Kategori: Internasional

MASJIDIL HARAM: Proyek Pelebaran Areal Tawaf dan Terowongan Sumur Zamzam Dikebut


Solopos.com/JIBI/SOLOPOS/Antara

PADAT -- Suasana Masjidil Haram menjelang pelaksanaan salat Jumat beberapa waktu lalu. Proyek pembangunan terus dilakukan di pusat peribadatan agama Islam ini untuk menambah kenyamanan jemaah. (JIBI/SOLOPOS/Reuters)
MEKKAH - Peningkatan fasilitas bagi jemaah haji dan umrah di Masjidil Haram, Mekkah, terus dilakukan dari waktu ke waktu. Saat ini pemerintah Arab Saudi masih melanjutkan pekerjaan perluasan areal tawaf (Mataf) dan terowongan ke sumur zamzam dan diharapkan akan segera rampung dalam waktu cepat.

Proyek tersebut berlangsung tanpa menimbulkan gangguan bagi para jamaah yang sedang beribadah di Masjidil Haram, Mekkah, kata staf KJRI Jeddah,Abdullah Umar melalui siaran persnya, Selasa (24/4/2012). Abdullah Umar menjelaskan, para pekerja selama 24 jam terus mengerjakan proyek hingga akhir bulan Sya'ban dan akan berhenti menjelang bulan suci Ramadhan nanti. Pergerakan jamaah di Masjidil Haram tak terganggu meskipun jamaah umroh meningkat 20 persen dari tahun lalu.

Sebuah sumber menyebutkan bahwa crane atau derek terbesar di dunia (setinggi 200 meter) akan digunakan di sebelah timur halaman Masjidil Haram. Peranti buatan Jerman tersebut akan mengangkut bahan bangunan dari halaman ke dalam masjid tanpa menggangu pergerakan jamaah umroh dan para pengunjung. Agar proyek tepat waktu, pihak kontraktor mempekerjakan sebanyak 5.000 pekerja.

Wakil Badan Urusan Masjidil Haram bidang Pelayanan Dr Yusuf Al-Wabil mengatakan bahwa proyek dikerjakan oleh perusahaan kontraktor Bin Laden dan dua perusahaan Jerman. Perluasan Mataf yang ditargetkan rampung dalam waktu tiga tahun tersebut, nantinya akan mampu menampung 130.000 orang per jam dari sebelumnya 52.000 pengunjung/jam.

Mataf akan diperluas 20 meter hingga serambi lama Masjidil Haram yang dibangun pada masa kekuasaan Usmaniyah Turki, di semua tingkat bangunan termasuk teras. Di lantai dasar tempat ekspansi dilakukan, pilar-pilar akan dihilangkan dari tempat shalat. Proyek itu juga menambah tempat ibadah bagi 2.000 orang perempuan di antara Mataf dan Masaa (tempat sa'i, berjalan bolak-balik tujuh kali antara bukit Safa dan Marwa).

Sementara itu, lantai pertama perluasan akan difungsikan untuk jamaah lansia dan penyandang cacat untuk melaksanakan tawaf. Fasilitas baru ini akan mengakomodasi 6.000 orang per jam. Perluasan mataf merupakan bagian proyek perluasan Masjidil haram. Proyek perluasan Masjidil Haram pada era Raja Abdullah bin Abdul Aziz merupakan perluasan yang terbesar yang menelan dana melebihi 40 miliar real dan akan menambah kapasitas Masjidil Haram menjadi 2 juta orang dalam satu waktu.

Share
Dipublikasikan oleh
Bambang Aris Sasangka