Masya Allah! Guru dan Siswa SD di Sidrap Bertaruh Nyawa ke Sekolah

Guru dan siswa SDN 2 Belawae, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan harus bertaruh nyawa untuk berangkat ke sekolah.

 Ilustrasi anak sekolah. (JIBI/Solopos/Dok.)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi anak sekolah. (JIBI/Solopos/Dok.)

Solopos.com, Sidrap — Perjuangan guru dan siswa SDN 2 Belawae, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan menyeberang sungai untuk berangkat ke sekolah. Kondisi itu terjadi karena jembatang gantung di Dusun Empat ambruk sejak 2020.

Video menampilkan perjuangan seorang guru beserta sejumlah siswa SD di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, ke sekolah viral di media sosial. Mereka harus berjibaku menggunakan rakit untuk menyeberang sungai. Penyebabnya jembatan gantung di sungai itu ambruk sejak 2020.

Dalam video yang beredar tampak guru perempuan menarik tali yang terhubung ke rakit untuk menyeberangi sungai. Pada video lainnya, sejumlah siswa mengenakan seragam sekolah juga bersusah payah menyeberang sungai.

Baca Juga: Pensiunan Polisi Viral Jadi Manusia Silver Diberi Pekerjaan Satpam

Mereka guru dan siswa SDN 2 Belawae, Kecamatan Pit Rioase, Kabupaten Sidrap. Hampir setiap hari, mereka melawan maut untuk berangkat ke sekolah.

Salah seorang guru SDN 2 Belawae, Hasmi, menceritakan pengalamannya itu. Ia menyebut 40% siswa SD 2 Belawae dari Dusun Empat. Anak-anak harus menggunakan rakit menyeberang sungai untuk berangkat ke sekolah.

“Sekarang sudah seperti ini tiap hari. Sejak musim hujan, anak-anak selalu menyeberang menggunakan rakit ke sekolah. Mereka dari Dusun Empat daerah gunung. Berjalan kaki cukup jauh lalu menyeberang lagi dengan rakit sampai ke sekolah,” kata Hasmi kepada detikcom, Selasa (27/9/2021).

Baca Juga: Tragis! Main Hujan-hujanan, Balita Semarang Hanyut di Saluran Air

Hasmi menjelaskan sungai hanya bisa dilewati saat aliran tidak begitu deras. Berbeda jika aliran air deras atau hujan lebat. Dirinya dan siswa harus menunggu lebih lama sampai situasi membaik.

“Beberapa kali mereka terjebak, tidak bisa pulang. Saat hendak pulang itu hujan deras sehingga aliran sungai deras. Terpaksa menunggu lama bahkan ada siswa saya menangis karena lapar,” jelasnya.

Akses dari Dusun Empat ke sekolah terputus karena sudah tidak ada jembatan gantung. Jembatan tersebut rusak akibat banjir bandang pada Juni 2020.

“Sejak jembatan ambruk diterjang banjir bandang akan sulit menyeberang saat air tinggi. Jadi harus menggunakan rakit. Tapi, jika tak hujan, masih bisa dilewati. Tapi Alhamdulillah, murid tetap antusias meski perjuangan melintasi sungai cukup berat,” katanya.

Baca Juga: Terbebani Biaya Operasional, Gembira Loka Zoo Hanya Buka Akhir Pekan

Hasmi berharap pemerintah kabupaten Sidrap segera memperbaiki jembatan gantung itu agar akses pelajar dan masyarakat sekitar kembali normal. “Semoga nasib anak-anak di sini bisa diperhatikan,” tutupnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, berjanji membenahi jembatan gantung yang rusak di Dusun Empat, Desa Belawae, Kecamatan Pitu Riase itu. Anggaran pembenahan akan diajukan ke pemerintah pusat dan APBD 2022.

“Wilayah sungai merupakan tanggung jawab pemerintah pusat dalam hal ini Balai Besar. Sejak mengalami kerusakan Pemda telah membuat desain (jembatan) dan sudah dalam proses pengajuan ke Balai Besar. Semoga tahun 2022 sudah bisa terealisasi,” ujar Sekretaris Daerah Sidrap, Sudirman Bungi, dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (28/9/2021).

Baca Juga: Mulia, Angkringan di Delanggu Klaten Ini Beri Diskon 50% Khusus Difabel

Jembatan gantung di wilayah tersebut rusak akibat diterjang banjir bandang pada Juni 2020. Jembatan itu menjadi satu-satunya akses warga. Kondisi warga di Dusun Empat itu viral di media sosial karena siswa SDN 2 Belawae dan gurunya terekam video bertaruh nyawa menyeberangi sungai berarus deras menggunakan rakit.

Sudirman menambahkan pihaknya akan mengajukan perbaikan jembatan ke APBD 2022 jika usulan perbaikan jembatan ke pemerintah pusat ditolak. Jembatan gantung yang baru akan dibangun melintang dengan panjang 80 meter dan lebar sekitar 2 meter.

