Masih ada 34.000 RTLH di Sragen, Kemiskinan Struktural Jadi Penyebab

Jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) di Sragen masih tinggi meski tiap tahun ada intervensi. Kemiskinan struktural disebut sebagai penyebab.

 Ilustrasi (JIBI/SOLOPOS/dok)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi (JIBI/SOLOPOS/dok)

Solopos.com, SRAGEN — Selama bertahun-tahun rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Sragen belum tuntas. Hingga 2022 masih tercatat 34.000-35.000 unit RTLH di wilayah Bumi Sukowati.

Masih banyaknya RTLH itu diduga disebabkan adanya fenomena kemiskinan struktural, yakni kemiskinan yang menurun dari orang tua ke anak dan seterusnya.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

Kabid Perumahan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan, dan Tata Ruang (Disperkimtaru) Sragen, Puji Lestari, menyampaikan tiap tahun selalu ada upaya untuk menekan jumlah RTLH. Anggarannya pun dari banyak sumber, mulai APBD, APBD Provinsi Jateng, APBN, hingga corporate social responsibility (CSR) sejumlah perusahaan.

Meski demikian, banyak RTLH masih jadi pekerja rumah (PR) besar bagi pemkab. Banyaknya RTLH itu, menurut Puji, disebabkan adanya keluarga miskin baru dari keluarga yang sebelumnya sudah miskin.

Baca Juga: Miskin Ekstrem, Desa Ini Jadi Pilot Project Desa Tumis di Sragen

“Kami mengintervensi lewat bantuan stimulan perumahan swadaya [BSPS]. Ketika mendapat bantuan BSPS diharapkan kondisi rumahnya semakin bertambah bagus dan layak. Dulu angka RTLH itu sampai 55.000 unit dan terus diintervensi tinggal segitu. Tahun ini ada 1.391 rumah RTLH yang mendapat bantuan dari BSPS,” jelas dia saat dihubungi Solopos.com, Selasa (28/6/2022).

Puji menerangkan total bantuan perumahan di 2022 ini menyentuh 2.000 unit. Perinciannya yakni dari BSPS sebanyak 1.391 unit dengan nilai bantuan Rp20 juta per unit dari APBN, dan bantuan keuangan provinsi untuk pemerintah desa sebanyak 500 unit.

Selain itu bantuan pembangunan baru bantuan keuangan rumah panel instan sebanyak 31 unit; dan bantuan pembangunan baru dari dana alokasi khusus (DAK) sebanyak 79 unit.

Baca Juga: Masih Ada 10.773 RTLH di Sukoharjo, Kapan Dapat Bantuan Rehab?

“Bantuan DAK untuk pembangunan baru itu nilainya sampai Rp35 juta per unit yang terdiri atas bantuan DAK Rp20 juta/unit dan pendamping APBD kabupaten Rp15 juta/unit. Bantuan DAK ini diprioritaskan untuk kawasan permukiman kumuh yang ada di Ngrampal,” jelasnya.

Dia melanjutkan untuk pembangunan baru itu sasarannya warga miskin yang masuk data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) sedangkan untuk bantuan BSPS sasaran masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dari semua bantuan itu diharapkan ada swadaya dari masyarakat penerima manfaat.

Harus ada Swadaya Masyarakat

Kepala Disperkimtaru Sragen, Aris Wahyudi, menyampaikan ada 2.000 RTLH yang mendapat intervensi setiap tahunnya. Upaya untuk menuntaskan RTLH, sambungnya, wajib ada swadaya dari masyarakat. Disperkimtaru hanya sebagai fasilitator. Pelaksanaan rehabnya oleh kelompok masyarakat.

Baca Juga: Kemiskinan Ekstrem di Wonogiri Naik, Pemerintah Pusat Turun Tangan

“Masih banyaknya RTLH ini menunjukkan adanya kemiskinan struktural di Sragen karena setiap tahun selalu ada dan kriteria penerimanya keluarga miskin dan MBR. Ya, sejak zaman dulu RTLH itu selalu ada,” katanya dia.

“Ada simbah miskin punya tanah 500 meter persegi dipecah dua bagian untuk anaknya yang juga miskin miskin. Si anak dengan tanah 200 meter persegi dipecah lagi untuk anaknya lagi yang juga ikut miskin dengan luas tanah 100 meter persegi,” katanya.

Aris menerangkan ide Bupati tentang adanya program tuntas kemiskinan (tumis) itu patut diapresiasi karena penanganannya secara gotong-royong. Di sisi lain Aris melihat perlu ada perubahan mindset di kalangan warga miskin.

Baca Juga: Kemiskinan Ekstrem di Jateng Bertambah, Jadi 19 Daerah, Ini Daftarnya

“Bantuan dana Rp2 juta itu sebenarnya tidak seberapa, tetapi bagi mereka yang punya pemikiran mau usaha, dana itu sudah cukup untuk membuka usaha,” katanya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Rintisan Pendirian Museum Daerah Klaten Terus Bergulir, Ini Progresnya

      Bupati Klaten Sri Mulyani menyatakan museum daerah untuk sementara berada di Monumen Juang 45 Klaten.

      Sebenarnya Palur Masuk Karanganyar atau Sukoharjo? Ini Jawabannya

      Sebetulnya daerah Palur masuk ke wilayah Karanganyar atau Sukoharjo? Ini jawaban dan penjelasannya.

      Ada Pemeliharaan, Cek Pemadaman Listrik Boyolali Hari Ini (11/8/2022)

      Berikut ini jadwal pemeliharaan dan pemadaman listrik yang terjadi di Boyolali, Jawa Tengah, pada hari ini, Kamis, 11 Agustus 2022.

      Puting Beliung Terjang Jatipurno Wonogiri, 1 Rumah Rusak

      Puting beliung di Jatipurno, Wonogiri mengakibatkan satu rumah dan jaringan listrik mengalami kerusakan.

      Pemeran Prasejarah Terbesar akan Digelar di De Tjolomadoe, Karanganyar

      Pameran prasejarah terbssar di dunia akan bekerja sama dengan Museum Geologi.

      Bocah 4,5 Tahun Asal Sragen Meninggal, Diduga Tersetrum

      Seusai bermain air, seorang bocah berusia 4,5 tahun menginjak kabel yang teraliri listrik dan meninggal diduga tersetrum.

      Saldo Rp33,65 Juta Milik Nasabah BRI Wonogiri Raib, Ini Kronologinya 

      Seusai mendaftarkan diri di BRI Mo, saldo nasabah BRI di Wonogiri tiba-tiba hilang tanpa ada transaksi yang dilakukan nasabah.

      Jalan Giriwoyo-Giritontro Minim PJU, Dishub Wonogiri: Kewenangan Pusat

      Dishub Wonogiri tak memiliki kewenangan dalam menangani penerangan jalan umum di ruas jalan Giriwoyo-Giritontro.

      Bundaran Gladag-Tugu Jam Pasar Gede Solo Dihias Lampu Wuku, Ada Apa Ya?

      Sepanjang Jl Jenderal Sudirman dari Bundaran Gladag hingga Tugu Jam Pasar Gede Solo hingga sebulan ke depan akan dihiasi dengan lampu Wuku.

      Pembebasan Lahan Underpass Joglo, Sejumlah Aset Pemkot Solo Ikut Kena

      Sejumlah bangunan dan aset milik Pemkot Solo bakal ikut terkena pembebasan lahan untuk pembangunan underpass di Simpang Joglo, Banjarsari.

      MPKU Muhammadiyah Berkomitmen Akselerasi Kesehatan Umat

      Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Muhammadiyah berkomitmen mengakselerasi kesehatan umat.

      Cuaca Boyolali Kamis 11 Agustus Ini: Berawan Pagi, Gerimis Sore Hari

      Prakiraan cuaca Boyolali hari ini, Kamis (11/8/2022), tersaji dalam artikel ini secara lengkap.

      Cuaca Sukoharjo Kamis Ini: Hati-Hati Bestie, Gerimis Tipis Sore Hari

      Berikut ini prakiraan cuaca wilayah Sukoharjo secara lengkap untuk hari ini, Kamis (11/8/2022).

      Prakiraan Cuaca Solo Kamis 11 Agustus, Stabil Berawan Sepanjang Hari

      Prakiraan cuaca dari BMKG untuk Kota Solo pada hari ini, Kamis (11/8/2022), stabil berawan sepanjang hari.

      Simpang Joglo Solo Ditutup 1 Jam, Pengguna Jalan Pilih Jalur Alternatif

      Warga yang kerap melewati Simpang Joglo, Solo, memilih jalur alternatif saat penutupan simpang tersebut untuk switch over jalur KA selama satu jam, Rabu (10/8/2022).