Masjid Tiban Wonokerso Wonogiri, Usianya Jauh Lebih Tua dari Indonesia

Masjid tiban di Wonogiri berlokasi di Dusun Tekil Kulon RT 001/ RW 005, Desa Sendangrejo, Kecamatan Baturetno.

 Masjid Tiban Wonokerso Wonogiri. (Istimewa/Pemerintah Provinsi Jawa Tengah)

SOLOPOS.COM - Masjid Tiban Wonokerso Wonogiri. (Istimewa/Pemerintah Provinsi Jawa Tengah)

Solopos.com, WonogiriMasjid tiban di Wonogiri berlokasi di Dusun Tekil Kulon RT 001/ RW 005, Desa Sendangrejo, Kecamatan Baturetno. Hingga sekarang, masyarakat tidak ada yang tahu pasti secara detail kapan masjid ini dibangun.

Dilansir dari laman anugerahkubah.com, Sabtu (10/9/2022), Masjid Tiban Wonokerso diperkirakan dibangun pada masa Wali Songo dan menjadi model awal dalam pembangunan Masjid Agung Demak.

PromosiDaihatsu Rocky, Mobil Harga Rp200 Jutaan Jadi Cuma Rp99.000

Masjid tiban diperkirakan dibangun sekitar tahun 1479 Masehi. Jika dihitung sampai sekarang, sudah berumur lebih dari 510 tahun lamanya. Artinya, usianya jauh lebih tua dari negara Indonesia.

Guna mengetahui usia masjid bisa dilihat dari tanda berbentuk penyu yang berada di atas masjid yang dapat dibaca dan diartikan sebagai tahun 1401 Saka atau 1479 Masehi.

Menurut cerita tutur, Masjid Tiban Wonokerso ini pertama kali ditemukan oleh Ki Ageng Tugu bersama pengikutnya, yaitu Ki Agung Serang dan Kiai Gozali saat menebang habis hutan di wilayah Sembuya, Wonogiri bagian Selatan.

Baca Juga: Duh! Sejumlah Objek Diduga Cagar Budaya di Wonogiri Kondisinya Kian Tak Terawat

Menurut cerita yang diwariskan turun–temurun, Masjid Tiban Wonokerso dibangun pertama kali oleh para wali. Saat itu, Raja Demak (Raden Patah) memerintahkan mencari kayu jati pilihan untuk di jadikan bahan baku mendirikan Masjid Agung Demak.

Akhirnya, Wali Songo yang diketuai Sunan Kalijaga menjelajah ke Bengawan Solo guna mencari kawasan Hutan Jati Donoloyo yang terkenal menyimpan kayu jati berkualitas. Kayu jati di lokasi itu tumbuh tinggi.

Setelah sampai, Wali Songo membangun masjid berukuran kecil untuk tempat ibadah dan bermalam di sana. Lantaran tidak kunjung menemukan apa yang dicari maka Wali Songo pun setuju melanjutkan perjalanan dan meninggalkan masjid yang mereka bangun.

Masjid yang dibangun para wali tersebut diyakini sebagai masjid yang ditemukan oleh Ki Ageng Tugu dan diberi nama Masjid Tiban.

Baca Juga: 3 ODCB di Wonogiri Ini Berada di Atas Tanah Pemkab

Arsitektual bangunan masjid ini hampir seluruhnya masih asli. Dibangun bak rumah panggung dengan anjang–anjang, mirip Masjid Agung Demak namun lebih seperti miniaturnya dengan ukuran 7,5 meter x 7,5 meter.

Guna menyambungkan bagian satu dengan lainnya memakai pasak kayu jati, bukan paku besi yang biasa di gunakan membangun masjid modern di zaman sekarang.

Terdapat mimbar yang berumur lebih dari 510 tahun dengan ukiran-ukiran khas zaman dahulu yang terletak di dalam ruangan Masjid Tiban Wonokerso. Diyakini masyarakat sekitar bahwa ukiran tersebut dibuat para Wali Songo dengan berbagai macam model.

