MASJID DI PAPUA DIBAKAR : Perkuat Toleransi,  Tokoh Agama Magetan Bergandengan Tangan
Sejumlah tokoh agama, tokoh adat, serta tokoh masyarakat, mendeklarasikan komitmen toleransi beragama, di gedung Ki Mageti, salah satu gedung kompleks Setda Magetan, Minggu (19/7/2015). (www.polresmagetan.com)

Masjid di Papua dibakar disikapi arif oleh para tokoh agama di Kabupaten Magetan.  

Solopos.com, MAGETAN – Tragedi masjid di Papua dibakar tak selamanya disikapi penuh dendam dan kebencian. Di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, sejumlah tokoh agama bersatu dan bergandengan tangan untuk meneguhkan kembali toleransi di antara mereka yang terjalin erat selama ini.

Di gedung Ki Mageti, salah satu gedung di kompleks Setda Magetan, Minggu (19/7/2015), sejumlah tokoh agama, tokoh adat, serta tokoh masyarakat, mendeklarasikan komitmen toleransi beragama. Ikrar yang disaksikan Bupati Magetan, Soemantri  serta jajaran Polres Magetan itu untuk meneguhkan kembali kerukunan beragama di antara mereka yang selama ini sudah terjalin erat. Ikrar tersebut untuk menyikapi insiden masjid di Papua dibakar pada perayaan Hari Idulfitri 1436 H.

Acara deklarasi juga dihadiri Kapolres Magetan AKBP Johanson Ronald Simamora, Ketua DPRD Magetan Joko Suyono beserta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Magetan, serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Magetan. Mereka semua sepakat insiden masjid di Papua dibakar adalah tindakan tak terpuji yang dapat memecah belah kerukunan beragama.

Johanson, sebagaimana dikutip Madiun Pos dari situs www.polresmagetan.com, meminta masyarakat agar tak mudah terprovokasi insiden yang terjadi di Tolikara, Papua pada pelaksanaan Salat Idulfitri 1436 H. Ia mengatakan tujuan acara deklarasi itu ialah agar masyarakat Magetan tidak terpengaruh dan terpancing atas tragedi masjid di Papua dibakar, tepatnya di Tolikara Papua. Sebab selama ini, lanjutnya, kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Magetan sudah terjalin dan terjaga dengan baik.

“Harapannya, yang hadir dalam acara ini bisa menyampaikan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga sikap saling menghargai, saling hormat menghormati antarumat beragama sehingga situasi di kabupaten Magetan semakin aman dan kondusif,”katanya, Minggu (19/7/2015).

Johanson menegaskan keamanan dan iklim kondusif masyarakat adalah tugas bersama. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat bahu membahu dan bekerja sama, untuk saling menghargai, saling menghormati antarumat beragama. “Ciptakan situasi Kamtibmas [keamanan dan ketertiban masyarakat] di Kabupaten Magetan yang aman dan kondusif sehingga Kabupaten Magetan akan semakin maju,” tambahnya.

Acara deklarasi pernyataan sikap tersebut juga dilakukan di tingkat kecamatan yang melibatkan polisi setempat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat. Harapannya, insiden masjid di Papua dibakar benar-benar disikapi penuh arif dan tak memicu aksi balas dendam di lapisan masyarakat akar rumput.

 

KLIK dan LIKE di sini untuk update informasi Madiun Raya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom