Masih Tarik Biaya Pengesahan STNK, Ini Alasan Samsat Solo

Masih Tarik Biaya Pengesahan STNK, Ini Alasan Samsat Solo

SOLOPOS.COM - Ratusan warga antre membayar pajak kendaraan bermotor di Kantor Samsat, Solo, Senin (6/10/2016). (Dok/JIBI/Solopos)

Kantor Samsat Solo mengakui masih menarik biaya administrasi pengesahan STNK meskipun aturannya sudah dibatalkan MA.

Solopos.com, SOLO -- Wajib pajak motor di Solo masih harus membayar biaya pengesahan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) meskipun aturan itu sudah dibatalkan Mahkamah Agung (MA). Penghapusan biaya itu belum diberlakukan di Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) atau Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Solo.

Kepala Seksi (Kasi) Pajak Kendaraan Bermotor (BKP) Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BPPD) Pemprov Jateng, Nurma Riyanti, mewakili Kepala UPPD Kota Solo Mardjudi, mengungkapkan Samsat Solo belum menerapkan penghapusan biaya administrasi pengesahan STNK. Selama ini, biaya itu merupakan bagian dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Menurutnya, Samsat Solo baru akan menerapkan keputusan MA tersebut kalau sudah menerima salinan putusan resmi atau surat edaran (SE) dari Polda Jateng dan BPPD Pemprov Jateng. Baca juga: Aturan Dibatalkan MA, Samsat Solo Masih Tarik Biaya STNK.

“Selama ini biaya administrasi pengesahan STNK kendaraan roda dua senilai Rp25.000. Sementara kendaraan roda empat senilai Rp50.000. Kami sampai sekarang masih menunggu surat resmi dari BPPD Pemprov Jateng. Kalau surat resmi sudah ada akan menyosialisasikan kepada masyarakat,” kata Nurma kepada Solopos.com, Kamis (22/2/2018).

MA telah membatalkan biaya administrasi pengesahan STNK yang diatur dalam lampiran No E Angka 1 dan 2 Peraturan Pemerintah No. 60/2016 tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku Pada Kepolisian Negara.

“Saya baru saja membayar pajak kendaraan sepeda motor serta memperpanjang STNK yang habis tanggal 20 Februari. Dari hasil pengecekan di STNK masih dikenai biaya administrasi pengesahan STNK senilai Rp25.000,” ujar Muhammad Mahmudi warga Kampung Pringgolayan, Tipes, Serengan saat ditemui Solopos.com di Kantor Samsat Solo, Kamis.

Mahmudi mengaku belum tahu soal keputusan MK soal pembatalan biaya pengesahan STNK, baik roda dua dan empat. Ia sebenarnya mendukung kalau memang keputusan MK itu benar-benar karena bisa menghemat biaya dalam pembayaran pajak kendaraan tiap tahun.

Petugas Samsat Solo, lanjut dia, juga tidak melakukan sosialisasi terkait keputusan MK tersebut. Biaya pengesahan STNK senilai Rp25.000 dinilai terlalu mahal sehingga harus dikaji. Idealnya biaya pengesahan STNK hanya Rp5.000 sampai Rp10.000. Baca juga: Tarif STNK dan BPKB Naik, Pemerintah Diminta Tak Cari Keuntungan.

Berita Terkait

Berita Terkini

Singapura Lockdown, Restoran Hanya Terima Take Away

Pemerintah Singapura mengumumkan lockdown pada pertemuan sosial dan kegiatan publik pada Jumat (14/5/2021).

Pekalongan Diprediksi Tenggelam 15 Tahun Lagi, Ini Sebabnya

Kota Pekalongan di Jawa Tengah diprediksi tenggelam pada 2036 akibat penurunan muka tanah dan naiknya permukaan air laut.

Wisata WGM Wonogiri Tutup, Pengunjung Kecele

Banyak warga yang kecele saat berkunjung ke sejumlah tempat wisata di Wonogiri, termasuk WGM, pada hari kedua Lebaran, Jumat (14/5/2021).

Duh, Pengemis Bawa Kabur Balita Usia 2 Tahun di Sragen

Seorang pengemis perempuan kedapatan membawa kabur seorang balita yang berusia 2 tahun asal Kelurahan Sragen Kulon, Sragen, pada Jumat (14/5/2021). 

Begini Kisah Seleksi Jadi Imam di Uni Emirat Arab

Kemenag melakukan seleksi imam masjid asal Indonesia yang akan diberangkatkan untuk bertugas di wilayah Uni Emirat Arab (UEA).

Melintas di Solo Saat Lebaran, 481 Kendaraan Diperiksa

Sebanyak 481 kendaraan berpelat luar Kota Solo diperiksa saat hari H Lebaran pada Kamis (13/5/2021).

Ketua LHKP-PWM Jateng Sesalkan Pernyataan Ali Mochtar Ngabalin, Desak Minta Maaf

Pernyataan Ali Muktar Ngabalin, Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden terkait Busro Muqodas disesalkan Khafid Sirotudin, Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PW Muhammadiyah Jateng.

Bhabinkamtibmas Catat ada 1.241 Pemudik Tiba Sragen

Kebanyakan pemudik tiba di Sragen sebelum larangan mudik Lebaran diberlakukan.

Wuih! Ada Wahana Baru di Gunung Pegat Sukoharjo Loh

Gunung Pegat Sukoharjo kini dilengkapi sejumlah wahana baru.

Korban Tewas Karena Jebakan Tikus Di Sragen Tembus 17 Orang, Ini Daftarnya!

Korban meninggal dunia akibat tersengat jebakan tikus beraliran listrik terus berjatuhan di Kabupaten Sragen.

H+1 Lebaran, Pengunjung Wisata Air di Klaten Sepi

Disparbudpora Klaten memprediksi puncak kunjungan ke objek wisata air di Kabupaten Bersinar berlangsung, Sabtu (15/5/2021).