MASALAH SOSIAL : Sragen Dinilai Darurat Peredaran Miras

MASALAH SOSIAL : Sragen Dinilai Darurat Peredaran Miras

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pemusnahan miras (Dok/JIBI/Solopos)

Masalah sosial di Sragen tentang peredaran minuman keras (miras) dinilai sudah sangat memprihatinkan.

Solopos.com, SRAGEN-Tokoh agama dan masyarakat menyoroti kian maraknya peredaran minuman keras (miras) dan narkoba di Kabupaten Sragen.

Mereka mendesak pembuatan peraturan daerah (perda) tentang miras. Mereka juga meminta Badan Narkotika Kabupaten (BNK) diaktifkan kembali.

Seperti disampaikan Wakil Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sragen, Moch. Fadlan. Dia mengakui peredaran miras di Sragen kian mengkhawatirkan. Bahkan menurut dia banyak peminum miras tergolong usia remaja.

"Peredaran miras harus diberantas. Menurut saya peredaran miras sudah kategori darurat," ujar dia, Sabtu (16/5/2015), menanggapi penggerebekan gudang miras di Teguhan, Sragen, oleh puluhan anggota organisasi kemasyarakatan (ormas) pada Rabu (13/5/2015) lalu.

Fadlan mendesak Pemkab menyusun nahkah akademis (NA) perda tentang miras. Dia menyayangkan belum adanya perda tersebut beberapa tahun terakhir. Padahal menurut dia miras adalah pintu bagi tindak menyimpang lain seperti perampokan, pemerkosaan, dan narkoba.

Ihwal penanganan peredaran narkoba Fadlan menilai pentingnya peran BNK Sragen. Dia mempertanyakan tak adanya kegiatan atau kampanye antinarkoba yang dilakukan BNK. "Bisa jadi peredaran narkoba di Sragen sudah menggurita dan parah," sambung dia.

Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Sragen, Suharjo mengaku prihatin dengan pergaulan generasi muda, utamanya sebagian pelajar yang lekat dengan minuman keras. Dia mengaku beberapa kali mendapati sekelompok pelajar yang masih mengenakan seragam, meminum miras. Aktivitas tersebut menurut dia dilakukan beberapa titik yang sepi dan jauh dari pengawasan aparat penegak hukum.

"Ada beberapa tempat yang biasa dijadikan lokasi berkumpul para pelajar untuk melakukan aktivitas menyimpang minum miras. Saya prihatin sekali. Penanganan sistemik perilaku pelajar ini harus dilakukan," terang dia.

Tak ketinggalan, Ketua Forum Masyarakat Sragen (Formas), Andang Basuki menilai selayaknya Sragen mencontoh Sukoharjo yang sudah mempunyai perda tentang miras. Tapi dia mengakui proses pembuatan miras harus melalui public hearing dengan semua pemangku kepentingan di Bumi Sukowati. Sebelum perda miras dibuat, dia menilai pencegahan peredaran miras bisa dilakukan bersama Pemkab dan Polres.

Tempat-tempat yang disinyalir menjadi lokasi penjualan miras atau narkoba harus diawasi ketat. Operasi gabungan antara Pemkab dan Polres serta TNI bisa dilakukan secara berkelanjutan. "Yang tidak kalah penting sistem penjaga moral dan akhlak masyarakat, mulai dari keluarga, sosial masyarakat, dan tokoh keagamaan," terang Andang.

Berita Terkait

Berita Terkini

Pekalongan Diprediksi Tenggelam 15 Tahun Lagi, Ini Sebabnya

Kota Pekalongan di Jawa Tengah diprediksi tenggelam pada 2036 akibat penurunan muka tanah dan naiknya permukaan air laut.

Wisata WGM Wonogiri Tutup, Pengunjung Kecele

Banyak warga yang kecele saat berkunjung ke sejumlah tempat wisata di Wonogiri, termasuk WGM, pada hari kedua Lebaran, Jumat (14/5/2021).

Duh, Pengemis Bawa Kabur Balita Usia 2 Tahun di Sragen

Seorang pengemis perempuan kedapatan membawa kabur seorang balita yang berusia 2 tahun asal Kelurahan Sragen Kulon, Sragen, pada Jumat (14/5/2021). 

Begini Kisah Seleksi Jadi Imam di Uni Emirat Arab

Kemenag melakukan seleksi imam masjid asal Indonesia yang akan diberangkatkan untuk bertugas di wilayah Uni Emirat Arab (UEA).

Melintas di Solo Saat Lebaran, 481 Kendaraan Diperiksa

Sebanyak 481 kendaraan berpelat luar Kota Solo diperiksa saat hari H Lebaran pada Kamis (13/5/2021).

Ketua LHKP-PWM Jateng Sesalkan Pernyataan Ali Mochtar Ngabalin, Desak Minta Maaf

Pernyataan Ali Muktar Ngabalin, Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden terkait Busro Muqodas disesalkan Khafid Sirotudin, Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PW Muhammadiyah Jateng.

Bhabinkamtibmas Catat ada 1.241 Pemudik Tiba Sragen

Kebanyakan pemudik tiba di Sragen sebelum larangan mudik Lebaran diberlakukan.

Wuih! Ada Wahana Baru di Gunung Pegat Sukoharjo Loh

Gunung Pegat Sukoharjo kini dilengkapi sejumlah wahana baru.

Korban Tewas Karena Jebakan Tikus Di Sragen Tembus 17 Orang, Ini Daftarnya!

Korban meninggal dunia akibat tersengat jebakan tikus beraliran listrik terus berjatuhan di Kabupaten Sragen.

H+1 Lebaran, Pengunjung Wisata Air di Klaten Sepi

Disparbudpora Klaten memprediksi puncak kunjungan ke objek wisata air di Kabupaten Bersinar berlangsung, Sabtu (15/5/2021).

Inilah Tanda-Tanda Ban Sepeda Motor Harus Diganti

Rider sepeda motor wajib mengetahui kondisi ban saat berkendara karena ban menjadi salah satu komponen inti yang memberikan jaminan keselamatan.  

Gempa M 7,2 Guncang Nias

Gempa Bumi bermagnitudo (M) 7,2 mengguncang Nias Barat, Sumatra Utara, Jumat (14/5/2021)