Kemudian, di bagian atas atau puncak bangunan ada sebuah kubah yang unik, ialah kubah yang mirip dengan sebuah mahkota terbuat dari tanah liat. Walaupun dari tanah liat, nyatanya hingga berumur lebih dari 510 tahun mahkota tersebut belum kelihatan tanda-tanda akan kerusakan.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Lengkap dan Nyaman, Ini Daftar Hotel di Dekat Stasiun Gawok Sukoharjo

      Rincian hotel yang berada di dekat Stasiun Gawok, Sukoharjo.

      Omzet Anjlok, Pemilik Toko Dekat Jembatan Mojo Solo Ingin Proyek Cepat Kelar

      Kalangan pemilik toko di Jl Kyai Mojo mengeluhkan omzet turun drastis sejak Jembatan Mojo, Solo, ditutup untuk perbaikan, Senin (26/9/2022) lalu.

      Upaya Diversifikasi Pangan, DPRD Boyolali Dukung Selodoko Jadi Sentra Alpukat

      DPRD Boyolali mengapresiasi program diversifikasi pangan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Selodoko, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, lewat penanaman alpukat kalibening.

      8 Tujuan Pengelolaan Dana Bergulir Masyarakat oleh BUMDes Bersama di Wonogiri

      Kabupaten Wonogiri memiliki 23 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersama hingga sekarang.

      Kaum Hawa Karanganyar Didorong Punya Konstribusi Nyata di Politik

      KPU dan Bawaslu Karanganyar mendorong perempuan di Bumi Intanpari mengambil lebih banyak peran dana dunia politik.

      Fraksi PDIP Perjuangkan Ada Anggaran dari APBD Solo 2023 untuk Masjid Sriwedari

      Fraksi PDIP DPRD Solo akan memperjuangkan agar ada alokasi anggaran untuk penyelesaian pembangunan Masjid Sriwedari pada APBD 2023.

      Cek! Cara Legal Beli BBM Bersubsidi Pakai Jeriken di Sragen

      Pembelian BBM bersubsidi menggunakan jeriken diperbolehkan untuk sejumlah kalangan dengan syarat tertentu. Cek di sini caranya.

      Soto Gunting Klaten, Pembeli Leluasa Potong Jeroan dan Daging sesuai Selera

      Soto Gunting Pak Randi menjadi salah satu menu soto yang terkenal di sepanjang jalan raya Solo-Jogja.

      Doakan Korban Tragedi Kanjuruhan, Besok Masjid Agung Solo Adakan Salat Gaib

      Masjid Agung Solo akan mengadakan Salat Gaib berjamaah yang ditujukan bagi para korban tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jatim, setelah Salat Jumat, siang ini.

      Rest Area Candi Sukuh Karanganyar Mangkrak 3 Tahun

      Sejak selesai dibangun pada 2019, rest area di kawasan wisata Candi Sukuh, Karanganyar belum pernah digunakan. Padahal proyek pembangunannya menelan dana hingga Rp2 miliar.

      Wah, Ada Nama Anak FX Hadi Rudyatmo di Daftar Usulan Caleg DPRD Solo 2024

      Nama anak FX Hadi Rudyatmo, Rheo Fernandez, masuk bakal daftar caleg sementara DPRD Kota Solo 2024 dari hasil penjaringan PAC PDIP Jebres.

      BLT Sapu Jagat Belum Cair, Bupati Karanganyar Minta Warga Bersabar

      Bupati Karanganyar meminta warga bersabar menunggu pencairan BLT sapu jagat yang saat ini masih pendataan calon penerima. Menurutnya perlu kehati-hatian dalam pendataan agar tidak ada doble penerima.

      Kurang dari 24 Jam, Polres Sukoharjo Berhasil Tangkap Pembobol Rumah di Grogol

      Polres Sukoharjo berhasil menangkap pembobol rumah kosong di Perumahan Baiti Jannati, No. A 29, Pandeyan, Grogol, dalam waktu kurang dari 24 jam.

      Terus Bertambah, Kini Ada 181 Nama Warga Wonogiri yang Dicatut Parpol

      Kasus pencatutan nama warga Wonogiri sebagai anggota partai politik (parpol) terus bertambah.

      Psikolog Dinsos Sebut Ibu Bunuh Anak Kemungkinan Alami Gangguan Jiwa

      Suwarni yang tega membunuh anaknya sendiri dianggap meyakini nilai-nilai yang salah memperlakukan anak yang membuat malu keluarga. Ada kemungkinan pelaku mengalami gangguan kejiwaan.