Kategori: Jateng

Masjid Miftahul Jannah Salatiga Jadi Pasar Gratis Setiap Jumat


Solopos.com/Nadia Lutfiana Mawarni

Solopos.com, SALATIGA — Pandemi virus corona pemicu Covid-19 membuat kegiatan ibadah berjemaah ditiadakan di masjid-masjid. Takmir Masjid Miftahul Jannah, Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Jawa Tengah berinovasi dengan membuat pasar gratis di halaman masjid itu.

Sepinya masjid pada Ramadan ini kontras dengan suasana di tahun-tahun sebelumnya. Apalagi Pemerintah Kota Salatiga juga telah mengeluarkan surat edaran untuk tidak menyelenggarakan salat Tarawih hingga salat id pada Hari Idulfitri nanti.

Peniadaan aktivitas ibadah di masjid tidak menyurutkan semangat takmir Masjid Miftahul Jannah di RW 007, Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga.

MUI Jateng: Salat Id Tak Perlu Khotbah Kalau Sendirian

Mereka “beribadah” dengan cara lain, yakni dengan menggagas berdirinya “pasar” di halaman masjid tersebut. Hampir sebulan penuh, “pasar” itu memenuhi kebutuhan pangan warga selama pandemi Covid-19.

Meski terlihat biasa saja, namun ada yang istimewa. Warga yang datang tidak perlu membayar sejumlah uang ketika mengambil kebutuhan pangan di sana.

Takmir Masjid Miftahul Jannah menyebutnya sebagai pasar gratis. Pasar gratis ini dibuka saban Jumat mulai pukul 14.00 WIB. Pasar gratis ini akan tutup saat kebutuhan pangan sudah habis diambil oleh warga yang datang.

Tugu Muda Jadi Tanda Pengorbanan Pemuda Semarang

Seperti Jumat (15/5/2020) lalu, selepas Zuhur, takmir Masjid Miftahul Jannah sibuk menggelar lapak di jalan kampung di depan masjid. Lapak-lapak itu kemudian diisi dengan aneka kebutuhan pangan.

Suasana bak pasar terlihat saat warga mulai berdatangan. Pasar gratis ini bukan hanya menjadi jujugan warga Mangunsari. Namun, warga dari kelurahan lain pun boleh datang untuk mengambil bahan makanan sesuai kebutuhan.

Salah seorang penggagas pasar gratis Masjid Miftahul Jannah, Titin Eka Novia, bercerita ide pasar gratis ini muncul lantaran jemaah tidak lagi bisa mengadakan kegiatan keagamaan bersama yang didanai dengan infak masjid.

Hantu di Rumah Angker Jogja Senasib dengan Sara Wijayanto

“Jika Ramadan tiba, masjid rutin mengadakan buka bersama dan pembagian takjil. Namun karena Covid-19 dana itu kami alihkan untuk membuka pasar gratis,” ungkap Titin.

Bahan Pangan

Sehari sebelumnya, pengurus masjid juga menghubungi warga RW 007 yang mampu bersedekah. Hasil sedekah itu kemudian dibelikan bahan pangan. Pengurus masjid juga membuka donasi berupa bahan pangan segar yang dibawa saat pasar gratis itu dibuka.

Bahan pangan yang tersedia di pasar gratis Masjid Miftahul Jannah Salatiga antara lain sayuran, tahu, tempe, telur, mi instan, dan minyak goreng.

Kue Lekker Paimo Jadi Jajanan Kaki Lima Legendaris Semarang

Sementara itu Ketua RW 007 Mangunsari, Bagas Aryanto menambahkan pasar gratis ini terbuka tidak hanya untuk warga RW 007. Semua warga yang membutuhkan bisa datang untuk mengambil kebutuhan pokok. Begitu juga donasi untuk pasar gratis, warga yang merasa mampu bisa datang dan berdonasi.

“Meski ini kegiatan diselenggarakan oleh takmir Masjid Miftahul Jananh, namun semua warga baik muslim maupun nonmuslim boleh memanfaatkannya. Semoga ke depan banyak lagi donatur yang ambil peran sehingga dapat membantu ekonomi warga kurang mampu,” jelasnya.

Bagas mengingatkan kepada tiap pengunjung pasar gratis ini harus memperhatikan protokol kesehatan untuk mencegah persebaran Covid-19. Yakni dengan memakai masker, mencuci tangan sebelum beraktivitas di lingkungan masjid, dan tetap menjaga jarak.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Share
Dipublikasikan oleh
Rahmat Wibisono