MASTERPLAN JATIMNOMICS : Pemprov Jatim Diminta Sinkronkan Jatinomics dan Kebijakan Pusat

MASTERPLAN JATIMNOMICS : Pemprov Jatim Diminta Sinkronkan Jatinomics dan Kebijakan Pusat

SOLOPOS.COM - Gubernur Jatim Soekarwo memaparkan masterplan Jatimnomics dalam workshop di Auditorium FEB Unair, Surabaya, Rabu (6/5/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Fiqih Arfani)

Masterplan Jatimnomics menempatkan sektor UMKM sebagai andalan Jatim dalam era MEA 2015.

Solopos.com, SURABAYA — Pemerintah Provinsi Jawa Timur merumuskan sederet strategi pengembangan perekonomian dalam masterplan Jatimnomics. Rumusan pemikiran itu, Rabu (6/5/2015), dipaparkan Gubernur Jatim Soekarwo di Universitas Airlangga, Surabaya. Pemerintah pusat buru-buru meminta Pemprov Jatim meminta sinkronisasi Jatinomics tersebut dengan kebijakan pemerintah pusat.

Sebelumnya terungkap bahwa perekonomian Jatim belakangan mengalami perlambatan seiring kebijakan ekonomi pemerintahan pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bahkan pada April 2015 lalu, akibat kebijakan pemerintah pusat administered price yang diterapkan sejak 2008, maka Jawa Timur mengukuhkan posisinya sebagai provinsi yang paling tidak berdaya menjinakkan inflasi.

Tanggapan pemerintah pusat terhadap masterplan Jatimnomics yang dikemukakan Gubernur Jatim Soekarwo di Kampus Unair itu disampaikan anggota staf khusus Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN) Sonny Hary B. Harmadi. Ia berpendapat rangkaian kebijakan Pemprov Jatim itu harus disinkronkan dengan kebijakan pemerintah pusat.

“[Pemprov Jatim] harus memperhatikan target perdagangan dalam RPJMN 2015-2019. Misalnya, untuk perdagangan luar negeri pemerintah [pusat] menargetkan pertumbuhan ekspor nonmigas rata-rata 11,6% per tahun, dan rasio ekspor jasa terhadap PDB rata-rata 3% per tahun, dan peningkatan pangsa ekspor manufaktur menjadi 65%.”

Adapun, target perdagangan dalam negeri a.l. pertumbuhan PDB riil sub kategori perdagangan besar dan eceran menjadi 8,2% pada 2019, terjaganya koefisien variasi haraga bahan pokok antarwaktu dan antarwilayah masing-masing 9% dan 13,6% per tahun.

MEA 2015
Untuk itu, Sonny menilai peluang yang dapat digarap Jatim adalah dukungan kebijakan dan fasilitas bagi industri manufaktur khususnya transportasi kelautan, meningkatkan perdagangan ke Indonesia Timur, dan mengembangkan pariwisata kepulauan dan kelautan.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga Djoko Mursinto menambahkan sektor yang seharusnya lebih diperkuat Pemprov Jatim dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) justru adalah pariwisata.

Dalam paparan masterplan Jatimnomics-nya, Gubernur Jatim Soekarwo justru mengemukakan peran perdagangan berbasis usaha mikro kecil menengah (UMKM) dalam menghadapi MEA 2015.

“Pemprov harus bisa mengubah ekonomi yang potensial menjadi ekonomi riil. Nah, yang paling prospektif adalah sektor pariwisata. Jatim punya 767 obyek wisata alam, budaya, dan belanja, tapi belum terpadu. Oleh karena itu, dibutuhkan keterkaitan dari semua pihak.”

Berita Terkait

Berita Terkini

Para Selebritas Mualaf Ini untuk Kali Pertama Rayakan Lebaran

Sejumlah selebritas mualaf ini untuk kali pertama merayakan Lebaran.

Selama Ramadan, 300 PGOT Ditangkap Satpol PP Solo, 2 Eksploitasi Anak

Satpol PP Kota Solo selama Ramadan dan Hari H Lebaran menangkap sebanyak 300 pengemis, gelandangan, dan orang terlantar atau PGOT di Kota Solo.

H+2 Lebaran, Arus Lalu Lintas ke Wisata Kemuning-Tawangmangu Macet Lur!  

Arus kendaraan menuju ke jalur wisata Ngargoyoso dan Tawangmangu pada H+2 Lebaran atau Sabtu (15/5/2021) mengalami kenaikan signifikan.

Bagi-Bagi Kupat Jembut di Tradisi Syawalan Khas Semarang

Dalam Bahasa Jawa, kata jembut mungkin memiliki kesan vulgar. Namun jembut di sini rupaya adalah jenis makanan.

Perahu Wisata di Waduk Kedung Ombo Kemusu Boyolali Tenggelam Diduga Kelebihan Muatan

Kecelakaan air terjadi di Waduk Kedung Ombo kawasan Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (15/5/2021) siang sekitar pukul 11.30 WIB.

Permasalahan Pembayaran THR Banyak Dialami UMKM, Pemerintah Harus Hadir

Pemerintah harus hadir secara langsung untuk menangani masalah pembayaran THR keagamaan bagi perusahaan-perusahaan di segmen UMKM yang tidak mampu melakukan pembayaran sesuai ketentuan.

Perahu Wisata di Waduk Kedungombo Kemusu Boyolali Tenggelam, 9 Orang Hilang

Sembilan penumpang perahu wisata di Waduk Kedungombo, Kemusu, Boyolali, yang tenggelam, Sabtu (15/5/2021) hilang.

Grebeg Ketupat, Tradisi Perayaan Lebaran Khas Magelang

Indonesia memiliki tradisi Lebaran yang unik di setiap daerah. Salah satunya Tradisi Grebeg Ketupat di Kabupaten Magelang.

Petugas Rutan Solo Temukan Handphone, Diduga Dilempar dari Luar Dinding Rutan

Petugas Rutan Kelas I A Solo kembali menggagalkan percobaan penyelundupan benda terlarang di dalam Rutan Solo

Ribuan Pengunjung Serbu Ndayu Park Sragen di H+2 Lebaran

Ribuan warga berlibur ke objek wisata Ndayu Park Sragen pada H+2 Lebaran, Sabtu (15/5/2021).

Terminal Sukoharjo Sepi, Hanya PO Lokal yang Beroperasi

Sepinya penumpang bus di Terminal Sukoharjo terjadi sejak pengetatan aturan perjalanan mulai 22 april-5 Mei.

Pasar Tunggu Kebangkitan Kerajinan Kuningan Juwana

Juwana merupakan Kecamatan yang menghubungkan Kota Pati dan Kota Rembang.  Di Kecamatan ini pula dikenal sebagai penghasil kerajinan kuningan, yang dikenal dengan Kuningan Juwana.