Tutup Iklan

Mau Ajukan Pinjaman Online? Simak Tips Aman dari OJK

OJK mengingatkan salah satu ketentuan dalam pinjaman online yang harus diperhatikan calon nasabah adalah bunga dan denda pinjaman.

 Ilustrasi pinjaman online (Freepik)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pinjaman online (Freepik)

Solopos.com, SOLO -- Pengajuan utang mudah setelah maraknya pinjaman online. Namun, Otoritas Jasa Keuangan atau OJK mengingatkan masyarakat berhati-hati saat mengajukan pinjaman online.

Ada banyak cerita dari konsumen pinjaman online yang jerat bunga selangit. Pada Juli 2019 lalu, belasan warga Solo dan sekitarnya menjadi korban pinjaman online. Ada korban yang meminjam Rp5 juta dan harus membayar hingga Rp75 juta.

Kisah serupa juga terjadi di China. Seorang insinyur telekomunikasi bernama Peng Jiezhao awalnya hanya meminjam 300 yuan atau sekitar Rp600.000(dengan kurs Rp2.000/yuan).

Gastrodia Bambu, Spesies Anggrek Langka yang Tak Suka Cahaya

Peng kemudian ketagihan mengajukan pinjaman online. Ada 20 penyedia layanan pinjol yang melayani pengajuan kredit Peng. Kini utangnya menggunung hingga Rp200 juta. Peng pun harus menjual hartanya untuk melunasi pinjol.

Pinjaman online memang memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan kredit dengan mudah. Hal ini berbeda bila mengajukan utang ke perbankan yang kadang membutuhkan waktu berhari-hari agar yang cair.

Namun, OJK mengingatkan masyarakat untuk memperhatian beberapa aspek saat mengajukan pinjaman online. OJK mengakui pinjol atau istilahnya Fintech Peer to Peer (P2P) Lending atau Fintech Lending memberikan kemudahan bagi masyarakat.

OJK menyebutkan pinjaman online dimaksudkan untuk mengisi kesenjangan kebutuhan pembiayaan di Indonesia dan membuka akses bagi mereka yang tidak memiliki akses terhadap layanan perbankan atau lembaga pendanaan lainnya.

Berantakan Tak Terkendali, Ini Foto-Foto Minnesota AS Usai Geger Protes Kematian George Floyd

Pinjaman semacam ini disebut OJK seperti dua sisi mata uang. Di satu sisi memudahkan konsumen memperoleh pendanaan untuk memenuhi kebutuhannya atau mengembangkan usahanya.

Disisi lainnya, semakin mudahnya mendapat pinjaman dana, terkadang kita terlena untuk sering meminjam tanpa memperhitungkan kemampuan kita. Kasus ini seperti yang dialami Peng di China.

Berikut beberapa tips aman mengajukan pinjaman online menurut OJK sebagaimana dimuat di laman mereka yang dilansir, beberapa waktu lalu.

Perusahaan Terdaftar/Berizin

Lembaga yang menawarkan pinjaman online menjamur. Namun, OJK menyatakan lembaga yang memiliki izin resmi dan bisa melayani pinjaman online baru 144 perusahaan (hingga Oktober 2019).

Korban Covid-19 di Eropa Lebih Tinggi dari Asia, Ini Penjelasan Para Peneliti

OJK mengingatkan saat masyarakat akan mengajukan pinjol, lebih baik mengecek status lembaga pemberi pinjaman itu. Perusahaan pinjaman online yang telah terdaftar dan berizin di OJK karena mereka telah diverifikasi dan mendapatkan pengawasan dari OJK.

Masyarakat bisa mengecek legalitas perusahaan pemberi pinjaman online melalui telepon Kontak OJK 157 atau di laman OJK (www.ojk.go.id).

Sesuai Kebutuhan dan Kemampuan

Kejadian yang menimpa Peng di China yang awalnya hanya punya utang Rp600.000, namun menumpuk menjadi Rp200 juta harus menjadi pelajaran. Lewat pinjaman online memang akan lebih mudah mendapatkan dana segar.

Namun, jangan terlena dengan meminjam lebih dari yang dibutuhkan. OJK mengatakan total seluruh pinjaman (baik online maupun perbankan) yang diperbolehkan adalah maksimal 30% dari total penghasilan.

Nama Dicatut Dalam Teror Panitia Diskusi Ilmiah UGM, Muhammadiyah Klaten Merasa Dirugikan

Kemudian jangan pinjam untuk kebutuhan konsumtif agar tidak memberatkan dan jangan lupa pertimbangkan cicilan lain yang harus dibayarkan. Bila ini dilupakan, malah akan rugi sendiri karena akan kesulitan melunasi tagihan.

Cicilan Tepat Waktu

Melunasi cicilan tepat waktu ini untuk menghindari denda yang membengkak. Bila sudah mendapatkan pinjaman online, OJK mengingatkan agar tidak lupa membayar dengan memasang pengingat di ponsel atau beri tanda pada kalender di rumah atau di kantor.

Hindari Gali Lubang Tutup Lubang

Kebiasaan gali lubang tutup lubang bisa berbahaya misalnya membayar pinjaman dengan pinjaman baru. Ini awal mula orang terlilit utang. Cara seperti ini bukannya membuat tagihan cepat lunas namun justru menambah banyak tagihan.

Tenaga Kesehatan di Sragen Diintimidasi, Ganjar Minta Polisi Tindak Pelaku

Cara yang bisa ditempuh adalah menjadikan membayar cicilan sebagai prioritas utama setelah menerima gaji. Jadi ketika menerima gaji, langsung sisihkan anggaran atau uang yang digunakan untuk membayar cicilan utang.

Bunga & Denda Pinjaman

Pinjaman online memberikan kemudahan sehingga tidak sedikit yang kerap melupakan detail-detail tentang berbagai ketentuan pinjaman itu. Alasan yang kerap muncul adalah ”butuh uang cepat”.

Padahal berbagai ketentuan pinjaman online harus diperhatikan nasabah. OJK mengingatkan salah satu ketentuan dalam pinjaman online yang harus diperhatikan adalah bunga dan denda pinjaman.

Akun Twitter Dirut Baru TVRI Iman Brotoseno Hilang, Kenapa?

Bunga dan denda ini akan memengaruhi jumlah tagihan yang harus dibayarkan. ”Pelajari terlebih dahulu bunga dan denda yang ditawarkan, lakukan survei ke beberapa perusahaan fintech lending sebagai pembanding sebelum melakukan pinjaman.”

Kontrak Perjanjian

Sebelum pinjaman online disetujui, biasanya ada kontrak perjanjian yang disodorkan. Pelajari dengan teliti kontrak perjanjian yang ditawarkan. Tidak perlu ragu mengajukan pertanyaan apabila belum jelas.

Penyekatan di Jateng Diperpanjang sampai 7 Juni, Sudah 8.700 Kendaraan Putar Balik

Sebab, jika melanggar ketentuan perjanjian itu, sanksi yang menghampiri. Artinya, jika tidak ingin kena masalah jangan sekali-kali melanggar aturan. OJK mengingatkan agar masyarakat cerdas dalam mengelola uang dan melakukan pinjaman online.


Berita Terkait

Espos Plus

Data Jadi Urat Nadi Ekonomi Digital, Kepercayaan adalah Jantungnya

+ PLUS Data Jadi Urat Nadi Ekonomi Digital, Kepercayaan adalah Jantungnya

Bagi perusahaan siber, privasi, keberlanjutan, perlindungan hukum, dan keamanan fisik berjalan beriringan dengan kepercayaan karena semuanya saling berhubungan.

Berita Terkini

Semeru Erupsi, Operasional Kereta Api di Jawa Timur Berjalan Normal

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memastikan operasional Kereta Api di wilayah Jawa Timur saat ini masih berjalan normal kendati terjadi erupsi Gunung Semeru.

Emas Masih Cuan untuk Investasi Pada 2022, Simak Prediksinya

Bagi yang merencanakan investasi pada tahun depan, emas bisa jadi pilihan. Emas disebut masih memiliki potensi yang positif untuk investor pada 2022 mendatang.

6 Tahun Tugu Insurance Pertahankan Global Financial Strength Rating A

PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia (Tugu Insurance) mempertahankan predikat Financial Strength Rating A-(Excellent) dan Long-Term Issuer Credit Rating of A- (Excellent) dari A.M. Best.

Awal Pekan, Yuk Cek Harga Emas di Pegadaian Senin 6 Desember 2021

Di awal pekan, harga emas 24 karat yang dijual Pegadaian baik cetakan Antam maupun UBS, pada Senin (6/12/2021) terpantau stagnan atau sama dengan harga kemarin.

Kemenko Perekonomian Minta BPOM Kaji Ulang Rencana Label BPA pada Galon

Kemenko Perekonomian mendorong BPOM untuk mengkaji ulang rencana pelabelan kandungan Bisfenol A (BPA) pada air minum dalam kemasan (AMDK) galon guna ulang.

Malaysia Minta 32.000 PMI untuk Perkebunan Sawit, Ini Respons Menaker

Pemerintah belum dapat menempatkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di perkebunan sawit Malaysia.

Pasokan dari Petani Terbatas, Harga Cabai Rawit di Bantul Naik

Memasuki musim penghujan dan jelang Nataru, harga cabai rawit dari petani mulai meningkat. Kenaikan harga cabai diprediksi akan terus berlangsung hingga Januari 2022.

Termasuk YIA, Ini Sejumlah Bandara Baru yang Sepi Seusai Diresmikan

Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) menambah daftar bandara baru yang sepi penumpang setelah diresmikan oleh Joko Widodo (Jokowi).

Kisah Najieb, Pengusaha Tuli Asal Karanganyar Taklukkan Dunia Digital

Keterbatasan fisik tak membuat orang patah semangat dan berhenti berkarya. Hal itu juga dilakukan Ahmad Zaky Najieb, 44, seorang pengusaha las tuli penghobi seni.

Hampir 100% Transaksi Nasabah Mandiri Via Online

Kehadiran Super App Livin’ By Mandiri (berlogo kuning), serta Kopra by Mandiri mampu menekan transaksi langsung di sejumlah kantor cabang.

Perusahaan AMDK Tolak Mentah-Mentah Pasang Label BPA di Galon Isi Ulang

Asosiasi Perusahaan AMDK menyebut belum ada bukti saintifik yang menunjukkan bahaya penggunaan galon isi ulang dalam jangka panjang terhadap kesehatan.

880 Juta Galon Isi Ulang Terancam Punah, Ini Penyebabnya

Revisi Peraturan BPOM ini secara tidak langsung mendorong pelaku usaha beralih dari galon isi ulang ke produk sekali pakai.

Kesejahteraan Petani Sawit Jadi Bahasan Penting di Pertemuan CPOPC 2021

Salah satu visi utama CPOPC adalah untuk menyejahterakan hidup dari jutaan petani kelapa sawit di berbagai negara produsen minyak sawit di seluruh dunia.

Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Solopos Dimulai, Tim Dilepas Sekda Solo

Perjalanan Tim Ekspedisi Ekonomi Digitla 2021 Solopos dimulai hari ini dari Balai Kota Solo menuju Kabupaten Semarang, Salatiga, hingga Jakarta. Tim akan memotret perembangan ekonomi digital di daerah yang disinggahi.

Ini Strategi Menteri BUMN Erick Thohir Dukung Kreator Lokal Mendunia

Menteri BUMN, Erick Thohir, menyiapkan empat program atau platform mendukung kreator lokal lebih berkembang dan mendunia.