Masih di ICU, Begini Kondisi Kakek Wonogiri Tusuk Perut Sendiri

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, WONOGIRI — Atmo Rejo, 83, bisa bertahan hidup selama lebih kurang 11 jam dengan pisau tertancap di perutnya sedalam 10 cm, Kamis (6/9/2018). Tim dokter RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri berhasil mengangkat pisau tersebut melalui tindakan operasi.

Kakek sembilan cucu warga Tukluk, Kerjo Lor, Ngadirojo, Wonogiri tersebut pada Kamis lalu diduga mencoba bunuh diri dengan menusuk perutnya pakai pisau. Keluarganya mendapati Atmo dalam kondisi pisau sudah tertancap di perutnya pukul 04.30 WIB.

Saat itu lelaki yang pernah menikah lima kali itu mengerang kesakitan. Bapak empat anak tersebut lantas dirawat di RSUD Wonogiri.

Pejabat Humas RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri, Iwan Sulistya, kepada Solopos.com, Jumat (7/9/2018), menginformasikan operasi pengangkatan pisau di perut Atmo dilakukan sejak Kamis siang. Operasi selesai pukul 16.00 WIB.

Setelah operasi Atmo dirawat di Ruang Intensive Care Unit (ICU) dalam kondisi tak sadar. Pada Jumat pagi hingga siang kondisinya membaik. Atmo sadar sepenuhnya dan bisa berkomunikasi dengan baik.

“Tensinya normal, suhu badan 36 derajat Celcius. Hari ini [Jumat] masih dirawat di ICU,” kata Iwan.

Hingga berita ini diunggah, Solopos.com belum dapat menemui Atmo atau keluarganya. Anggota keluarga Atmo tidak ada yang bersedia keluar dari Ruang ICU.

Petugas satuan pengamanan (satpam) ruangan tersebut menginformasikan ada dua orang yang menunggu Atmo di ruang perawatan. Petugas satpam bersedia memberi tahu keluarga Atmo bahwa Solopos.com meminta bertemu untuk wawancara di luar ruangan.

Namun, setelah menunggu selama 45 menit, tidak ada yang keluar ruangan. Menantu Atmo, Sugino, 53, mengatakan keluarganya akan mengawasi lebih ketat setelah kejadian tersebut agar Atmo tak bertindak nekat lagi.

Dia berdoa Atmo lekas pulih dan bisa kembali bersama keluarga besar. Sugino menceritakan Atmo pernah berupaya bunuh diri dengan gantung diri di pohon mangga depan rumahnya, dua tahun lalu.

Beruntung, saat itu ada tetangga yang melihat dan langsung memotong tali tambang yang menjerat leher Atmo. Alhasil, nyawa Atmo dapat tertolong.

Sejak saat itu Sugino dan istrinya, Tarmi, 50, yang merupakan anak Atmo, selalu mengawasinya. Setelah kejadian tersebut Atmo tak menunjukkan perilaku yang mengarah pada tindakan bunuh diri. Bahkan, Atmo selalu salat meski dengan posisi berbaring di tempat tidur.

“Setelah kejadian dua tahun lalu Bapak biasa saja. Bapak sehat dan tak pernah mengeluhkan apa-apa. Kadang keluar rumah, ke warung dekat rumah beli mi ayam, dan sebagainya. Hla kok sekarang mau bunuh diri lagi. Keluarga tak ada yang tahu apa motivasinya,” kata Sugino.



Berita Terkait

Espos Premium

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Pemerataan akses listrik di Indonesia bisa banyak terbantu dengan teknologi panel surya. Teknologi ini ramah lingkungan dan bisa dibangun di banyak tempat dan banyak pulau di Indonesia.

Berita Terkini

Pelepasan Atlet PON XX Papua Kontingen Jawa Tengah asal Kota Solo

Pemkot Solo melepas 45 atlet, 9 pelatih

Total Dana IPO Tembus Rp32,14 Triliun, Kontribusi Bukalapak Rp21,9 Triliun

Dana hasil penawaran umum yang telah terkumpul hingga 16 September 2021 sebesar Rp32,14 triliun. Total dana itu berasal dari 38 perusahaan yang baru tercatat tahun ini.

Pemerintah Targetkan Ekspor Mobil Listrik di Tahun 2022

Infrastruktur dasar KIT Batang selesai sejak Mei 2021, pembangunan fasilitas recycle, cathode, dan precursor dimulai akhir tahun ini.

Dibujuk Bupati Sukoharjo, Sekeluarga Tidur di Kolong Meja Wedangan Tetap Tolak Tempati Rusunawa

Bupati Sukoharjo Etik Suryani membujuk satu keluarga pasutri Cahyo Yulianto dan Wiwin Haryati yang terpaksa tinggal dan tidur di kolong meja wedangan di Kartasura untuk menempati rusunawa.

1.681 Ibu Hamil di Kendal Sudah Ikut Vaksinasi Covid-19

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kendal, Wynee Frederica meminta ibu hamil yang ada di wilayahnya untuk tidak takut vaksinasi.

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Pemerataan akses listrik di Indonesia bisa banyak terbantu dengan teknologi panel surya. Teknologi ini ramah lingkungan dan bisa dibangun di banyak tempat dan banyak pulau di Indonesia.

Mendarat di Gurun Gobi, 3 Astronaut China Ditandu

Tiga astronaut China berhasil mendarat di Gurun Gobi, Jumat (17/9/2021), setelah perjalanan luar angkasa 90 hari.

5 Rumah Sakit di Sragen Punya Rapor Merah, Bupati Mencak-Mencak

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, meluapkan kemarahannya setelah mendapati lima dari 10 rumah sakit di Bumi Sukowati mendapat rapor merah dari BPJS Kesehatan.

Antisipasi Lonjakan Kasus Akhir Pekan, Pemkot Jogja Siapkan Isoter

Penyiagaan isoter itu sebagai langkah antisipasi menghadapi lonjakan kasus di akhir pekan saat mobilitas masyarakat meningkat.

RSUD Sragen Kini Punya Generator Oksigen Mandiri, Nilainya Rp6,4 Miliar

RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen kini memiliki generator oksigen secara mandiri yang dipasang dengan anggaran senilai Rp6,4 miliar.

Evakuasi Tenaga Kesehatan Korban Penyerangan KKB di Pegunungan Bintang Papua

Puskesmas Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang diserang KKB

Pencemaran Bengawan Solo, Pelaku Ngaku Buang Ribuan Liter Limbah Ciu Ke Sungai Samin Setiap Hari

Polres Sukoharjo menggelar perkara kasus buang limbah ciu yang mencemari Sungai Bengawan Solo dengan peragaan oleh dua pelaku.

Tingkatkan Awareness Masyarakat Terkait Keamanan Bertransaksi Digital, BI Lakukan Ini

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo mengadakan webinar Interoperabilitas Sistem Pembayaran dan Keamanan Bertransaksi di Era Digital.

KKN UNS Tim 361 Edukasi Warga Ngargosari Sragen Hidup Sehat di Masa Pandemi

Tim 361 KKN UNS kemudian berinisiatif mengadakan sosialisasi pola hidup sehat di Desa Ngargosari, Sumberlawang, Kabupaten Sragen.

Upaya Penyisiran Lokasi Tenggelamnya Kapal Pengayoman IV di Perairan Cilacap

Tenggelamnya Kapal Pengayoman IV menyebabkan dua orang meninggal