Masyarakat Indonesia Belum Suka Berkunjung ke Museum

Redaksi Solopos.com - Solopos.com
Minggu, 15 Oktober 2017 - 00:00 WIB

SOLOPOS.COM - Museum Radya Pustaka (JIBI/Solopos/Dok)

Tarif tiket murah belum bisa mendorong museum di Indonesia ramai pengunjung.

Solopos.com, JAKARTA—Masyarakat belum menyadari pentingnya museum. Kondisi tersebut berbeda dengan museum di luar negeri yang selalu ramai dikunjungi, termasuk wisatawan asing. Kepala Unit Pengelola Museum Seni Esti Utami mengatakan di negara lain biasanya turis asing akan singgah di museum.

Di sisi lain, kunjungan masyarakat Indonesia adalah ke kota. Museum tak termasuk agenda utama. “Mungkin belum terlalu butuh. Kita lebih butuh sandang, pangan, dan belum membutuhkan museum. Museum sifatnya budaya. Hanya memang orang belum begitu peduli dengan kemajuan budaya. Yang lebih dibutuhkan pangan,” kata Esti dalam perbincangan bersama Radio Republik Indonesia (RRI), Kamis (12/10/2017).

Harga tiket masuk museum di Jakarta rata-rata sangat terjangkau. Tiket masuk untuk masyarakat umum adalah Rp5.000 per orang, mahasiswa Rp3.000 per orang, sementara anak sekolah Rp2.000 per orang. Khusus kunjungan rombongan dengan jumlah di atas 30 orang, mendapatkan potongan harga 25 persen. Jumlah kunjungan wisatawan di Kota Tua pada Minggu biasanya mencapai 3.000 orang.

“Kalau Kota Tua pengunjung banyak. Sehari bisa 3.000 orang. Kebanyakan sekadar swafoto. Saat ini perhatian Pemerintah DKI Jakarta bagus. Kalau kita menerima tamu dari luar negeri, sejak era Bapak Fauzi Bowo selalu menyarankan dibawa ke museum. Pak Ahok dan Pak Djarot juga sama. Ada delegasi yang diarahkan ke Kota Tua,” tutur dia.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif