Bupati Madiun Ahmad Dawami saat memberikan evaluasi terhadap kegiatan Suroan di hadapan Muspida dan Muspika di Kabupaten Madiun dan Kota Madiun, Selasa (3/9/2019)./ (Abdul Jalil-Madiunpos.com)

Solopos.com, MADIUN -- Kegiatan Suroan pada tahun 2019 ini mendapatkan sorotan. Masih banyaknya pesilat dari berbagai daerah yang konvoi dengan sepeda motor menjadi catatan penting untuk event Suran Agung yang akan dilaksanakan pada 15 September 2019 mendatang. 

Jumlah pesilat yang datang ke Kota Madiun untuk mengikuti Suroan selama dua hari, Sabtu-Minggu (31 Agustus-1 September 2019) tercatat ada sekitar 15.000 orang. Para pesilat dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) itu melakukan ziarah ke tiga makam pendiri perguruan yaitu makam Ki Hardjo Oetomo di TPU Kelurahan Pilangbango, Kecamatan Kartoharjo; makam R.M. Imam Koes Supangat di TPU Kelurahan Taman, Kecamatan Taman; dan makam Tarmadji Boedi Harsono di Kelurahan Nambangan Kidul, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.

Sebelum Suroan, polisi telah melarang penggunaan sepeda motor. Seluruh pesilat dari berbagai daerah tidak boleh menggunakan sepeda motor, mereka hanya diperbolehkan ke Madiun dengan kendaraan mobil tertutup atau truk. Namun, saat kegiatan berlangsung banyak pesilat dari berbagai daerah yang mengendarai sepeda motor. 

Bupati Madiun, Ahmad Dawami, mengatakan salah satu evaluasi dalam Suroan yaitu masih ada pesilat yang mengendarai sepeda motor. Dia menyampaikan aparat keamanan sudah bekerja maksimal untuk memastikan keamanan selama kegiatan berlangsung. 

Menurutnya yang terpenting yaitu ketertiban dan keamanan wilayah. Jangan sampai kegiatan Suroan maupun Suran Agung menjadi momen timbulnya perpecahan dan permusuhan. 

"Kan sudah ada kesepakatan sepeda motor tidak boleh masuk ke kota. Ini untuk menciptakan ketertiban umum. Menciptakan rasa aman. Tapi ini juga menjadi evaluasi," jelas dia saat kegiatan evaluasi Suroan di Pendapa Pemkab Madiun, Selasa (3/9/2019). 

Kapolres Madiun Kota, AKBP Nasrun Pasaribu, mengatakan ribuan anggota PSHT yang mendatangi Kota Madiun selama Suroan berasal dari Ponorogo, Nganjuk, Magetan, Ngawi, Sragen, dan lainnya. 

Petugas keamanan telah memblokade jalan di beberapa wilayah perbatasan. Hal ini supaya pesilat dari luar daerah yang mengendarai sepeda motor tidak masuk ke wilayah kota. Namun, ternyata petugas masih kecolongan sehingga banyak yang masih menggunakan sepeda motor. 

"Ini kalau tidak ada penyekatan, saya yakin ada lebih dari 15.000 orang yang datang untuk Suroan," jelasnya. 

Sementara itu, kegiatan Suran Agung Persaudaran Setia Hati Winongo (PSHW) akan dilaksanakan dua pekan lagi. Pihaknya akan lebih ketat mengawasi masuknya pesilat dari luar kota yang mengendarai sepeda motor. 

Selain itu, rombongan pesilat dari berbagai daerah juga wajib untuk dikawal senior atau pengurus perguruan. Supaya ada yang bertanggung jawab dari rombongan itu.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten