukoharjo tidak terpengaruh dengan merebaknya wabah PMK di beberapa daerah Soloraya maupun penutupan Pasar Hewan Bekonang.

Kisah 43 Calhaj Purwantoro ke Tanah Suci Berkat Program Talangan Haji

Di tahun 2022, Kecamatan Purwantoro memberangkatkan calon haji (calha) terbanyak se-Wonogiri, yakni mencapai 43 orang.

Ganjar Pranowo Ikuti Blusukan Jokowi di Solo, Terpisah Dari Rombongan

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo ikut blusukan Presiden Jokowi ke sejumlah lokasi di Solo namun memisahkan diri dari rombongan.

Menikahi Adik Jokowi, Segini Harta Kekayaan Ketua MK Anwar Usman

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman tengah menjadi sorotan seusai resmi menikah dengan adik Presiden Joko Widodo (Jokowi), Idayati pada Kamis (26/5/2022) di Solo.

Pedagang Sapi Wonogiri Ini Ketakutan saat Didatangi Polisi, Kenapa?

Pedagang sapi di Wonogiri mengaku tertekan dengan kehadiran aparat polisi saat proses pemeriksaan kesehatan yang diselenggarkan Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (Dislapernak) ternak di pasar hewan.

Pemain Srimulat Hil Yang Mustahal Kunjungi Griya Solopos, Ngapain Aja?

Sejumlah pemain film Srimulat: Hil Yang Mustahal mengunjungi Griya Solopos dalam rangkaian tur mereka di Solo, Kamis (26/5/2022).

Bukan Kaus, Jokowi Bagikan BLT Minyak Goreng di Pasar Mojosongo Solo

Presiden Joko Widodo membagikan bantuan modal usaha dan BLT minyak goreng kepada masyarakat saat berkunjung ke Pasar Mojosongo Solo pada Kamis (26/5/2022).

Kenaikan Isa Almasih, Begini Suasana di Gua Maria Marganingsih Bayat

Umat Katolik melaksanakan ziarah dan doa bersama di Gua Maria Marganingsih, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Kamis (26/5/2022).