“Sambil koordinasi dengan Balai Besar. Jika nanti keterbatasan anggaran Balai Besar di tahun 2022 maka akan dimasukkan dalam APBD Sidrap 2022. Akan kami bahas di DPRD karena desainnya sudah siap. Sama persis dengan jembatan gantung yang dulu rusak dan bisa dilalui oleh kendaraan roda dua,” ujar dia.


Berita Terkait

Berita Terkini

Senin, Sukmawati Soekarnoputri Jalani Ritual Pindah Agama Hindu

Sukmawati Soekarnoputri bakal menjalani sejumlah ritual saat upacara Sudhi Wadani atau pindah ke agama Hindu di Kota Singaraja, Bali.

Posisi Berangkulan, Mayat Sejoli di Tasikmalaya Bikin Geger

Penemuan mayat sepasang lelaki dan perempuan atau sejoli di Tasikmalaya menggegerkan warga karena ditemukan dalam kondisi berangkulan.

Aktivitas Gunung Berapi Jadi Pemicu Rentetan Gempa Salatiga-Ambarawa?

Rentetan gempa atau gempa swarm terjadi di wilayah Kota Salatiga-Ambarawa sepanjang Sabtu (23/10/2021).

Aksi Mantan Kapolsek Parigi Terungkap dari Chat Mesra Lewat WA

Aksi mantan Kapolsek Parigi, Iptu IDGN, yang diduga memerkosa anak tersangka kasus pencurian ternak, S, 20, sebanyak dua kali terungkap melalui chat mesra di WhatsApp.

Elektabilitas Ganjar Naik Terus, PDIP Malah Sebut Survei Bukan Patokan

Elektabilitas Ganjar Pranowo kini menyamai Prabowo Subianto menurut survei Litbang Kompas. PDIP menyebut pemimpin bangsa tidak ditentukan oleh survei.

Selain Dipecat, Kapolsek Parigi yang Lakukan Perkosaan Juga Dipidana

Kapolda Sulteng pastingan proses pidana Kapolsek Parigi yang memperkosa anak dari tersangka pencurian ternak jalan terus.

Buruan Daftar! Kemenaker Buka Beasiswa 1000 Talenta Santri

Kemenaker membuka pendaftaran Beasiswa 1000 Talenta Santri bagi santri di seluruh Indonesia dalam bentuk program pelatihan.

Sidik Pinjol yang Bikin Ibu Wonogiri Bunuh Diri, Bareskrim Sita Rp20 M

Bareskrim Polri menyita Rp20 miliar dari Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Solusi Andalan Bersama yang diduga menaungi pinjol ilegal yang membuat ibu di Wonogiri bunuh diri.

Polisi Tangkap Bos Pinjol Pemicu IRT di Wonogiri Gantung Diri

Polisi menangkap bos perusahaan pinjol ilegal yang diduga menyebabkan IRT di Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah meninggal gantung diri karena tidak kuat menahan teror pinjol ilegal.

Anggotanya Diduga Perkosa Anak Tersangka, Kapolda Sulteng Minta Maaf

Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng), Irjen Polisi Rudy Sufahriadi, meminta maaf kepada masyarakat buntut kasus Kapolsek Parigi yang memerkosa anak tersangka.

Diduga Perkosa Anak Tersangka, Kapolsek Parigi Dipecat Tidak Hormat

Kapolsek Parigi, Iptu IDGN, yang diduga memerkosa anak tersangka diberhentikan secara tidak hormat setelah menjalani sidang kode etik, Sabtu (23/10/2021).

Sukmawati Soekarnoputri Pindah Agama Hindu, Sudah Dapat Izin Paundra?

Putri Presiden Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri pindah agama Hindu, apakah sudah mendapatkan izin dari GPH Paundrakarna, sang anak?

UU PDP Jaminan Kejelasan Hukum Korban Pinjol

UU PDP bisa mengatur dengan kekuatan hukum yang jelas tentang warga harus mengadu ke mana atau kepada siapa ketika menjadi korban kebocoran data pribadi.

Kehebohan Beragama Belum Menjadi Jalan Kebudayaan

Kehebohan beragama belum menjadi jalan pembebasan menuju kerja bersama seluruh elemen bangsa mewujudkan peradaban dan kehidupan yang lebih baik di semua aspek kehidupan.

10 Berita Terpopuler : Kera Serbu Rumah - Resepsi Boleh Ada Penyanyi

Serangan kera liar di permukiman warga Kebakkramat hingga aturan resepsi pernikahan di Solo masuk daftar 10 berita terpopuler Solopos.com pagi ini.

Cakupan Vaksinasi Tinggi, Inggris Masih Diamuk Corona

Amukan corona di negara ini memicu kekhawatiran terlebih Inggris menjadi salah satu negara yang cakupan vaksinasinya sudah termasuk tinggi.