Tutup Iklan
Masih Pandemi, Mayoritas SSB Solo Belum Berlatih
Kemenpora melalui Badan Liga Sepak Bola Pelajar Indonesia (Blispi) Jawa Tengah menyerahkan 12 paket alat pelindung diri (APD) pada SSB, akademi dan klub di Solo di Balai Persis, Sabtu (11/7/2020).

Solopos.com, SOLO — Sebagian besar sekolah sepak bola atau SSB maupun akademi di Kota Solo belum kembali menggelar latihan seperti sediakala.

Mereka enggan mengambil risiko dengan pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya mereda di Kota Bengawan dan sekitarnya. Askot PSSI Solo sendiri hanya membolehkan SSB berlatih lagi dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Ketua Askot PSSI Solo, Paulus Haryoto, mengatakan iklim pembinaan usia dini di Solo belum pulih sepenuhnya meski pemerintah pusat sudah menerapkan kebijakan new normal. Pihaknya pun belum berani menggelar pertandingan atau kompetisi di tengah kasus corona yang masih terus bertambah.

Senin Besok Objek Wisata Pura Mangkunegaran Dibuka Lagi, Ini Harga Tiketnya

“Kebijakan kami linear dengan Pemkot Solo. Kami belum bikin kegiatan demi mengurangi risiko persebaran Covid-19,” ujar Paulus saat ditemui wartawan di sela penyerahan bantuan alat pelindung diri (APD) pada SSB, akademi dan klub di Balai Persis, Sabtu (11/7/2020).

Paulus mengatakan mayoritas SSB kini juga belum berlatih kembali di lapangan. Hal ini salah satunya karena Pemkot masih menutup sejumlah lapangan yang biasanya menjadi jujukan tempat latihan. Meski demikian, Paulus tetap mendorong pembinaan usia dini tetap berjalan lewat latihan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Jumlah SSB

Sebagai informasi, ada 28 SSB yang tercatat sebagai anggota Askot Solo. “Sebisa mungkin minimalkan kontak. Sepanjang prosedur kesehatan dijalankan ya silakan [latihan],” tutur lelaki yang juga anggota DPRD Solo ini.

Paulus mengapresiasi kepedulian Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang memberi bantuan alat pelindung diri (APD) pada puluhan SSB dan akademi di Solo. Dia menilai bantuan tersebut merupakan perhatian nyata pemerintah pada pengembangan bola usia dini di masa pandemi.

Sepekan Dirawat, Kontraktor Asal Gayam Sukoharjo Positif Covid-19 Meninggal

Ada 120 paket APD yang disalurkan melalui Badan Liga Sepak Bola Pelajar Indonesia (Blispi) Jawa Tengah (Jateng). Bantuan terdiri dari masker, hand sanitizer, sabun cair serta vitamin. “Kami harap bantuan itu segera didistribusikan pada pemain.”

Ketua Blispi Jateng, L. Agus Saparno, mengatakan bantuan APD diberikan pada kota-kota yang menyelenggarakan Piala Menpora termasuk Solo. Pihaknya menyebut pemberian APD merupakan wujud kepedulian pada insan bola di tataran paling dini yakni SSB.

“Selain untuk SSB dan akademi, bantuan disalurkan ke sejumlah sekolah, komunitas futsal dan sepeda,” ujar Agus.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho