Masih Ada 1 Kasus Positif, Satgas Covid-19 Juwiring Klaten Belum Izinkan Pemancingan Buka

Satgas Covid-19 Kecamatan Juwiring, Klaten, belum mengizinkan tempat wisata pemancingan buka karena masih ada kasus positif yang belum sembuh.

 Kasus Covid-19 di RI melonjak tajam. (Ilustrasi/Freepik)

SOLOPOS.COM - Kasus Covid-19 di RI melonjak tajam. (Ilustrasi/Freepik)

Solopos.com, KLATEN — Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Juwiring, Klaten, belum memberikan izin bagi pengusaha kolam pemancingan membuka usaha di tengah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM Level 3.

Hal itu mencegah terjadinya kerumunan yang berpotensi menjadi titik persebaran virus corona. Apalagi di wilayah kecamatan tersebut juga masih ada satu kasus konfirmasi positif Covid-19 yang belum sembuh.

Ketua Satgas PP Covid-19 Juwiring, Herlambang Jaka Santosa, mengatakan di wilayahnya tinggal satu orang terkonfirmasi positif yang belum sembuh. Di Juwiring terdapat 19 desa. “Ya, di Juwiring tinggal satu orang hingga sekarang [terpapar virus corona]. Semoga Juwiring segera zero kasusnya,” kata Herlambang Jaka Santosa, kepada Solopos.com, Jumat (17/9/2021).

Baca Juga: Petugas DLHK dan Polisi Klaten Cek Air Saluran Irigasi yang Berubah Merah, Hasilnya?

Camat Juwiring, Klaten, itu pun mengimbau ke seluruh warga agar terus menaati protokol kesehatan (prokes) guna mencegah munculnya kasus baru positif Covid-19.

Protokol kesehatan itu yakni memakai masker, menjaga jarak, rutin mencuci tangan pakai sabun, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas. Selain itu juga rutin menegakkan operasi yustisi di tengah masyarakat.

Kumulatif Jumlah Kasus Covid-19

“Kami mengimbau warga agar tak berkerumun. Makanya, beberapa tempat yang mengundang kerumunan belum kami izinkan dibuka terlebih dahulu. Di Juwiring ini ada tiga lokasi kolam pemancingan yang sering dikunjungi orang dari berbagai daerah. Semoga, Covid-19 segera hilang atau pun turun ke Level 2 atau 1. Sehingga semuanya sudah dapat beraktivitas seperti sediakala,” katanya.

Baca Juga: Kelola Sampah Organik dengan Maggot, Omah Limbah Gempol Klaten Wakili Jateng ke Tingkat Nasional

Koordinator Penanganan Kesehatan Satgas PP Covid-19 Klaten, Cahyono Widodo, mengatakan jumlah pasien sembuh dari Covid-19 dalam sehari mencapai 24 orang, Kamis (16/9/2021).

Jumlah itu jauh di atas penambahan jumlah kasus konfirmasi, yakni 16 orang pada hari yang sama. Namun, ada tiga kasus kematian karena Covid-19 pada hari itu.

“Jumlah kumulatif Covid-19 di Klaten telah mencapai 34.553 kasus. Dari jumlah tersebut, 108 orang menjalani perawatan/isolasi, 31.556 orang sembuh, dan 2.889 orang meninggal dunia,” katanya.


Berita Terkait

Berita Terkini

Kecelakaan Lagi, 1 Jam Terjadi 2 Tabrakan di Jalur Solo-Tawangmangu

Dua kecelakaan tunggal terjadi dalam tempo satu jam di Karanganyar. Untungnya tak ada korban jiwa dalam dua kecelakaan tersebut.

Anak di Bawah 12 Tahun Bisa Naik Kereta, Kalau di Bawah 5 Tahun Gimana?

PT KAI memperbolehkan penumpang anak-anak di bawah usia 12 tahun dan di bawah usia lima tahun atau balita untuk naik kereta api kembali.

Pemasaran Digital Dorong Pengembangan UMKM Rintisan di Masa Pandemi

Sejumlah pelaku UKM rintisan di Sragen terbantu dengan keberadaan platform digital dalam pemasaran produk mereka di masa pandemi Covid-19.

Catat! Tidak Boleh Makan, Minum, Telepon, dan Ngobrol Saat Naik Kereta

PT Kereta Api Indonesia (KAI) memperbarui aturan yang harus dipenuhi pelanggan saat naik kereta api di masa pandemi Covid-19, salah satunya terkait makan, minum dan ngobrol di kereta.

Hindari Bank Plecit, Ribuan Pedagang di Wonogiri Selamat dari Rentenir

PT BPR BKK Wonogiri menciptakan Kredit Mentari tidak hanya berotientasi pada keuntungan, tetapi guna membantu masyarakat.

Kembangkan RTH di Kampung Ngablak, DLH Sragen Siapkan Bibit Tanaman

DLH Sragen membangun ruang terbuka hijau (RTH) di Kampung Ngablak sejak akhir tahun lalu untuk menambah proporsi 30% RTH di perkotaan Sragen.

Transaksi Pasar Tradisional di SGS 2021 Tinggi, Panitia Beri Apresiasi

Panitia SGS 2021 menyebut transaksi di pasar tradisional Solo cukup besar sehingga panitia akan menyiapkan apresiasi khusus.

Diduga ada Pungli dalam PTSL di Desa Kecik Sragen, Kades Membantah

Program PTSL di Desa Kecik, Kecamatan Tanon, Sragen bermasalah. Warga menduga ada pungli oleh perangkat desa, sementara Kades membantah.

Solar Dibatasi, Antrean Panjang di SPBU di Wonogiri Tak Terelakkan

SPBU membatasi distribusi bio solar kepada konsumen sehingga menimbulkan antrean panjang di spbu.

Terekam Kamera CCTV, 4 Pria Bobol Kotak Infak Masjid di Daleman Klaten

Aksi pembobolan kotak infak tersebut terekam kamera CCTV yang terpasang di sejumlah lokasi masjid setempat.

Absen Ujian, 4 Pelamar PPPK Nakes Karanganyar Dipastikan Gagal

Empat peserta seleksi PPPK nakes Pemkab Karanganyar tak ikuti ujian tanpa keterangan sehingga dipastikan gugur.

Bruk...Puluhan Pohon di Sukoharjo Tumbang Diterjang Angin Kencang

Saking derasnya, hujan disertai angin kencang mengakibatkan puluhan pohon besar tumbang dan melintang di jalan perdesaan di Sukoharjo.

Resepsi Pernikahan di Solo Sudah Boleh Tampilkan Penyanyi Lur

Acara resepsi tidak boleh digelar di rumah tinggal, pendapa/joglo kelurahan/kecamatan, aula sekolah, gelanggang olahraga dan gedung sejenis lainnya.

Daarul Qur'an Bangun Asrama, Bupati Juliyatmono Letakkan Batu Pertama

Ponpes Daarul Qur'an di Colomadu, Karanganyar, membangun masjid dan asrama santri. Bupati Juliyatmono berjanji akan mendukung Ponpes Daarul Quran

Awas! Ada 11 Lokasi Rawan Lakalantas di Jl. Solo-Jogja Klaten

Kawasan Besole, Kecamatan Ceper, menjadi salah satu lokasi Jalan Solo-Jogja yang rawan kecelakaan lalu lintas.