Masyarakat Bandel, Kasus Covid-19 Diprediksi Meledak Setelah Lebaran
Pengunjung memadati area food court Solo Grand Mall (SGM) saat buka puasa, Kamis (14/5/2020). (Solopos/Farida Trisnaningtyas)

Solopos.com, JAKARTA -- Para pakar kesehatan memprediksi kemungkinan buruk dengan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia yang kembali meledak setelah Lebaran. Sebab banyak masyarakat yang bandel dan tak mengikuti imbauan pemerintah diam di rumah.

Hal itu dikatakan Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra. Masyarakat masih bandel dengan melakukan silaturahmi kepada sanak saudara di tengah pandemi Covid-19.

"Saya pikir awal Juni kasusnya akan meledak karena sekarang ini kan terjadi permisifisme," kata Hermawan, Senin (25/5/2020), dilansir Suara.com.

Miris! Jalan ke Tawangmangu Karanganyar Macet H+1 Lebaran

Menurut Hermawan, kasus Covid-19 berpotensi meledak setelah Lebaran karena banyak masyarakat tak menjaga jarak fisik selama Idulfitri. Mereka juga tidak berdisiplin mengenakan masker. Masyarakat juga terlihat bebas bersalaman dengan kerabat dan para tetangga seperti biasa.

Sementara itu, aktivitas di pasar kembali terjadi. Masyarakat memadati pasar untuk membeli kebutuhan selama Lebaran. Dengan demikian, potensi penyebaran virus corona sangat besar.

Inilah Daftar 23 Kasus Positif Covid-19 di Boyolali dan Klasternya

Efek bandelnya masyarakat selama Lebaran tidak langsung terlihat 1-2 hari, karena kasus Covid-19 baru terlihat meledak setelah 1-2 pekan mendatang.

"Kasus itu baru akan muncul setelah seminggu atau dua minggu setelah adanya keramaian. Ini kan kita ramai betul lebaran, hampir-hampir tidak terjadi PSBB," ucapnya.

Dituding Tak Becus karena Defisit APBN 2020 Membengkak, Ini Pembelaan Sri Mulyani

Prediksi yang sama sudah disampaikan Pakar Kesehatan Masyarakat dan Ahli Epidemiologi FKM Unair, Windhu Purnomo. Dia juga memprediksi kasus Covid-19 di Indonesia meledak atau meningkat tajam setelah Lebaran.

Objek Wisata Padat

"Prediksi saya Lebaran akan terjadi penularan yang tinggi karena saling silaturahmi. Masjid-masjid sepertinya mau nekat tetap ada salat Id, takbiran ramai putar-putar, nyekar ke makam," ujarnya.

1 Lagi Pasien Covid-19 Boyolali Sembuh, dari Klaster Dibal

Prediksi kasus Covid-19 akan meledak setelah Lebaran itu sejalan dengan fenomena di berbagai daerah. Di Soloraya, masih banyak warga yang menggelar salat Idulfitri berjemaah meski pemerintah daerah mengimbau salat di rumah. Sementara itu, sejumlah destinasi wisata lokal juga dipadati pengunjung.

Jalan raya Solo-Tawangmangu tepatnya menuju Pasar dan Terminal Tawangmangu, macet oleh kendaraan pengunjung pada H+1 Lebaran, Minggu (25/5/2020). Situasi ini mengkhawatirkan mengingat Soloraya masih menghadapi pandemi Covid-19.

Lebaran Petugas Karantina Covid-19 di Solo, Kenakan APD Usai Salat Id

Informasi yang dihimpun Solopos.com, lalu lintas ramai sejak Minggu (24/5/2020). Anggota sukarelawan masyarakat Tawangmangu Peduli (Mantap), Gesang, menuturkan jumlah kendaraan dari arah Solo ke Tawangmangu meningkat sejak Minggu.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho