Pengiriman air bersih bantuan untuk warga di Desa Ngancar, Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri. (Istimewa-Yani Sri Hartuti)

Solopos.com, WONOGIRI -- Warga Desa Ngancar, Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri, masih mengalami kesulitan air bersih kendati sebagian wilayah Kabupaten Wonogiri telah diguyur hujan. Untuk memenuhi kebutuhan, warga membeli air atau mengandalkan bantuan.

Warga Dusun Glonggong, Desa Ngancar, Giriwoyo, Yani Sri Hartuti, 40, menceritakan di desanya hingga hari ini belum turun hujan. Warga kini makin kesulitan mendapatkan air bersih. Kawasan yang kesulitan air bersih ada di Dusun Petir, Glonggong, hingga Tapan.

“Warga makin sulit mencari air lebih-lebih cuaca juga panas saat siang hari,” kata dia, saat dihubungi solopos.com, Minggu (1/12/2019).

Di Ngancar, ada satu mata air yang debitnya makin kecil berada sekitar 200 meter dari permukiman terdekat. Mata air itu hanya bisa menghasilkan satu ember selama sejam. Debit air tidak mencukupi jika warga memakainya secara bersama-sama.

Alhasil, kini warga hanya mengandalkan bantuan air bersih dari alumni dan komunitas lainnya.

“Kalau membeli hanya orang tertentu yang bisa. Warga sudah tak punya apa-apa lagi untuk dijual. Lahan pertanian semuanya kering,” tutur dia.

Sulitnya air bersih juga membuat warga kesulitan memberi minum ternak. Sebagian dari mereka memilih menjual ternak untuk mengurangi pengeluaran. Untuk menghemat air, warga mengumpulkan air bekas cucian untuk menyiram tanaman di pekarangan.

Sayuran yang dihasilkan bisa untuk mengurangi kebutuhan belanja sehari-hari. “Warga kini mencari rumput untuk pakan ternak ke Waduk Gajah Mungkur yang mengering seperti di Nguntoronadi. Mereka pergi bersama-sama seusai subuh,” imbuh Yani.

Harga air pun kini lebih mahal. Untuk satu tangki air berkapasitas 6.000 liter bisa dibeli dengan harga Rp170.000. Harga itu berlaku untuk wilayah Dusun Glonggong, Petir, dan Tapan. Di Desa lain, harga air bisa mencapai Rp180.000-Rp200.000 per tangki.

Bahkan, untuk mengirim air ke Desa Gedongrejo, tarif air bisa mencapai Rp350.000 per tangki. “Ke sana medannya sulit. Hanya PMI dan BPBD yang berani ke sana,” ujar perempuan yang kerap bertugas mengelola bantuan air bersih dari komunitas dan alumni itu.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Bambang Haryanto, menjelaskan pada dasarian ketiga November, BMKG memprediksi memasuki musim hujan untuk Kabupaten Wonogiri.

Hanya saja, hujan yang terjadi belakangan ini belum merata ke seluruh wilayah. Hujan deras terjadi di Slogohimo, Wonogiri kota, hingga Wonogiri bagian selatan.

“Terkait keluhan kekeringan di Giriwoyo, kami akan membantu dengan melibatkan pihak ketiga seperti dunia usaha dan lainnya,” kata Bambang.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten