Tutup Iklan
Masih Sering Hujan, Petani Sleman Kurangi Areal Tembakau
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Tanaman tembakau
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto
Tanaman tembakau

Harian Jogja.com, SLEMAN - Cuaca yang masih tidak menentu ini membuat beberapa petani di Kabupaten Sleman mengurangi menanam tembakau. Mereka masih takut jika pada saat panen tembakau, hujan masih juga turun.

Petani Tembakau asal Dusn Kembangan, Desa Candibinangun, Kecamatan Pakem, Danarto mengaku megurangi menanam tembakau pada tahun ini. Meskipun sudah ada beberapa lahan yang dia garap dan siap ditanami temkabau pada akhir Juni lalu.

“Sebenarnya saya menyiapkan 10 hektare untuk ditanami tembakau. Namun karena hujan masih saja turun hingga akhir Juni saya tidak jadi menanami tembakau semuanya. Tapi beberapa lahan saya ganti dengan palawija,” jelas Danarto di Sawahnya, Senin (15/7/2013).

Danarto mengaku pengurangan ini karena dirinya takut jika nantinya tembakau gagal panen. Sebab biaya untuk menanam tembakau jauh lebih tinggi dari pada menanam palawija.

“Dari pada rugi besar kami akhirnya menanami dengan palawija dan padi lagi. Kalau semuanya tembakau takut gagal panen. Kalau harga panen kami akan rugi besar dan bisa utang kanan-kiri jika akan menanam lagi,” ujar Danarto.

Pengurangan lahan untuk menanam tembakau ini dibenarkan Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTDI) Sleman, Suwarji. Dia mengaku telah melakukan beberapa pendataan pada jumlah petani yang menanam tembakau.

“Pada awal Mei lalu sebanyak 1.300 ha lahan yang akan ditanami tembakau. Namun kini tinggal 900 ha yang benar-benar ditanami tembakau, sisanya ditanami palawija dan padi,” kata Suwarji.

Suwarji mengaku untuk petani yang masih berani menanam tembakau banyak hanya di Kecamatan Kalasan dan Ngaglik. Pasalnya dua kecamatan ini memang sudah mengandalkan produk tembakau.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho