Masih Abu-Abu, Persis Solo Belum Pasti Bermarkas di Stadion Manahan
Stadion Manahan Solo. (Solopos-Burhan Aris Nugraha)

Solopos.com, SOLO — Persis Solo sudah mendeklarasikan kembali ke Solo pada acara syukuran ulang tahun ke-96 di Pamedan Pura Mangkunegaran, 8 November 2019 lalu. Bos baru Persis, Vijaya Fitriyasa, bertekad mengembalikan Persis ke Solo setelah satu setengah musim terpaksa bermarkas di Stadion Wilis, Kota Madiun.

Laskar Sambernyawa memang terpaksa hijrah ke Madiun sejak pertengahan musim 2018 karena renovasi markas mereka, Stadion Manahan. Renovasi yang menghabiskan anggaran Pemerintah Pusat senilai Rp317 miliar itu akhirnya selesai sebelum tutup buku 2019.

Luna Maya Nelangsa Tersandung Kasus Video Asusila dengan Ariel Noah

Stadion kebanggan wong Solo itu sempat dibuka untuk publik pada saat Hari Olahraga Nasional (Haornas) pada 9 September 2019 lalu. Masyarakat mendapat kesempatan menjajal tribune penonton yang telah diperbarui. Pada momen tersebut, rumput stadion juga dijajal melalui trofeo yang menghadirkan Pemkot Solo, Polresta Solo, dan jurnalis.

Sayang, meski digadang-gadang akan segera diresmikan dan bisa dimanfaatkan publik, status Stadion Manahan hingga kini masih dalam kewenangan Pemerintah Pusat. Stadion yang rencananya menjadi salah satu venue Piala Dunia U-20 pada 2021 itu belum diserahkan kepada Pemkot Solo.

Imbasnya, Persis belum mendapat kepastian bisa memakai Stadion Manahan pada Liga 2 musim 2020. Koordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Solo mentok karena Dispora merasa belum memiliki hak atas aset tersebut.

Situasi itu bisa menjadi buah simalakama bagi Persis. Tanpa adanya kepastian markas, target mereka berlaga di hadapan pendukung fanatik di Solo bisa kembali pupus. Padahal, Persis belum memiliki rencana alternatif stadion kandang lain yang representatif.

Mantan Manajer Persis Solo yang kini masih diminta membantu Persis, Langgeng Jatmiko, mengungkapkan pihaknya sudah berkomunikasi secara lisan dengan Dispora Solo yang merupakan pengelola Stadion Manahan. Namun, Dispora Solo menyatakan masih menunggu serah terima dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupr) kepada Pemkot Solo.

“Katanya, kalau sudah diserahkan ke Pemkot Solo, baru boleh dipakai. Mereka katanya juga menunggu penyerahan itu,” ungkap Langgeng saat berbincang dengan Solopos.com di Lapangan Klumprit, Mojolaban, Sukoharjo, pekan lalu.

Lebih lanjut, secara regulasi, kandang Persis yang tercatat di PSSI adalah Stadion Manahan. Hingga kini, Persis tidak memiliki rencana menggunakan stadion lain.

Makin Banyak Anak di Blitar yang Kecanduan Game Online, Ini Jumlahnya

“Persis tetap ingin bermain di Manahan sesuai keinginan suporter. Tidak ada plan B [kalau Manahan tidak bisa dipakai]. Stadin Manahan adalah ikon Solo dan Persis ya harus di Manahan,” tutupnya.

Sementara itu, belum ada satu pun pejabat Dispora Solo yang bisa memberikan komentar terkait pemakaian Stadion Manahan ke depan. Kepala Dispora Solo, Joni Hari Sumantri, dan Kabud Sarana dan Prasarana Dispora Solo, Neni Handayani, juga tak merespons pesan Whatsapp maupun telepon dari Solopos.com. Beberapa kali Solopos.com mendatangi Kantor Dispora Solo tak mendapatkan kepastian keterangan tentang Stadion Manahan tersebut.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho