Masih ada Rp402,6 Triliun Investasi Masuk Indonesia di Tengah Pandemi, Ini Perinciannya
Panorama kawasan industri. (Bisnis-Kemenperin)

Solopos.com, JAKARTA — Indonesia masih mencatatkan investasi masuk pada semester I/2020 meski di tengah bayang-bayang pandemi Covid-19.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan realisasi investasi mencapai Rp402,6 triliun pada semester I/2020. Realisasi itu mencapai 49,3 persen dari target investasi semester I/2020 senilai Rp817,6 triliun.

Dari total perolehan tersebut, investasi asing atau penanaman modal asing (PMA) semester I/2020 mencapai Rp195,6 triliun. Sedangkan, investasi dalam negeri atau penanaman modal dalam negeri (PMDN) tercatat Rp207,020 triliun.

Cek Fakta: Klaim Klepon Tidak Islami False Flag & Siapa Abu Ikhwan Aziz?

Adapun, serapan tenaga kerja dari aliran investasi Indonesia sepanjang semester I/2020 mencapai 566.194 pekerja dari 57.815 proyek. “Angka ini bukan angka sulap, bukan sim salabim,” ujar Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Rabu (22/7/2020), seperti dikutip Solopos.com.

Menurut Bahlil, proyek tersebut bisa dibuktikan. Pada semester I/2020, Jawa Timur menjadi tujuan utama investor dalam negeri. Sementara itu, investor luar negeri masih memilih Jawa Barat sebagai lokasi investasi.

Sementara itu, berdasarkan negara asal investasi asing, Singapura masih mendominasi dengan pangsa 34,4 persen atau US$4,7 miliar. Selanjutnya, disusul China 17,9 persen atau senilai US$2,4 miliar.

KRL Solo-Jogja Bisa Muat Lebih Banyak dan Hemat? Ini Hitung-Hitungannya

Investasi dari Singapura Dominan Walau Resesi

Bahlil mengatakan investasi dari Singapura masih dominan meski negara tersebut mengalami resesi karena dana Singapura yang masuk ke Indonesia merupakan dana dari luar Singapura.

Di sisi lain, BKPM mengklaim 143 perusahaan akan melakukan relokasi investasi ke Indonesia. Direktur Pengembangan Promosi Investasi BKPM Alma Karma menuturkan dari jumlah tersebut 57 merupakan perusahaan Amerika Serikat (AS).

Sedangkan, 39 perusahaan Taiwan, 25 perusahaan Korea Selatan, 21 perusahaan Jepang, dan perusahaan Hong Kong. “Dari jumlah tersebut, ada 7 perusahaan yang sudah pasti melakukan relokasi atau diversifikasi ke Indonesia,” ungkap Alma dalam KTT Indef, Selasa (21/7/2020).

Naik Bus Wonogiri-Jakarta Tak Perlu Surat Keterangan Sehat, Ikuti Tips Ini agar Aman dari Covid-19

Adapun, nilai investasi yang direncanakan masuk Indonesia mencapai US$850 juta dengan potensi penyerapan tenaga kerja 30.000 pekerja.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 17 perusahaan yang merelokasi pabrik ke Indonesia tercatat menanamkan investasi US$37.000 juta dan potensi serapan tenaga kerja sebanyak 112.000 pekerja. Sisanya, sebanyak 119 masih tercatat sebagai perusahaan yang berpotensi.

Dari tujuh perusahaan yang telah pasti tersebut, satu di antaranya telah berhasil melakukan groundbreaking. PT Meiloon Technology Indonesia groundbreaking Selasa (21/7/2020). Seremoni acara ini dihadiri oleh Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Sumber: Bisnis.com



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom