Seorang pria membentuk siluet saat meniupkan Shofar, tanduk biri-biri, dengan latar belakang Masjidil Aqsa (kanan) yang berlokasi di Kota Tua Yerusalem yang dikenal dengan Baitul Maqdis, Minggu (10/12/2017). /Reuters

Solopos.com, JAKARTA — Masjid Al Aqsha di Jerusalem terbakar pada Senin (15/4/2019). Kebakaran memang tidak menyebabkan kerusakan berarti, namun membahayakan bagian situs ibadah yang berusia lebih dari 2.000 tahun itu.

Pada hari yang sama, Katedral Notre Dame di Paris juga terbakar.

Kebakaran di Masjid Al Aqsha diketahui pada Senin petang. Api muncul dari kamar penjaga di luar ruangan salat al-Marwani, seperti disampaikan Departemen Wakaf Islam masjid tersebut.

Menurut media daring The New Arab seperti dikutip Antara, seorang penjaga melaporkan sempat ada kesenjangan rotasi penjagaan antara pukul 19.15 dan 19.30 waktu setempat. Departemen Wakaf memuji aksi cepat tanggap yang diperlihatkan oleh para petugas pemadam kebakaran, yang dengan cepat menguasai api.

Dalam berita itu disebutkan bahwa kemunculan api tampaknya disebabkan oleh anak-anak yang sedang bermain-main.

Departemen Wakaf kemudian meminta jemaah “yang tinggal di sekitar masjid dan Kota Lama untuk mendidik anak-anaknya agar tidak bermain-main dengan api, terutama di dalam masjid Al Aqsha.”

Kepolisian Israel mengatakan kepada Al Araby bahwa mereka mulai melakukan penyelidikan atas kebakaran tersebut. Israel telah memerintah seluruh kota itu sejak 1967, yaitu ketika Israel menyita kota tersebut dari Yordania.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten