Jakarta [SPFM], Kasus pemalsuan surat Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 112 tertanggal 14 Agustus 2009 diduga dilakukan oleh mantan juru panggil MK Masyhuri Hasan, beberapa panitera perkara, panitera MK, mantan hakim MK Arsyad Sanusi, dan putrinya Neshawati. Hal itu berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan oleh MK. Juru bicara MK Akil Mochtar saat menjadi saksi dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat hari ini, Selasa (29/11) mengatakan MK sendiri mengetahui adanya surat palsu saat mendapat surat dari Partai Gerindra Sulawesi Selatan yang mengeluh tentang terpilihnya Dapil I, September 2009 lalu.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, MK kemudian melakukan rapat permusyawaratan hakim. MK telah memberikan sanksi kepada Masyhuri, seperti pengunduran diri, serta teguran lisan dan tertulis. Masyhuri sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka kasus surat palsu MK karena diduga memalsukan surat. [dtc/rda]


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten